Kegiatan Bimtek Akuntansi Keuangan Koperasi dan Penyusunan Proposal Bisnis di Palembang
Komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan kembali ditunjukkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Akuntansi Keuangan Koperasi dan Penyusunan Proposal Bisnis yang diselenggarakan di Aula Balai Diklat Keuangan (BDK) Palembang, Jalan Sukabangun II, pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung program strategis nasional, khususnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat dari level akar rumput.
Sebanyak 70 peserta hadir secara langsung (luring) dengan penuh antusias. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai dari Tim Penggerak PKK, pondok pesantren seperti Ar Rahman, Nurul Qomar, Nurul Hidayah hingga Al Falah, organisasi Fatayat NU, Muslimat NU, GP Ansor, koperasi, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa seperti SMA Muhammadiyah 5 Palembang dan Kopri PMII. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa pendampingan teknis seperti akuntansi dan penyusunan proposal bisnis sangat dibutuhkan agar pelaku usaha masyarakat dapat naik kelas.
Kepala BDK Palembang, Heru Agung Pranyoto, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pemahaman akuntansi keuangan bagi koperasi sebagai fondasi utama dalam membangun usaha yang transparan, profesional, dan memiliki akses ke lembaga keuangan. Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Sumsel, Rahmadi Murwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi nasional dalam mewujudkan kemandirian pangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Pemerintah hadir tidak hanya melalui kebijakan, tetapi melalui pendampingan teknis yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya. Hal senada disampaikan Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Ekonomi, Deva Octavianus Coriza, yang menilai kegiatan ini sejalan dengan program prioritas daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis koperasi dan pemberdayaan perempuan.
Dalam pelaksanaannya, bimtek ini menghadirkan narasumber dari Politeknik Keuangan Negara STAN, yakni Raynal Yasni, Vissia Dewi Haptari, Budiasih Widiastuti, dan Satria Adhitama, yang membawakan materi secara praktis dan aplikatif. Materi yang diberikan meliputi pengenalan konsep akuntansi koperasi, siklus keuangan, perhitungan biaya produksi, hingga praktik penyusunan proposal bisnis (business plan) yang layak diajukan ke perbankan. Dengan pendekatan ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menyusun proposal usaha secara mandiri.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi lintas sektor antara Kemenkeu Satu (Kanwil DJPb Sumsel, PKN STAN, BDK Palembang), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Ketahanan Pangan, serta PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagai mitra BUMN. Program ini juga mendukung berbagai inisiatif seperti Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pemberdayaan perempuan dan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, pemerintah tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan BUMN, Sumatera Selatan terus bergerak menuju kemandirian pangan dan penguatan ekonomi kerakyatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera.











