"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Hukum  

Dua Ahli Ungkap Kebijaksanaan Ijazah Rismon Sianipar dari Jepang

Peneliti dan Pakar Digital Forensik Mengungkap Kecurigaan Ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar

Peneliti Rony Teguh dan pakar digital forensik Josua Sinambela mengungkap kecurigaan terkait ijazah S2 dan S3 yang dimiliki Rismon Sianipar dari Yamaguchi University. Kedua ahli ini menemukan indikasi bahwa ijazah tersebut tidak sesuai dengan standar resmi universitas tersebut.

Rony Teguh, seorang dosen di Universitas Palangka Raya dan peneliti senior dalam bidang Internet of Things (IoT) serta Artificial Intelligence (AI), menyebutkan bahwa ada dua hal yang mencurigakan pada ijazah tersebut. Pertama, ijazah tersebut tidak ditemukan dalam sistem resmi Yamaguchi University. Kedua, bahasa yang digunakan dalam ijazah tersebut tidak sesuai dengan standar yang biasa digunakan oleh universitas tersebut.

“Kami sudah memverifikasi melalui sistem Yamadai, Yamaguchi Daigaku, dan ternyata ijazah tersebut tidak ada dalam database mereka,” ujar Rony. Ia juga menulis dalam bahasa Jepang bahwa tesis yang disebutkan dalam CV Rismon Sianipar tidak sesuai dengan isi ijazah yang diajukan.

Sementara itu, Josua Sinambela, CEO RootBrain dan pakar keamanan siber lulusan UGM dengan pengalaman lebih dari 18 tahun, menilai bahwa ijazah Rismon Sianipar sangat berbeda dari ijazah alumnus Yamaguchi University lainnya. Ia mengidentifikasi enam poin utama yang menjadi perhatian, antara lain:

  • Warna dan stempel yang tidak sesuai dengan standar resmi
  • Nama rektor yang tidak cocok dengan informasi resmi
  • Tanda tangan yang tidak konsisten
  • Penulisan huruf yang melenceng
  • Tidak adanya informasi tentang bidang ilmu yang jelas

Profil Rony Teguh

Berdasarkan informasi dari akun LinkedIn Rony Teguh, ia adalah seorang peneliti dan dosen yang berfokus pada IoT dan AI. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun dalam bidang komputer jaringan, Rony memiliki keahlian dalam jaringan sensor nirkabel. Ia juga mahir dalam beberapa bahasa pemrograman seperti Python, C++, MATLAB, dan Sistem Informasi Geografis (GIS).

Pekerjaan terbarunya berfokus pada pemanfaatan teknologi pembelajaran mendalam untuk pemantauan ekologi, menjembatani kecerdasan buatan dengan upaya konservasi lingkungan. Rony juga telah menghasilkan enam hak cipta dalam inovasi IoT dan aplikasi pajak (Aplikasi I-Tax).

Dalam pendidikannya, Rony meraih gelar Master of Engineering dari UGM pada Februari 2002 dan gelar Ph.D dari Hokkaido University, Jepang pada September 2014. Selain itu, ia juga aktif sebagai peneliti WWF Indonesia di Kalimantan Tengah sejak November 2024. Dalam penelitiannya, Rony menggunakan Artificial Intelligent dan UAV untuk mendeteksi objek kecil di sarang orangutan.

Sebagai dosen, Rony masih tercatat di Universitas Palangka Raya sejak Januari 2005 hingga saat ini. Ia juga pernah menjadi konsultan di WWF Indonesia dari Januari 2000 hingga Desember 2003. Rony menyertakan 11 keahlian dan berbagai publikasi ilmiah dalam profilnya.

Profil Josua Sinambela

Josua Sinambela dikenal sebagai pakar keamanan siber dan forensik digital. Ia merupakan pendiri dan CEO dari RootBrain IT Security Training & Consulting serta PT Analis Forensik Digital (ForensikDigital.com). Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di bidang infrastruktur jaringan dan keamanan sistem informasi, Josua telah memberikan kontribusi signifikan dalam berbagai proyek dan pelatihan di sektor korporat, akademik, dan pemerintahan.

Josua menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di bidang Teknik Elektro – Sistem Komputer dan Informatika dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia juga memiliki berbagai sertifikasi profesional internasional seperti Certified Ethical Hacker (CEH), Certified Hacking Forensic Investigator (CHFI), EC-Council Certified Security Analyst (ECSA), dan lainnya.

Sebelum mendirikan perusahaan sendiri, Josua pernah menjabat sebagai Kepala Unit Sistem dan Teknologi Informasi di UGM serta menjadi dosen di Program Magister Teknologi Informasi UGM. Ia juga aktif sebagai konsultan dan auditor di berbagai perusahaan BUMN dan swasta, termasuk PT PLN, PT Pertamina, dan PT Indonesia Power.

Keahliannya mencakup berbagai aspek teknologi informasi, seperti keamanan jaringan, forensik digital, dan pengembangan kebijakan TI.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *