Pengalaman Wanita yang Mengeluh tentang Desakan Ibu Mertua untuk Menjual Emas dan Hadiah Pernikahan
Seorang wanita bernama Anh mengungkapkan pengalamannya dalam sebuah unggahan media sosial yang viral. Dalam ceritanya, ia mengungkapkan bahwa ibu mertuanya terus-menerus mendesaknya untuk menjual seluruh emas dan hadiah pernikahannya. Hal ini terjadi karena ibu mertuanya ingin membeli mobil mewah.
Anh awalnya merasa dihargai dan disayangi oleh ibu mertuanya saat pertama kali bertemu. Ia bahkan menyebut bahwa ibu mertuanya seperti seorang ibu kandung baginya. “Saya berasal dari keluarga yang orangtua bercerai saat saya masih kecil,” ujarnya. “Saya tinggal hanya bersama ayah. Saat bertemu dan mengetahui keadaan saya, ibu mertua menangis dan memeluk saya.”
Pada awalnya, Anh merasa sangat bahagia karena merasa diperlakukan dengan tulus oleh ibu mertuanya. Namun, setelah melahirkan bayinya, situasi berubah drastis. Suaminya tiba-tiba meminta Anh untuk memberikan semua emas dan uang pernikahan mereka. Bahkan, suaminya juga meminta agar semua kado pernikahan dan hadiah untuk bayi mereka diberikan kepada ibu mertuanya.
“Saya keberatan karena itu merupakan aset kami sebagai keluarga,” kata Anh. “Saya juga ingin menyimpan aset demi masa depan anak-anak kami.” Namun, penolakan tersebut tidak diterima oleh suaminya, sehingga terjadi pertengkaran antara keduanya.
Keesokan harinya, ketika suami Anh sedang bekerja, ibu mertuanya langsung datang kepadanya. “Dia meminta saya untuk melepas semua emas yang saya pakai,” ujar Anh. “Dia juga minta agar semua emas, uang dan hadiah pernikahan bahkan untuk bayi saya diberikan kepadanya.”
Anh merasa kaget karena tidak menyangka ibu mertuanya akan langsung meminta hal tersebut. Ia menolak dan mengatakan bahwa ia ingin membuka usaha sehingga butuh modal. “Saya juga mengatakan seluruh aset harus disimpan demi masa depan bayi kami,” tambahnya.
Mendengar jawaban itu, ibu mertua menjadi murka dan memarahi Anh. “Dia menuduh saya tidak percaya kepadanya dan menuduhnya sebagai pencuri.” Padahal, Anh hanya ingin menyimpan aset tersebut sendiri. Setelah suaminya pulang, ibu mertuanya mulai menangis dan berpura-pura sebagai korban kekerasan. Ia mengatakan bahwa Anh bersikap kasar padanya bahkan memaki dirinya.
Suami Anh langsung menampar Anh dengan keras. Melihat kejadian itu, ibu mertua sangat gembira dan menganggapnya hal yang wajar. “Setelah tamparan itu, saya dan suami sempat perang dingin. Bahkan suami saya tidak mau ikut membantu saya mengurus bayi kami,” ungkap Anh.
Beberapa hari kemudian, suami Anh akhirnya meminta maaf. Hubungan keduanya pun membaik, tetapi hubungan Anh dengan ibu mertuanya tetap tidak baik-baik saja. Namun, setelah beberapa hari baikan, ibu mertuanya kembali berulah.
“Saya diam-diam mendengar ibu mertua mendesak suami saya untuk menjual semua emas dan hadiah pernikahan,” ujar Anh. “Ibu mertua mengatakan hasil jual emas dan hadiah sangat besar, dan itu cukup untuk membeli mobil mewah.”
Postinan Anh menjadi viral di media sosial dan mendapat banyak komentar dari netizen. Banyak dari mereka meminta Anh untuk mempertahankan pernikahannya tetapi pindah ke luar kota. “Kamu bisa mengajak suami pindah rumah atau tinggal di luar kota. Jauhi ibu mertuamu dan hidup mandiri,” komentar netizen.











