Perubahan Perilaku Konsumen dalam Pasar Otomotif
Pasar mobil bekas di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen di pasar otomotif nasional, khususnya di tengah tekanan daya beli masyarakat.
Survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong konsumen untuk menunda pembelian mobil baru dan beralih ke mobil bekas sebagai pilihan yang lebih rasional.
Dari 767 responden pemilik mobil bekas yang disurvei, sebanyak 42 persen memilih mobil bekas karena faktor harga yang lebih terjangkau. Selain itu, pajak yang lebih ringan sebesar 23 persen dan depresiasi yang lebih rendah sebesar 10 persen juga menjadi alasan utama. Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan terhadap mobil bekas bukan hanya soal selera, tetapi juga respons terhadap jarak yang semakin melebar antara harga kendaraan baru dan kemampuan finansial masyarakat.
Kondisi Ekonomi dan Pengaruhnya pada Pasar Mobil
Peneliti Senior LPEM FEB UI, Riyanto, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar mobil bekas tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi makro dan tekanan pada kelompok menengah. Ia menyatakan bahwa daya beli masyarakat saat ini masih terbatas, dengan harga mobil yang lebih tinggi daripada pendapatan rata-rata masyarakat.
Menurut Riyanto, pertumbuhan ekonomi yang bertahan di kisaran 5 persen membuat peningkatan pendapatan per kapita tidak lagi sekuat satu dekade sebelumnya. Situasi ini paling dirasakan oleh kelompok menengah yang selama ini menjadi basis utama pembelian mobil. Dalam survei tersebut, jumlah kelompok menengah turun dari 57 juta pada 2019 menjadi 47 juta pada 2024.
Penyusutan jumlah kelompok menengah ini berdampak langsung pada pola konsumsi. Siklus penggantian mobil yang sebelumnya relatif cepat, sekitar tiga hingga lima tahun, kini cenderung memanjang. Sebagian konsumen memilih menunda pembelian mobil baru, sementara lainnya beralih ke pasar mobil bekas.
Pertumbuhan Pasar Mobil Bekas
Kondisi tersebut membuat pasar mobil baru melemah, sedangkan pasar mobil bekas justru tumbuh. Riyanto mencatat bahwa jika dibandingkan dengan puncak penjualan mobil baru pada 2013, volumenya telah turun sekitar 30 persen. Namun, penurunan itu tidak sepenuhnya mencerminkan penyusutan kebutuhan, melainkan pergeseran ke pasar mobil bekas.
Peran mobil bekas sebagai alternatif juga terlihat dari analisis elastisitas harga. Survei menunjukkan bahwa kenaikan harga mobil bekas sebesar 1 persen berkorelasi positif dengan peningkatan penjualan mobil baru di hampir seluruh segmen, meski dengan tingkat sensitivitas yang berbeda-beda. Artinya, ketika harga mobil bekas meningkat, sebagian konsumen mulai kembali mempertimbangkan mobil baru. Namun, efeknya relatif terbatas.
Hanya sekitar 15 persen pembeli mobil bekas yang menyatakan bersedia beralih ke mobil baru jika harga mobil bekas naik 10 persen. Sebaliknya, penurunan harga mobil baru memiliki daya dorong yang lebih besar. Sekitar 27 persen pembeli mobil bekas menyatakan minat beralih ke mobil baru jika harga mobil baru turun 10 persen. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik mobil bekas saat ini sangat ditentukan oleh selisih harga yang masih cukup lebar.
Perkembangan Pasar Otomotif di Masa Depan
Survei yang sama juga mencatat bahwa mayoritas calon pembeli mobil dalam lima tahun ke depan bukanlah pembeli pertama. Dari 1.511 responden yang berminat membeli mobil, 87 persen sudah memiliki kendaraan, dan sekitar 60 persen di antaranya merupakan pemilik mobil bekas. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pasar otomotif saat ini lebih banyak digerakkan oleh kebutuhan mengganti kendaraan lama dibandingkan menambah unit baru.
Dalam konteks ini, mobil bekas menjadi opsi yang paling realistis bagi banyak konsumen. Meski demikian, peluang pergeseran ke mobil baru tetap terbuka. Sekitar 29 persen pemilik mobil bekas menyatakan berencana membeli mobil baru dalam lima tahun ke depan, terutama untuk memperoleh kondisi kendaraan yang lebih terjamin serta teknologi dan fitur terkini.
Namun, selama kesenjangan antara harga mobil baru dan daya beli masyarakat belum menyempit, mobil bekas diperkirakan akan tetap menjadi pilihan rasional di tengah ketidakpastian ekonomi.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











