"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,38 Persen Berkat Sektor Pertanian

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pesawaran pada Tahun 2025

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pesawaran pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,38 persen atau meningkat 1,49 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini disampaikan oleh Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkab Pesawaran, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan instansi penting seperti Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, anggota DPRD Provinsi Lampung, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran. Selain itu, hadir juga unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, para pejabat struktural di lingkungan Pemkab Pesawaran, camat dan kepala desa se-Kabupaten Pesawaran, perwakilan Gapoktan, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh adat.

Bupati Nanda menjelaskan bahwa dinilai secara ekonomi, perputaran ekonomi di Kabupaten Pesawaran mencapai Rp23,45 triliun atau berkontribusi sebesar 4,44 persen terhadap perekonomian Provinsi Lampung. Menurut dia, struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi sebesar 36,86 persen. Sementara itu, sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 17,30 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 14,15 persen serta sektor konstruksi sebesar 10,26 persen. Sisanya, sekitar 21,43 persen berasal dari sektor lainnya.

Capaian ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan pembangunan daerah sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan arah pembangunan ke depan. Musrenbang tersebut merupakan bagian dari proses penyusunan RKPD Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 yang menjadi penjabaran tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2029.

Tema Pembangunan Kabupaten Pesawaran Tahun 2027

Tema pembangunan Kabupaten Pesawaran Tahun 2027 adalah “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Peningkatan dan Pemerataan Infrastruktur dan Sarana Prasarana Pelayanan Publik untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.” Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan pembangunan, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Nanda, penyusunan RKPD 2027 disusun dengan berpedoman pada RPJPD Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2045, RPJMD Kabupaten Pesawaran 2025–2029, serta mengacu pada arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dan RPJMD Provinsi Lampung 2025–2029. Seluruh perencanaan tersebut juga diselaraskan dengan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

“Musrenbang ini menjadi ruang bersama untuk menyelaraskan pendekatan teknokratis, partisipatif, politis, top-down, dan bottom-up, sehingga perencanaan pembangunan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat, aspirasi pemangku kepentingan, serta kemampuan fiskal daerah,” katanya.

Program dan Kebijakan Strategis

Dalam mendukung kebijakan strategis nasional, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga melaporkan pelaksanaan program MBG yang telah menjangkau seluruh kecamatan di wilayah tersebut. Saat ini tercatat sebanyak 52 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekitar 130.416 penerima manfaat. Selain itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga terus dikembangkan di seluruh kecamatan dengan total 47 gerai yang telah tersebar di berbagai wilayah.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Lintas Barat, Desa Kebagusan, Kecamatan Gedong Tataan. Sekolah tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar tujuh hektare dengan kapasitas 1.200 siswa yang terbagi dalam 30 rombongan belajar mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.

Visi dan Misi Pembangunan

Bupati Nanda menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Pesawaran tetap berlandaskan pada visi daerah yakni “Mewujudkan Pesawaran CAKEP Lebih Maju Menuju Indonesia Emas 2045” yang dijabarkan dalam lima misi pembangunan, yakni Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif. “Program-program tersebut diharapkan menjadi game changer pembangunan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Penekanan dari Gubernur Lampung

Sementara itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya optimalisasi potensi lokal sebagai fondasi pembangunan daerah. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penguatan struktur ekonomi daerah, percepatan pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, serta pemerataan akses pendidikan.

Ia juga mendorong agar seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung berpartisipasi aktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa. “Pertumbuhan ekonomi harus dimulai dari desa. Jika desa tumbuh, maka kabupaten akan tumbuh, dan pada akhirnya provinsi serta negara juga akan tumbuh,” katanya.

Selain itu, Mirza juga mengingatkan agar setiap perencanaan pembangunan daerah senantiasa menjunjung tinggi prinsip good governance sehingga pembangunan berjalan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *