UIN Saizu Purwokerto Memperkuat Komitmen Menuju Kampus Berkelanjutan
Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam menjadikan kampusnya sebagai institusi pendidikan yang berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama dengan UI GreenMetric, sebuah lembaga yang berfokus pada penilaian dan pengembangan kampus hijau.
Pertemuan pertama antara UIN Saizu dan UI GreenMetric digelar pada Kamis, 9 April 2026, menjadi titik awal dalam menyiapkan strategi menuju pemeringkatan kampus hijau tingkat global. Acara ini dihadiri oleh Kepala UI GreenMetric Dr. Vishnu Juwono beserta tim, serta jajaran pimpinan UIN Saizu, termasuk Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim. Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan juga turut hadir untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada tim pengembangan green campus.
Dalam sambutannya, pihak UI GreenMetric menekankan pentingnya kesiapan data dan strategi yang terukur sebagai fondasi utama dalam mengikuti pemeringkatan. Sebagai kampus yang baru bergabung, UIN Saizu dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, asalkan mampu membangun sistem pendataan yang kuat sejak awal.
Pemetaan Kondisi Awal dan Perubahan Indikator Penilaian
Pertemuan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ajang pemetaan kondisi awal (baseline) kampus, termasuk berbagai program keberlanjutan yang telah berjalan maupun yang masih dalam tahap perencanaan. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah adanya pembaruan indikator penilaian UI GreenMetric tahun ini, yakni penambahan kriteria Governance and Digitalization. Kriteria ini menitikberatkan pada tata kelola kampus yang terintegrasi dengan teknologi digital.
Meski demikian, aspek Energy and Climate Change tetap menjadi komponen dengan bobot tertinggi, yaitu sebesar 20 persen. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi energi dan upaya mitigasi perubahan iklim masih menjadi prioritas utama dalam penilaian kampus berkelanjutan.
Persyaratan Dokumentasi dan Teknologi Pendukung
UI GreenMetric menegaskan bahwa laporan pengajuan tidak cukup hanya berbentuk deskripsi naratif. Setiap klaim harus didukung dengan evidensi konkret seperti dokumentasi foto, video, hingga dokumen resmi. Penggunaan tautan digital seperti Google Drive juga diperbolehkan, dengan catatan aksesnya harus terbuka untuk publik guna memudahkan proses verifikasi.
Selain itu, pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS) sangat dianjurkan untuk meningkatkan akurasi data, terutama dalam pemetaan lahan terbangun dan non-terbangun di lingkungan kampus.
Evaluasi Infrastruktur dan Energi
Dalam aspek infrastruktur, UI GreenMetric memberikan sejumlah catatan penting. Salah satunya adalah konsistensi antara data dan kondisi nyata di lapangan. Misalnya, jika kampus mengklaim memiliki lebih dari 95 persen lahan non-terbangun, maka data ruang terbuka hijau harus benar-benar mendukung klaim tersebut.
Area seperti hutan kampus atau arboretum dapat menjadi nilai tambah, asalkan dilengkapi dengan peta serta data spesies flora dan fauna yang terdokumentasi dengan baik. Fasilitas pendukung seperti akses disabilitas dan ruang laktasi juga harus sesuai dengan kondisi aktual. Jika belum tersedia, disarankan untuk tidak dimasukkan dalam laporan.
Dalam sektor energi, langkah UIN Saizu mengganti lampu konvensional dengan LED serta penggunaan perangkat hemat energi mendapat apresiasi. Namun, ke depan kampus didorong untuk mengembangkan desain bangunan yang memaksimalkan pencahayaan alami guna menekan konsumsi energi.
Pengelolaan Limbah dan Air
Pengelolaan limbah dan air menjadi perhatian serius. UI GreenMetric menyarankan agar data disajikan dalam bentuk matriks yang detail, mencakup jenis sampah, volume, serta proses pengolahannya. Pengelolaan air melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga harus didokumentasikan secara konsisten. Pencatatan rutin, misalnya setiap bulan, menjadi kunci untuk menunjukkan keberlanjutan program.
Kontribusi Akademik dan Kolaborasi
Dalam aspek pendidikan, kontribusi akademik terhadap isu keberlanjutan menjadi indikator penting. Oleh karena itu, UIN Saizu didorong untuk mendokumentasikan publikasi ilmiah dan riset melalui platform seperti Google Scholar dan Scopus. Bukti berupa tangkapan layar (screenshot) dapat memperkuat validitas data yang diajukan.
Selain itu, fasilitas kesehatan kampus seperti klinik dianjurkan untuk menjalin kerja sama dengan pihak eksternal. Kolaborasi ini dapat meningkatkan nilai penilaian, terutama jika dibuktikan dengan dokumen resmi seperti nota kesepahaman (MoU).
Pengelolaan Data dan Jejak Karbon
Salah satu isu teknis yang dibahas adalah pelaporan data dari dua lokasi kampus UIN Saizu. UI GreenMetric menyarankan agar seluruh data digabung dalam satu dokumen, namun tetap disertai rincian yang memisahkan antara Gedung/Kampus 1 dan Gedung/Kampus 2. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga transparansi sekaligus memberikan gambaran utuh tentang kondisi kampus.
Untuk penghitungan jejak karbon, pendekatan awal dapat dilakukan secara sederhana, seperti mencatat pengeluaran rutin bulanan yang kemudian diakumulasi menjadi data tahunan. Langkah ini dinilai cukup efektif sebagai dasar awal sebelum mengembangkan sistem yang lebih kompleks.
Di akhir pertemuan, UI GreenMetric memberikan apresiasi atas langkah awal yang dilakukan UIN Saizu. Inisiatif pendataan dinilai sebagai indikator bahwa kampus telah mulai mengidentifikasi area yang perlu dibenahi. Meski masih dalam tahap awal, semangat untuk menjadi kampus berkelanjutan dinilai sudah terbentuk. Tantangan selanjutnya adalah merumuskan hasil identifikasi tersebut ke dalam kebijakan strategis yang mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan sivitas akademika.
Dengan mengikuti pemeringkatan UI GreenMetric, UIN Saizu tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas lingkungan kampus, tetapi juga memperkuat daya saing di tingkat global. Langkah ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berkelanjutan.
Ke depan, keberhasilan UIN Saizu dalam program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi dalam pengelolaan data, implementasi program, serta kolaborasi lintas sektor.











