"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Dampak Perang Iran vs Amerika-Israel, Prediksi Harga BBM Naik atau Turun di Indonesia

Pemerintah Indonesia Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga BBM

Komisaris PT Pertamina (persero), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa pemerintah belum menetapkan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. Ia menyebutkan bahwa meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Indonesia belum memutuskan untuk menaikkan harga BBM.

“Kita tidak ada kenaikan harga. Kalau di pasar dunia ada kenaikan harga, di dalam negeri pemerintah sejauh ini belum ada kebijakan menaikkan harga,” ujar Hasan usai bersilaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).

Terkait stok cadangan minyak di Indonesia yang disebut aman hingga 20 hari, Hasan menjelaskan bahwa setiap hari pemerintah selalu memperbarui stok BBM dalam negeri.

“Kalau hari ini ditanya stoknya 20 hari, kemarin ditanya stoknya masih 20 hari. Besok ditanya masih 20 hari juga, karena stoknya terus diperbarui. Setiap hari seperti itu, minggu depan ditanya stoknya 20 hari. Pasokannya masuk terus,” ujar Hasan.

Menurutnya, pembaruan stok BBM setiap hari tersebut bisa meredam kepanikan di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan minyak.

“Pemerintah selalu mengarahkan kita mengantisipasi jauh-jauh hari dan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tidak perlu panic buying. Pemerintah akan melakukan penyesuaian, sudah ada ide dan rencana dari pemerintah untuk penghematan dari sisi konsumsi BBM. Jangan panik, sampai hari ini baik-baik saja. Inshaallah pemerintah mengusahakan yang terbaik,” tutup dia.

Distribusi minyak dunia saat ini tengah tersendat imbas perang yang terjadi antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran yang berakibat ditutupnya Selat Hormuz. Dampak tersebut juga dirasakan oleh Indonesia yang harus memutar otak untuk tetap menstabilkan distribusi minyak di dalam negeri. Dampaknya langsung terasa, harga minyak mentah Brent melonjak dari sekitar 65 dolar menjadi lebih dari 100 dolar per barel. Kondisi ini membuat banyak negara mulai khawatir akan kekurangan pasokan energi.

Beberapa negara bahkan sudah menaikkan harga BBM, diantaranya:

  • Vietnam

    Harga solar (diesel) di Vietnam meningkat lebih dari dua kali lipat, naik sekitar 105 persen hanya dalam waktu kurang dari satu bulan. Dari sekitar 19.270 dong (sekitar Rp12.369) per liter menjadi 39.660 dong (sekitar US$1,50). Harga bensin oktan 95 juga melonjak sekitar 68 persen, dari 20.150 dong menjadi 33.840 dong per liter.

  • Kamboja

    Kementerian Perdagangan Kamboja melaporkan bahwa dalam periode tiga hari terbaru, harga bensin reguler naik menjadi sekitar 5.500 riel per liter (sekitar Rp23.000), meningkat 5,7 persen dibanding periode sebelumnya. Harga solar (diesel) juga naik menjadi 6.550 riel per liter atau naik 2,3 persen. Namun jika dilihat sejak awal konflik, kenaikannya jauh lebih signifikan, harga bensin telah melonjak sekitar 42,8 persen, sedangkan diesel bahkan naik hingga 70 persen.

  • Singapura

    Pada 24 Maret, perusahaan energi seperti Shell dan Esso kembali menaikkan harga diesel sebesar 20 sen menjadi sekitar $3,93 per liter (sekitar Rp66 ribu), menjadikannya hanya selisih 6 sen dari harga bensin oktan 98 ($3,99). Kenaikan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya Sinopec juga menaikkan harga diesel. Secara keseluruhan, harga diesel kini bahkan lebih mahal sekitar 46 sen dibanding bensin oktan 95 di SPBU yang sama.

  • Filipina

    Pemerintah Filipina menetapkan darurat energi nasional sebagai imbas dari perang Timur Tengah yang memengaruhi pasokan energi di negara tersebut.

  • Sri Lanka

    Sri Lanka menaikkan harga bahan bakar sebesar 25 persen. Harga bensin reguler naik dari Rs 317 menjadi Rs 398 per liter, sedangkan diesel, yang banyak digunakan di transportasi umum, naik dari Rs 303 menjadi Rs 382 per liter, atau meningkat Rs 79.

  • Australia

    Harga diesel naik hingga 36 persen hanya dalam dua minggu dan mencapai sekitar $3 per liter.

Daftar Harga BBM Pertamina Rabu 25 Maret 2026 di SPBU Se-Indonesia

Inilah daftar harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina yang berlaku pada Rabu (25/3/2026). Jenis BBM Pertamina nonsubsidi mengalami kenaikan harga seiring dengan diberlakukannya kebijakan penyesuaian harga untuk periode Maret 2026.

Di wilayah Jawa Barat, harga Pertamax naik Rp500 dari angka sebelumnya Rp11.800, sehingga saat ini dibanderol Rp12.300 per liter. Selanjutnya, Pertamax Turbo turut mengalami kenaikan sebesar Rp400 dari harga semula Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter. Adapun produk Pertamax Green mengalami penyesuaian naik sebesar Rp450, dari harga awal Rp12.450 menjadi Rp12.900 per liter.

Tren kenaikan juga menyasar lini Dex Series. Pertamina Dex mencatatkan lonjakan paling signifikan sebesar Rp1.000, dari posisi Rp13.500 ke angka Rp14.500 per liter. Terakhir, Dexlite ikut meningkat sebesar Rp950 dari harga lama Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter.

Berikut adalah daftar lengkap harga BBM Pertamina hari ini di seluruh SPBU se-Indonesia:

  1. Provinsi Aceh

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  2. Free Trade Zone (FTZ) Sabang

    Pertamax: Rp11.550

    Dexlite: Rp13.250

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  3. Provinsi Sumatera Utara

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  4. Provinsi Sumatera Barat

    Pertamax: Rp12.900

    Pertamax Turbo: Rp13.650

    Pertamina Dex: Rp15.100

    Dexlite: Rp14.800

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  1. Provinsi Riau

    Pertamax: Rp12.900

    Pertamax Turbo: Rp13.650

    Pertamina Dex: Rp15.100

    Dexlite: Rp14.800

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  2. Provinsi Kepulauan Riau

    Pertamax: Rp12.900

    Pertamax Turbo: Rp13.650

    Pertamina Dex: Rp15.100

    Dexlite: Rp14.800

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  3. Free Trade Zone (FTZ) Batam

    Pertamax: Rp11.750

    Pertamax Turbo: Rp12.400

    Pertamina Dex: Rp13.800

    Dexlite: Rp13.450

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  4. Provinsi Jambi

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  5. Provinsi Bengkulu

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  6. Provinsi Sumatera Selatan

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  7. Provinsi Bangka Belitung

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  8. Provinsi Lampung

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  9. Provinsi DKI Jakarta

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  10. Provinsi Banten

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  11. Provinsi Jawa Barat

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  1. Provinsi Jawa Tengah

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  2. Provinsi DI Yogyakarta

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  3. Provinsi Jawa Timur

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamax Green: Rp12.900

    Pertamina Dex: Rp143.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  4. Provinsi Bali

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamina Dex: Rp14.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  5. Provinsi Nusa Tenggara Barat

    Pertamax: Rp12.300

    Pertamax Turbo: Rp13.100

    Pertamina Dex: Rp14.500

    Dexlite: Rp14.200

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  6. Provinsi Nusa Tenggara Timur

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  7. Provinsi Kalimantan Barat

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  8. Provinsi Kalimantan Tengah

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  9. Provinsi Kalimantan Selatan

    Pertamax: Rp12.900

    Pertamax Turbo: Rp13.650

    Pertamina Dex: Rp15.100

    Dexlite: Rp14.800

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  10. Provinsi Kalimantan Timur

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  11. Provinsi Kalimantan Utara

    Pertamax: Rp12.900

    Pertamax Turbo: Rp13.650

    Pertamina Dex: Rp15.100

    Dexlite: Rp14.800

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  12. Provinsi Sulawesi Utara

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  13. Provinsi Gorontalo

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  14. Provinsi Sulawesi Tengah

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  15. Provinsi Sulawesi Tenggara

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  16. Provinsi Sulawesi Selatan

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  17. Provinsi Sulawesi Barat

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  18. Provinsi Maluku

    Pertamax: Rp12.600

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  19. Provinsi Maluku Utara

    Pertamax: Rp12.600

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  20. Provinsi Papua

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamax Turbo: Rp13.350

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  21. Provinsi Papua Barat

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  22. Provinsi Papua Selatan

    Pertamax: Rp12.600

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  23. Provinsi Papua Pegunungan

    Pertamax: Rp12.600

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  24. Provinsi Papua Tengah

    Pertamax: Rp12.600

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

  25. Provinsi Papua Barat Daya

    Pertamax: Rp12.600

    Pertamina Dex: Rp14.800

    Dexlite: Rp14.500

    Pertalite: Rp10.000

    Biosolar: Rp6.800

Berdasarkan data per 25 Maret 2026, harga BBM subsidi (Pertalite & Solar) dipastikan stabil dan tidak naik hingga Lebaran. Sementara itu, harga BBM non-subsidi (Pertamax, Turbo, Dex) per akhir Maret 2026 terpantau stabil setelah penyesuaian di awal bulan, dengan Pertamax di Jawa berkisar Rp12.300-Rp12.600 per liter.

Berikut adalah perkiraan harga BBM di SPBU Pertamina (wilayah Jawa) untuk Kamis, 26 Maret 2026:

  1. BBM Subsidi & Penugasan (Tetap/Stabil)

    Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter

    Solar Subsidi (Biosolar): Rp6.800 per liter

  2. BBM Non-Subsidi (Pertamina – Kemungkinan Stabil)

    Pertamax (RON 92): Rp12.300 – Rp12.600 per liter

    Pertamax Green 95: Rp12.900 – Rp13.150 per liter

    Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 – Rp13.400 per liter

    Dexlite: Rp13.500 – Rp14.200 per liter

    Pertamina Dex: Rp13.600 – Rp14.500 per liter

Catatan: Harga di atas merujuk pada wilayah Jawa dan dapat berbeda di wilayah lain. Meskipun ada tren stabil, harga BBM non-subsidi dapat disesuaikan sewaktu-waktu oleh badan usaha.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *