"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Maximus Sebut Inflasi Medis Tekan Kinerja Asuransi Kesehatan



Tantangan Kinerja Asuransi Kesehatan di Tengah Inflasi Medis yang Tinggi

Pada tahun 2025, kinerja lini asuransi kesehatan menghadapi berbagai tantangan yang signifikan. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja tersebut adalah inflasi medis. Menurut Direktur Utama PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI), Jemmy Atmadja, tekanan inflasi medis menyebabkan peningkatan biaya klaim secara konsisten dan progresif. Hal ini berdampak langsung pada kinerja perusahaan, terutama dari sisi loss ratio maupun profitabilitas.

Jemmy menjelaskan bahwa inflasi medis bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kinerja asuransi kesehatan. Beberapa faktor lain juga turut berkontribusi, antara lain:

  • Kompetisi premi yang agresif di pasar

    Saat ini, persaingan di pasar asuransi kesehatan masih banyak bertumpu pada harga. Sebagian perusahaan belum sepenuhnya memasukkan proyeksi inflasi medis secara realistis dalam struktur premi mereka.

  • Underpricing historis pada beberapa portofolio

    Terdapat premi yang secara aktuaria kurang mencerminkan tren kenaikan biaya layanan kesehatan. Hal ini membuat perusahaan menghadapi risiko keuntungan yang tidak seimbang.

  • Adverse selection dan utilisasi tinggi

    Peningkatan frekuensi dan severity klaim juga menjadi kontributor tekanan terhadap loss ratio. Selain itu, perubahan pola klaim pasca-pandemi Covid-19 juga menjadi faktor penting, dengan adanya kenaikan klaim penyakit kritis dan rawat inap tertentu yang sebelumnya tertunda.

Strategi untuk Menghadapi Tantangan

Jemmy menyampaikan bahwa memasukkan komponen inflasi medis secara penuh ke dalam pembentukan premi akan meningkatkan tarif secara signifikan. Namun, risiko strategisnya adalah potensi kehilangan peluang bisnis, terutama untuk segmen yang sensitif terhadap harga. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencari keseimbangan antara adequate pricing dan market competitiveness, agar tetap mendapatkan bisnis yang sehat tanpa mengorbankan sustainability jangka panjang.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Maximus Insurance akan melakukan pendekatan yang lebih komprehensif, antara lain:

  • Penyesuaian premi berbasis data aktuaria dan tren klaim riil

    Perusahaan akan memperbarui struktur premi berdasarkan data yang akurat dan tren klaim yang terjadi.

  • Selektivitas underwriting yang lebih ketat

    Proses seleksi calon nasabah akan diperketat untuk mengurangi risiko klaim yang tidak terduga.

  • Optimalisasi pengelolaan provider dan cost containment

    Penanganan biaya operasional dan pengelolaan mitra layanan kesehatan akan dioptimalkan.

  • Re-design produk

    Produk asuransi kesehatan akan direvisi untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.

  • Monitoring portofolio secara berkala

    Perusahaan akan terus memantau kinerja portofolio untuk menjaga loss ratio tetap dalam risk appetite perusahaan.

Kondisi Industri Asuransi Kesehatan

Di tingkat industri, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai tantangan yang dialami asuransi kesehatan memang terasa berat belakangan ini. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyatakan bahwa inflasi medis masih menjadi faktor utama yang memengaruhi premi yang dibayarkan perusahaan asuransi kepada perusahaan reasuransi.

Budi menjelaskan bahwa inflasi medis di depan mendorong adanya peningkatan harga yang cukup signifikan. Otomatis, premi ke reasuransinya juga menjadi bertambah. Selain itu, inflasi medis juga membuat pendapatan premi yang diperoleh tidak sebanding dengan klaim yang dibayarkan. Akibatnya, ada perusahaan asuransi umum yang mundur menjual asuransi kesehatan, sehingga premi asuransi kesehatan industri juga terkontraksi 20,9% secara Year on Year (YoY).

Berdasarkan data AAUI, rasio klaim asuransi kesehatan di asuransi umum sebesar 67,3% per akhir 2025, atau meningkat dibandingkan per akhir 2024 yang sebesar 58,2%. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap kinerja asuransi kesehatan masih sangat besar, dan perlu langkah-langkah strategis untuk menghadapinya.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *