"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

5.000 KPM di Bangka Selatan Dapat Akses Sekolah Berafiliasi

Program Sekolah Rakyat di Bangka Selatan

Sebanyak 5.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung menjadi sasaran utama program Sekolah Rakyat yang segera dibangun pemerintah. Program pendidikan berasrama gratis ini ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Kehadiran Sekolah Rakyat ditargetkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah kini tengah menyiapkan tahapan teknis sebelum pembangunan dimulai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bangka Selatan, Nasrullah, mengatakan ribuan KPM tersebut berasal dari data penerima bantuan sosial yang ada di daerah. Sebagian dari keluarga tersebut masih memiliki anak usia sekolah di jenjang SD, SMP, hingga SMA. Mereka akan menjadi prioritas utama dalam program Sekolah Rakyat.

“Penerima bantuan sosial di Kabupaten Bangka Selatan itu ada kurang lebih mencapai 5.000 orang penerima KPM,” kata dia.

Nasrullah menjelaskan bahwa sasaran peserta didik tidak hanya berasal dari keluarga penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program ini juga menyasar anak-anak dari kelompok miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, anak-anak putus sekolah juga akan menjadi prioritas untuk kembali mendapatkan akses pendidikan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini tidak hanya memberikan akses belajar gratis, tetapi juga menyediakan fasilitas penunjang secara menyeluruh. Konsep berasrama diterapkan agar peserta didik mendapatkan pembinaan yang optimal dalam satu lingkungan. Seluruh biaya pendidikan akan ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial. Fasilitas yang disiapkan meliputi bangunan sekolah, asrama, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan sehari-hari siswa. Dengan demikian, peserta didik dapat fokus mengikuti proses pembelajaran tanpa terbebani biaya.

“Semua biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah, termasuk fasilitas dan kebutuhan peserta didik,” beber Nasrullah.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sistem pendidikan di Sekolah Rakyat akan berjenjang dalam satu kawasan. Mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA akan berada dalam satu lokasi terpadu. Hal ini memungkinkan proses pembinaan dilakukan secara berkelanjutan hingga peserta didik menyelesaikan pendidikan menengah.

Tidak hanya berfokus pada akademik, kurikulum Sekolah Rakyat juga akan dilengkapi dengan pendidikan karakter, kepemimpinan, serta keterampilan vokasi. Materi kewirausahaan juga menjadi bagian penting untuk membekali siswa menghadapi dunia kerja. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing.

“Kurikulum yang diterapkan tidak hanya akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan keterampilan vokasi,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu jadwal survei lanjutan dari Kementerian Sosial. Survei tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan lahan dan aspek pendukung lainnya. Setelah itu, akan dibentuk tim lintas instansi untuk mempercepat proses pembangunan.

“Untuk survei lanjutan kita masih menunggu dari Kementerian Sosial dan diharapkan bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dengan menyasar ribuan KPM, program Sekolah Rakyat di Bangka Selatan diharapkan menjadi solusi nyata dalam pemerataan pendidikan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini. Selain membuka akses pendidikan, program ini juga diyakini mampu mengangkat taraf hidup masyarakat.

“Harapannya program ini dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” kata Nasrullah.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *