"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Ikuti Kelas Menulis Fiksi di Fiction Writing Club IPB Press

Mungkin kamu pernah merasa punya banyak cerita di kepala, tapi semuanya berhenti di situ saja! Ya… di kepala saja. Ide datang silih berganti, kadang begitu kuat sampai bikin susah tidur, tapi entah kenapa selalu mentok di tengah jalan. Baru beberapa halaman ngetik cerita, lalu berhenti. File menumpuk di laptop, folder penuh judul-judul karya fiksi yang menjanjikan, tapi tak satu pun benar-benar selesai.

Kalau kamu pernah (atau sedang) berada di fase itu, kamu tidak sendirian. Saya bertemu dengan sangat banyak orang yang ingin menulis fiksi. Katanya pengen punya novel sendiri. Katanya pengen melihat namanya tercetak di sampul buku. Katanya pengen ceritanya dibaca orang lain. Tapi entah kenapa, selalu ada jurang antara niat dengan naskah yang benar-benar selesai, alias TAMAT.

Jurang itu bukan soal bakat, atau perkara si penulis ini kurang pintar merangkai kata. Sering kali, jurang itu ada karena seorang penulis tidak tahu bagaimana cara konsisten menulis, sampai cerita benar-benar tamat.

Banyak Orang Bisa Memulai, tapi Sedikit yang Menyelesaikan

Dalam dunia kepenulisan, memulai itu sebenarnya bagian yang paling mudah. Menulis kalimat pertama saja sudah terasa sangat heroik. Kita merasa sedang menciptakan sesuatu yang besar. Masalahnya, menulis tidak berhenti di kalimat pertama.

Di tengah jalan, cerita mulai terasa hambar. Karakter seperti kehilangan nyawa. Alur terasa berantakan. Kita mulai ragu, “Ini bener nggak sih?” atau “Kayaknya ceritaku biasa aja.” Lalu perlahan, kita menjauh dari naskah yang begitu semangat kita tulis di awal tadi. Alasannya karena tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Di titik inilah banyak penulis berhenti. Mereka bisa menulis, tapi mereka tidak punya sistem kerja dan pendampingan untuk menuntun prosesnya. Itulah mengapa kemampuan paling penting bagi penulis di mataku bukan sekadar menulis dengan indah, tapi menyelesaikan cerita sampai tuntas.

Salah satu mitos paling merusak dalam dunia menulis adalah anggapan bahwa tulisan bagus lahir dari inspirasi besar. Seolah-olah penulis hanya perlu menunggu momen mood datang, kemudian “klik,” semuanya mengalir dengan sendirinya. Padahal, menulis lebih mirip berkebun daripada nungguin petir datang. Kamu sendiri yang menanam idenya. Kamu sendiri yang menyiramnya sedikit demi sedikit. Kadang hujan, kadang kering. Kadang tumbuh, kadang layu. Tapi kalau kamu berhenti merawatnya, ia pasti mati.

Dalam buku ketiga saya yang berjudul SUAKA CERITA, saya sering mengulang satu kalimat , bahwa menulis bukan bakat, tapi kebiasaan. Dan kebiasaan itu bisa dipelajari. Bahkan oleh orang yang merasa dirinya “nggak punya bakat nulis.” Bahkan oleh mereka yang selama ini hanya menjadi pembaca setia, bukan penulis aktif.

Fiction Writing Club by IPB Press

Fiction Writing Club by IPB Press secara rutin insyaallah akan digelar berkala setiap tahun. Ide ini lahir bukan karena IPB Press ingin membuat kelas menulis sebanyak-banyaknya. Mulanya demi menjawab keresahan umum, bahwa terlalu banyak cerita bagus yang tidak pernah selesai.

Kelas Fiction Writing Club by IPB Press ini dirancang untuk kamu yang:

  • Punya ide cerita tapi selalu mandek di tengah
  • Sudah lama ingin menulis karya fiksi, seperti novel, novella, kumpulan cerita, dll, tapi bingung mulai dari mana
  • Merasa tulisannya “ada sesuatu yang kurang” tapi tidak tahu apa
  • Ingin serius menulis dan bercita-cita menerbitkan karya sendiri

Di kelas ini, kita tidak berlomba-lomba menjadi paling jago. Kita belajar sama-sama dan terarah supaya ceritamu bergerak, bertumbuh, dan sampai TAMAT.

Apa yang Akan Kamu Pelajari di Fiction Writing Club?

Pelatihan ini disusun berdasarkan proses nyata yang dialami banyak penulis pemula, termasuk aku sendiri.

  1. Dari Ide ke Tulisan

    Kita akan mulai dari hal yang paling dasar, tapi sering disepelekan, yaitu mengenali ide. Pada dasarnya, tidak semua ide layak dijadikan novel. Di kelas ini, kamu akan belajar memilih ide yang punya “napas panjang” lalu mengembangkannya menjadi peta cerita yang masuk akal. Kamu tidak harus menuliskannya secara urut. Kamu boleh melompat-lompat. Kamu boleh mencoba yang mana saja dulu. Yang penting, kamu tahu ke mana ceritamu akan pergi.

  2. Proses Kreatif Menulis

    Tidak ada cerita yang lahir karena kebetulan. Pasti dipengaruhi keputusan-keputusan kecil dari diri kita sebagai penulis. Contohnya, bagaimana membangun karakter, bagaimana memilih sudut pandang, bagaimana menulis dialog yang mengalir. Di sesi ini, kita akan membedah:

  3. Kenapa karakter terasa datar
  4. Kenapa alur terasa lambat atau membosankan
  5. Apa bedanya plot dan story

  6. Riset dan Penyuntingan

    Banyak penulis berhenti tepat sebelum garis akhir karena takut menyunting sendiri (self-editing). Padahal, self-editing bukan musuh penulis. Justru itu bisa membuat cerita menjadi matang. Kamu akan belajar:

  7. Cara riset yang cukup (tidak berlebihan)
  8. Teknik self-editing
  9. Mengenali kapan naskahmu siap melangkah ke tahap berikutnya

Fiction Writing Club by IPB Press tidak menjanjikan kamu langsung menjadi penulis terkenal. Kelas ini juga tidak menjual mimpi kosong. Yang kami tawarkan adalah:
* Sistem kerja menulis
* Pendampingan yang realistis
* Ruang aman untuk bertumbuh

Dan ketika karyamu berkembang dengan baik, ada fasilitasi penerbitan bagi naskah-naskah yang dikurasi melalui Insan Pustaka Berkreasi, imprint IPB Press.

Insan Pustaka Berkreasi menjadi ruang penerbitan khusus bagi karya kreatif, populer, dan fiksi. Ini jelas berbeda dari fokus IPB Press yang selama ini dikenal kuat pada buku ilmiah dan akademik. Lewat imprint ini, IPB Press memberi ruang bagi cerita-cerita yang ingin menjangkau pembaca luas, mulai dari fiksi, cerita anak, hingga novel yang inspiratif. Sebuah upaya untuk memperkaya literasi, sekaligus memberi kesempatan bagi karya-karya fiksi untuk benar-benar menemukan rumahnya.

Detail Pelatihan

Hal paling melelahkan dari menulis adalah merasa sendirian. Dulu, aku pernah ada pada tahap merasa ragu, tapi tidak tahu harus bertanya ke siapa. Merasa buntu, tapi tidak punya teman diskusi. Nah, di Fiction Writing Club, kamu tidak berjalan sendirian. Kamu akan bertemu orang-orang dengan keresahan serupa. Kamu akan belajar bersama, tumbuh bersama, dan saling mengingatkan bahwa menulis memang tidak selalu mudah, tapi selalu layak diperjuangkan.

Buat kamu yang berminat mengikuti pelatihan ini, berikut detailnya:

  • Biaya pelatihan: Rp150.000
  • Waktu pelatihan: 31 Januari dan 1 Februari 2026
  • Media: Zoom Meeting
  • Link pendaftaran: https://s.id/PMFIPB

Yang akan kamu dapatkan:
* Materi pelatihan eksklusif
* E-Sertifikat dari IPB Press
* Sesi mentoring bersama penulis/editor profesional
* Buku panduan “SUAKA CERITA: Menulis Fiksi untuk Pemula dari Niat hingga Tamat”
* Doorprize menarik
* Peluang karya untuk diterbitkan

Pelatihan ini terbuka untuk umum. Kamu tidak harus sudah jago menulis. Kamu tidak harus punya naskah selesai. Yang penting, kamu mau belajar dan mau bertanggung jawab pada ceritamu sendiri.

Kalau Bukan Sekarang, Kapan?

Ceritamu sudah cukup lama menunggu untuk dituliskan, diselesaikan, dan diberi kesempatan hidup. Kalau selama ini kamu selalu berkata, “Nanti saja,” mungkin inilah saatnya mengganti pandanganmu. Kalau kamu mencari jalan pintas, mungkin kelas ini bukan untukmu. Tapi kalau kamu ingin benar-benar menulis, kelas ini bisa menjadi rumah sementara untuk ceritamu. Sikakan daftar Fiction Writing Club by IPB Press, dan buka peluang ceritamu benar-benar terbit. Aku menunggumu di kelas. Ceritamu layak untuk SELESAI.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *