"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Universitas Ciputra Surabaya Siapkan Psikolog Digital dan Wirausaha Berkualitas

Program Pendidikan Profesi Psikolog UC Surabaya Menyesuaikan Regulasi Terbaru

Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog di Universitas Ciputra (UC) Surabaya kini menawarkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kurikulum yang berbasis praktik, integrasi teknologi digital, serta pendekatan entrepreneurship dirancang untuk menghasilkan lulusan psikolog yang mampu menjawab tantangan di bidang kesehatan mental masyarakat.

Program ini juga menyesuaikan regulasi terbaru profesi psikolog sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang Pendidikan dan Layanan Psikologi. Dosen Pendidikan Profesi Psikolog UC, Dr. Stefani Virlia, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa sistem pendidikan profesi psikolog saat ini mengalami perubahan signifikan dibanding sebelumnya.

“Tahun ini profesi psikolog mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2022. Kalau dulu mahasiswa memilih satu peminatan, sekarang ada empat latar layanan yang harus ditempuh, yaitu kesehatan, pendidikan, tempat kerja, dan komunitas. Setiap latar memiliki praktik lapangan minimal 270 jam sehingga lulusan menjadi psikolog umum bisa semuanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, lulusan yang ingin memperdalam bidang tertentu masih dapat melanjutkan ke jenjang spesialis. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan psikolog umum, tetapi juga memberi ruang bagi mereka yang ingin berkembang lebih jauh dalam bidang tertentu.

Kurikulum 1,5 Tahun Berbasis Praktik

Program Pendidikan Profesi Psikolog UC ditempuh selama 1,5 tahun atau tiga semester. Semester pertama berfokus pada teori dan praktikum asesmen profesi psikologi, intervensi psikologi, kode etik profesi psikologi, dan penulisan laporan psikologi. Sementara itu, semester berikutnya didominasi oleh praktik lapangan.

“Pada semester kedua, mahasiswa menjalani magang di latar layanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit. Kemudian latar pendidikan, seperti sekolah mulai dari kelompok bermain hingga perguruan tinggi. Semester ketiga berfokus pada latar tempat kerja, bisa perusahaan atau organisasi non profit. Kemudian juga di latar komunitas seperti Yayasan,” lanjut Stefani.

Selama praktik, mahasiswa wajib menangani kasus di tempat magang, mulai dari asesmen hingga intervensi yang diuji melalui case conference di bawah supervisi dosen.

Integrasi Teknologi dan Pendekatan Entrepreneurship

Salah satu keunggulan program ini adalah integrasi teknologi digital dalam layanan psikologi. Mahasiswa dilatih memanfaatkan teknologi dalam asesmen maupun intervensi psikologis, termasuk telekonseling serta simulasi terapi berbasis perangkat digital untuk menangani kasus tertentu secara aman.

Selain itu, sesuai visi kampus berbasis entrepreneurship, mahasiswa juga dibekali kemampuan mengembangkan layanan psikologi secara mandiri. “Mahasiswa tidak hanya menguasai praktik psikologi, tetapi juga dibekali keterampilan entrepreneurship agar mampu membuka layanan psikologi sendiri atau mengembangkan program layanan yang inovatif,” tutur Stefani.

Dorong Pendidikan Berkelanjutan

Sementara itu, Head Marketing & Admission Graduate Program UC, Listia Maya, menegaskan bahwa pembukaan program profesi psikolog merupakan bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan berkelanjutan bagi mahasiswa. “Kami ingin memberikan pendidikan yang berkelanjutan. Selama ini mahasiswa hanya menempuh S1, sekarang bisa langsung melanjutkan ke pendidikan profesi sehingga setelah lulus dapat langsung menjadi psikolog,” jelasnya.

Program ini juga dirancang fleksibel bagi mahasiswa yang sudah bekerja dengan jadwal perkuliahan setelah jam kerja, sehingga profesional tetap dapat melanjutkan studi tanpa meninggalkan pekerjaan.

Harapan untuk Kesehatan Mental Masyarakat

Menurut Stefani, kebutuhan tenaga psikolog di Indonesia masih tinggi, sementara jumlah profesional di bidang tersebut belum sebanding dengan meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental. Ia menyoroti fenomena masyarakat yang sering melakukan diagnosis mandiri dari informasi internet yang belum tentu kredibel.

“Harapannya semakin banyak psikolog yang lahir dan bisa menjangkau berbagai daerah, termasuk layanan di tingkat puskesmas, sehingga deteksi dini gangguan mental dapat dilakukan,” ujarnya.

Melalui pendekatan praktik, teknologi, dan kewirausahaan, Pendidikan Profesi Psikolog UC diharapkan dapat menghasilkan tenaga psikolog profesional yang mampu menjawab tantangan kesehatan mental masyarakat sekaligus mendorong pemerataan layanan psikologi di Indonesia.

Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *