"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Thailand Kandas, Harga BBM Tembus Rp20 Juta Per Liter

Kenaikan Harga BBM di Thailand yang Mencengangkan

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Thailand mengalami lonjakan signifikan, terutama untuk jenis bensin RON 91 yang hampir mirip dengan Pertalite di Indonesia. Saat ini, harga BBM tersebut mencapai sekitar Rp 20 ribuan per liter, menjadikannya salah satu yang paling mahal di kawasan Asia Tenggara.

Penyebab Kenaikan Harga BBM

Pemerintah Thailand akhirnya menyerah terhadap tekanan harga minyak global yang meningkat tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Otoritas setempat memutuskan untuk menaikkan harga BBM nasional sebesar 6 baht atau setara sekitar Rp 3.090 per liter mulai hari Kamis, (26/3/26). Keputusan ini dilakukan setelah pemerintah memutuskan untuk menghentikan upaya pembatasan harga atau price cap yang dinilai terlalu memberatkan anggaran negara.

Keputusan ini diumumkan Rabu malam, (25/3/26), dan langsung memicu antrean panjang kendaraan di berbagai SPBU di seluruh penjuru negeri Thailand. Warga bergegas menyerbu SPBU terdekat guna mengisi tangki kendaraan mereka sebelum harga baru berlaku efektif pada hari Kamis ini mulai pukul 05.00 pagi setempat.

Perubahan Harga BBM di Berbagai Jenis

Perubahan kebijakan ini juga menyebabkan kenaikan harga solar sebesar 18 persen, sementara jenis bahan bakar lainnya mengalami kenaikan yang lebih moderat. Contohnya, di salah satu SPBU PTT, harga bensin Gasohol RON 91 yang secara nilai oktannya hampir setara dengan RON 90 Pertalite di Indonesia kini dibanderol Rp 20.934 per liter.

Pemerintah Thailand menyatakan bahwa biaya untuk mempertahankan batas harga sudah terlalu mahal akibat kenaikan harga minyak dunia yang didorong oleh perang di Timur Tengah. Sebagai gantinya, pemerintah akan menawarkan bantuan yang lebih terarah bagi kelompok yang paling terdampak, seperti konsumen kurang mampu, petani, dan pengemudi truk.

Penghapusan Subsidi BBM

Meskipun subsidi masih diberikan melalui Dana Bahan Bakar Minyak, nilainya jauh lebih rendah dari sebelumnya. Subsidi untuk high-speed diesel dan solar B20 dikurangi dari 26,99 baht (Rp 13.889) menjadi 19,12 baht (Rp 9.839) per liter. Untuk Gasohol E20 turun dari 12,85 baht (Rp 6.612) menjadi 5,94 baht (Rp 3.056).

Sementara itu Gasohol 95 dan 91 yang sebelumnya disubsidi 9,73 baht (Rp5.007) kini hanya disubsidi 3,26 baht (Rp 1.677). Subsidi sebesar 4,28 baht (Rp 2.202) untuk Gasohol E85 telah dihapus sepenuhnya.

Dampak Kenaikan Harga BBM

Tingkat konsumsi solar di Thailand sendiri biasanya mencapai angka rata-rata 65 juta liter per hari. Namun, sejak perang antara Iran dan Israel-AS terjadi, harga minyak terkerek dan konsumsi melonjak hingga antara 85 juta hingga 100 juta liter per hari. Fenomena penimbunan dalam skala besar menjadi penyebab utama ratusan SPBU kehabisan stok bahan bakar, meskipun pemerintah telah menjamin bahwa cadangan negara mencukupi.

Pemerintah Thailand juga mengklaim telah menguras anggaran 20 miliar baht atau sekitar Rp 10,29 triliun hanya dalam waktu tiga minggu demi menjaga harga tetap stabil. Pejabat terkait sempat mempertimbangkan untuk melakukan pinjaman guna menutupi kerugian tersebut, namun akhirnya diputuskan bahwa langkah itu tidak berkelanjutan.

Rincian Harga BBM Terbaru di SPBU PTT Thailand

Berikut rincian harga BBM terbaru di SPBU PTT Thailand beserta konversi rupiahnya:

  • High-speed diesel: 38,94 baht (Rp20.038)
  • B7 premium diesel: 54,64 baht (Rp28.118)
  • Gasohol 91 (Setara Pertalite): 40,68 baht (Rp20.934)
  • Gasohol 95: 41,05 baht (Rp21.124)
  • Gasohol E20: 36,05 baht (Rp18.551)
  • Gasohol E85: 32,79 baht (Rp16.874)
  • Gasohol 95 premium: 52,04 baht (Rp26.780)
  • Gasoline 95: 49,64 baht (Rp25.545)

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *