Penjelasan Dokter Tirta Mengenai Dugaan Pelecehan yang Melibatkan Mohan Hazian
Dokter Tirta, seorang tokoh kesehatan dan olahraga yang dikenal luas di kalangan netizen, mengungkap informasi terkini mengenai dugaan pelecehan yang dilakukan oleh konten kreator ternama, Mohan Hazian. Informasi tersebut disampaikan melalui akun X (dulu Twitter) miliknya. Ia menyebutkan adanya bukti percakapan (chat) yang diduga terkait dengan kasus ini.
Bukti chat itu, menurut Dokter Tirta, berada di tangan salah satu sosok yang mengaku mewakili sebuah brand. Sosok tersebut memiliki inisial GBN dan sempat menghubungi pihak korban. Dalam percakapan tersebut, GBN meminta maaf atas kejadian pelecehan yang dialami korban.
Informasi ini dinilai kontradiktif dengan pernyataan Mohan Hazian sebelumnya yang menyebut insiden tersebut sebagai “khilaf” tanpa mengakui adanya unsur pelecehan. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah ada tekanan dari pihak luar yang memengaruhi sikap Mohan.
Kritik Terhadap Lingkaran Pertemanan Mohan Hazian
Selain itu, Dokter Tirta juga mengkritik lingkaran pertemanan Mohan Hazian. Menurutnya, circle tersebut cenderung lebih loyal kepada teman daripada berpihak kepada korban. Ia menilai bahwa lingkaran tersebut sering membawa-bawa kasus lama, seperti kasus Gofar Hilman, sebagai alasan untuk tetap netral.
Menurut Dokter Tirta, hal ini justru menunjukkan masalah yang lebih besar di lingkaran pergaulan Mohan. Ia menyebut bahwa sebagian besar circle tersebut berasal dari kalangan owner brand lokal dan influencer di skena fashion. Ini membuat mereka dianggap sebagai enabler dalam kasus-kasus semacam ini.
Dokter Tirta juga menjawab pertanyaan dari akun @momenteeee yang menanyakan mengapa circle Mohan tidak bersuara. Ia menjelaskan bahwa sikap diam tersebut lebih karena loyalitas pertemanan daripada rasa tanggung jawab. Meskipun begitu, ia menilai bahwa Mohan bisa survive tanpa dukungan mereka.
Pengakuan Mohan Hazian
Mohan Hazian, yang terseret dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan bernama Saa pemilik akun @aarummanis, telah dipecat sebagai CEO Thanksinsomnia. Brand ini, yang didirikan oleh Mohan pada tahun 2011, dikenal dengan desain kontemporer dan gaya hidup skate serta hip-hop.
Melalui pernyataan tertulis di Instagram, Mohan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menolak keras narasi yang menyebut dirinya melakukan pemerkosaan. Namun, ia mengakui bahwa dirinya pernah khilaf dalam hubungan dengan perempuan lain. Pengakuan ini disampaikannya meski ia membantah melakukan pelecehan seksual terhadap @aarummanis.
Korban Terus Bertambah
Hingga saat ini, korban-korban dari Mohan Hazian terus bertambah. Tidak hanya dari Indonesia, model dari Malaysia juga sudah menyampaikan pengalaman buruk mereka. Selain itu, ada pula model berusia 17 tahun yang mengaku pernah mendapatkan perlakuan serupa dari Mohan.
Tanggapan Istri Mohan Hazian
Akun Instagram Alya, istri Mohan Hazian, masih ramai dipenuhi komentar warganet hingga saat ini. Banyak netizen menyampaikan dukungan dan simpati kepada Alya di tengah situasi sulit yang dihadapinya. Namun, sebagian lainnya justru memberikan peringatan agar Alya lebih berhati-hati terhadap Mohan Hazian.
Alya Putri terlihat nyaris menghapus seluruh foto dan video yang menampilkan wajah Mohan Hazian di akun Instagram pribadinya. Sikapnya itu seolah menunjukkan bahwa dirinya marah sekaligus kecewa pada suaminya soal pelecehan seksual yang ramai diperbincangkan.
Pengakuan Korban
Pemilik akun X/Twitter @aarummanis membagikan pengalaman tak mengenakkan yang melibatkan Mohan Hazian. Akun tersebut bercerita bahwa dirinya menerima pekerjaan sebagai talenta untuk sebuah merek lokal ternama pada bulan Mei 2025. Pada awal sesi pemotretan dan pengambilan gambar, semuanya berjalan lancar. Namun, situasi berubah mencekam setelah sesi selesai.
Saa awalnya mengira akan diajak makan bersama kru lain, namun justru dibawa kembali ke area pemotretan dan ditinggalkan berdua bersama pelaku. Dalam unggahannya, Saa menjelaskan secara rinci bagaimana M mulai melakukan tindakan tidak senonoh. Meski korban telah memberikan penolakan keras dan mencoba melawan secara fisik, pelaku tetap melanjutkan aksinya dengan agresif, termasuk naik ke atas tubuh korban.











