Kematian Dosen Untag Semarang, DLL: Fakta-Fakta Terbaru yang Mengungkap Hubungan Terlarang
Kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, DLL, yang ditemukan meninggal di kamar hotel dengan hasil autopsi sementara menyatakan pecah jantung, terus mengungkap fakta baru. Kasus ini menunjukkan hubungan yang tidak biasa antara korban dan AKBP Basuki, seorang perwira polisi yang masih memiliki status pernikahan sah.
Hubungan yang Terbongkar
AKBP Basuki, yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pengendalian Massa (Kasubdit Dalmas) Direktorat Samapta Polda Jawa Tengah, menjadi saksi utama dalam kasus ini. Saat kejadian, ia berada satu kamar dengan DLL. Setelah pemeriksaan, hubungan mereka akhirnya terungkap. Mereka disebut tinggal bersama selama sekitar lima tahun, meski AKBP Basuki masih berstatus suami sah dan hanya pisah ranjang dengan istrinya.
Peringatan dari Rekan
Sebelum wafat, DLL sempat diperingatkan oleh rekan kerabatnya, Kastubi, agar berhati-hati menjalin hubungan dengan AKBP Basuki. Peringatan tersebut dilakukan karena status AKBP Basuki yang masih beristri. Kastubi mengungkap bahwa ia secara spontan memberi peringatan saat bertemu di kantin kampus pada Jumat (14/11/2025).
“Saya bilang ke Levi agar hati-hati dengan pacarnya yang seorang polisi. Saya mengingatkan secara spontan karena banyak informasi, polisi melakukan tindakan kekerasan kepada orang terdekatnya,” ujar Kastubi.
Keberadaan AKBP Basuki di Kampus
Kastubi juga menyampaikan bahwa ia sudah mengetahui hubungan dekat antara Levi dan AKBP Basuki sejak awal tahun 2024. Ia mengetahui hubungan mereka ketika melihat AKBP Basuki membantu menurunkan barang pribadi DLL selepas pulang dari luar kota pada sebuah acara fakultas.
“Polisi ini membantu membawa barang Levi. Pakai sepatu pantofel dinas dan seragam dinas. Tidak hanya saya yang melihat, tapi ada saksi lainnya,” paparnya.
Selain itu, AKBP Basuki juga terlihat menjemput DLL di kampus pada awal tahun 2025 selepas pulang tugas kampus dari Bali. Ketika itu, DLL mengakui bahwa AKBP Basuki merupakan kekasihnya.
Motif DLL dalam Hubungan
DLL diketahui senang dekat dengan anggota polisi. Sebelum menjalin asmara dengan AKBP Basuki, korban juga pernah menjalin hubungan dengan seorang polisi, tetapi hubungan itu kandas. Menurut Kastubi, motif DLL dalam memilih pasangan polisi tidak diketahui secara pasti.
Keluarga Tidak Mengetahui Hubungan
Kuasa hukum keluarga DLL, Zainal Abidin Petir, mengungkap bahwa pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui hubungan dosen Untag Semarang itu dengan AKBP Basuki. Namun, keluarga mulai curiga setelah mengetahui DLL masuk dalam daftar keluarga dalam kartu keluarga (KK) AKBP Basuki.
Padahal, AKBP Basuki masih memiliki seorang istri dan anak. “Jadi sampai saat ini keluarga tidak tahu apakah ada hubungan asmara atau hubungan khusus,” ujar Zainal.
Kecurigaan Keluarga
Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah ditemukan bahwa DLL dan AKBP Basuki tinggal satu kamar. Pihak keluarga lantas bertanya-tanya apakah keduanya memang memiliki hubungan asmara. Zainal menambahkan bahwa DLL hanya memiliki dua orang kakak, sementara kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Kedua kakak DLL juga sama sekali tak pernah mendengar hubungan asmara sang adik dengan seorang polisi. “Tidak pernah mendengar itu,” kata Zainal.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











