Pendaftaran UTBK-SNBT 2026 Mulai Dibuka
Pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 telah dibuka secara online. Proses pendaftaran ini dimulai pada Rabu, 25 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dan akan berlangsung hingga 7 April 2026. UTBK-SNBT menjadi salah satu jalur masuk perguruan tinggi negeri yang penilaiannya didasarkan pada hasil ujian berbasis komputer. Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan studi ke PTN.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SNPMB. Calon peserta disarankan segera mendaftar dan melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan agar tidak melewatkan tahapan penting dalam proses seleksi.
Struktur Materi Tes UTBK-SNBT 2026
Materi tes UTBK-SNBT 2026 terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
- Tes Potensi Skolastik (TPS)
Tes ini bertujuan mengukur kemampuan kognitif peserta dalam memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan secara logis dan sistematis. Subtes dalam TPS meliputi: - Penalaran Umum
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum
- Pemahaman Bacaan dan Menulis
-
Pengetahuan Kuantitatif
-
Tes Literasi
Tes literasi dirancang untuk menilai kemampuan peserta dalam memahami informasi tertulis serta menggunakan penalaran dalam konteks bahasa dan angka. Subtes dalam literasi meliputi: - Literasi Bahasa Indonesia
- Literasi Bahasa Inggris
- Penalaran Matematika
Rincian Jumlah Soal
Berikut rincian jumlah soal pada masing-masing subtes:
- Tes Potensi Skolastik (TPS):
- Penalaran Umum: 30 soal
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum: 20 soal
- Pemahaman Bacaan dan Menulis: 20 soal
-
Pengetahuan Kuantitatif: 20 soal
-
Tes Literasi:
- Literasi Bahasa Indonesia: 30 soal
- Literasi Bahasa Inggris: 20 soal
- Penalaran Matematika: 20 soal
Durasi Pengerjaan Tes
Total waktu yang disediakan untuk mengerjakan UTBK-SNBT 2026 adalah 195 menit (3 jam 15 menit). Peserta diharapkan mampu mengatur waktu dengan baik agar seluruh soal dapat dikerjakan secara maksimal.
Penjelasan Materi Tes
Tes Potensi Skolastik (TPS)
TPS dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir peserta dalam menyelesaikan masalah baru. Salah satu bagian pentingnya adalah penalaran umum, yang mencakup:
* Penalaran induktif: menarik kesimpulan dari pola atau data
* Penalaran deduktif: menyimpulkan berdasarkan premis yang ada
* Penalaran kuantitatif: menggunakan angka untuk berpikir logis
Tes ini tidak hanya mengandalkan hafalan, tetapi menguji kemampuan berpikir kritis dan adaptif. Pengetahuan dan Pemahaman Umum menilai kemampuan berbahasa dan wawasan umum, termasuk penggunaan kata dan pemahaman konsep. Pemahaman Bacaan dan Menulis menguji kemampuan memahami teks serta menyampaikan ide secara tertulis. Pengetahuan Kuantitatif berfokus pada kemampuan matematika dasar, seperti perhitungan dan pemecahan masalah numerik.
Tes Literasi
Tes ini berfokus pada kemampuan memahami dan mengolah informasi dari bacaan. Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris mengukur kemampuan membaca secara mendalam, termasuk:
* Memahami isi teks
* Menafsirkan makna
* Menganalisis informasi
* Mengevaluasi isi bacaan
Jenis teks yang digunakan bervariasi, mulai dari teks umum, sastra, hingga teks ilmiah. Keberhasilan dalam literasi ditentukan oleh:
* Kompetensi kebahasaan
* Strategi kognitif dalam memahami teks
Penalaran Matematika
Bagian ini menguji kemampuan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Fokus utamanya adalah:
* Memformulasikan masalah
* Menerapkan konsep matematika
* Menginterpretasikan hasil
Peserta dituntut mampu berpikir logis, sistematis, dan berbasis konteks.











