JAKARTA,
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Mohammad Choirul Anam mengecam tindakan yang diduga merupakan teror terhadap sejumlah influencer yang aktif menyuarakan isu bencana. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap peristiwa tersebut, yang menurutnya merugikan para aktivis dan tokoh publik.
Menurut Anam, siapa pun yang terlibat dalam aksi teror tersebut memiliki motif yang tidak jelas, namun tindakan tersebut jelas merusak lingkungan demokratis yang seharusnya dilindungi oleh hukum. Ia menegaskan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan oleh para influencer adalah bagian dari hak-hak dasar yang dijamin oleh konstitusi serta undang-undang nasional.
Anam juga meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku di balik dugaan teror ini. Menurutnya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas tindakan tersebut agar dapat diambil langkah-langkah hukum yang tepat.
Beberapa kreator konten dan publik figur mengaku mendapatkan ancaman teror setelah mereka membahas penanganan bencana di Sumatera. Salah satu yang mengalami hal ini adalah Sherly Annavita, yang melalui akun Instagram @sherlyannavita, mengunggah pengalamannya.
Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan bahwa ada kantong telur yang dilemparkan ke rumahnya. Selain itu, ia juga menemukan gulungan kertas berisi pesan ancaman yang menyebutkan bahwa ia tidak boleh memanfaatkan bencana Aceh untuk mencari popularitas. Bahkan, mobilnya dicoret dengan pilox warna merah.
Selain Sherly, Virdian Aurellio juga mengaku mengalami ancaman serupa. Dalam postingannya di Instagram @virdian_aurellio, ia menyampaikan bahwa keluarga dan teman-temannya juga menerima pesan dari nomor yang sama. Ia meminta pelaku teror untuk segera berhenti karena tindakan tersebut bisa merugikan masyarakat dan pemerintah.
Virdian juga menekankan bahwa saat ini masyarakat lebih fokus pada bantuan kepada korban bencana dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Ia mengajak semua pihak untuk memberi apresiasi kepada relawan dan petugas lapangan, alih-alih melakukan tindakan teror.
Sementara itu, Yama Carlos, seorang aktor dan publik figur, juga mengaku mengalami ancaman teror. Ia menyebutkan bahwa beberapa hari setelah memposting video, ia menerima ancaman. Bahkan, ibu dari temannya juga menjadi korban, dengan HP yang dihack dan nomornya diambil.
Yama juga mengungkap bahwa dirinya menerima kiriman paket COD dengan akun fiktif. Ia mengatakan bahwa jika ancaman ini terus berlanjut, ia akan menempuh jalur hukum.
Di sisi lain, DJ Donny atau Ramon Dony juga mengalami teror di rumahnya. Ia melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi, ia menyebutkan bahwa teror terjadi dua kali, yaitu pada Senin dan Rabu.
Donny mengungkap bahwa ada bangkai ayam yang dikirim ke rumahnya, serta molotov yang dilemparkan ke rumahnya. Ia mengkhawatirkan keamanan keluarga dan tetangga. Ia berharap polisi segera mengungkap pelaku teror agar tidak terjadi lagi.
Pihak kepolisian telah menerima laporan DJ Donny dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT.











