"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Stok Solar Nelayan Gresik Aman Saat Konflik Global, HNSI: Harga Tetap Normal

Stok Solar Nelayan di Gresik Masih Aman Meski Ada Tegangan Global

Ketegangan geopolitik akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas perikanan di Jawa Timur (Jatim), khususnya di Kabupaten Gresik. Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk nelayan tetap aman dan stabil.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Samaun, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada gangguan dalam distribusi atau kelangkaan solar di lapangan. Para nelayan masih dapat melaut dengan normal tanpa mengalami hambatan pasokan energi.

“Kayaknya untuk hari-hari ini masih belum terdampak. Tapi belum tahu setelah hari raya. SPBUN masih dibuka Sabtu besok, kami ambilnya solar nelayan, tidak ambil di SPBU umum,” ujar Samaun saat dihubungi melalui sambungan seluler, Jumat (27/3/2026).

Distribusi dan Harga Solar di Gresik Utara

Nelayan di wilayah utara Gresik, khususnya di Kecamatan Panceng dan Ujungpangkah, mengandalkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Nelayan (SPBUN) di Desa Campurejo. Keberadaan fasilitas ini sangat penting untuk menjaga stabilitas biaya operasional melaut.

Harga solar nelayan tetap stabil di angka Rp 6.800 per liter. Operasional SPBUN Campurejo melayani nelayan selama enam hari dalam seminggu. Jadwal tutup hanya pada hari Jumat, menyesuaikan dengan waktu istirahat mayoritas nelayan di Gresik.

Samaun menjelaskan, bahwa pada Kamis lalu, transaksi di SPBUN Campurejo masih berjalan lancar. Nelayan tidak perlu mengantre panjang atau mengalami kesulitan mendapatkan jatah subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

Desakan Pembangunan SPBUN Baru di Ujungpangkah

Meski stok saat ini aman, HNSI mencatat ada sekitar 5.000 perahu nelayan di seluruh Gresik yang membutuhkan kepastian distribusi jangka panjang. Kebutuhan solar per kapal bervariasi, sangat bergantung pada jenis mesin yang digunakan untuk melaut.

Sebagai langkah strategis, HNSI mendorong pemerintah untuk segera menuntaskan pembangunan SPBUN di Kecamatan Ujungpangkah. Hal ini bertujuan agar nelayan tidak lagi bergantung pada pengecer saat stok di titik utama menipis di akhir bulan.

“Tolong kalau bisa dibantu secepatnya SPBUN di Ujungpangkah dibangun. Biar nelayan tidak kelabakan beli solar di akhir bulan, karena di pengecer harganya tidak seperti di SPBUN resmi,” tegas Samaun.

Konteks Global dan Dampaknya pada BBM Indonesia

Ketegangan di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran sebagai salah satu produsen minyak dunia, secara historis selalu memberikan tekanan pada harga minyak mentah dunia (ICP). Jika konflik meluas, pemerintah biasanya akan menghadapi tantangan berat dalam menjaga harga BBM subsidi agar tidak membebani APBN.

Namun, hingga saat ini, PT Pertamina (Persero) dan pemerintah pusat masih melakukan pemantauan ketat. Untuk wilayah Jawa Timur, khususnya Gresik, rantai distribusi masih terjaga karena pasokan berasal dari terminal BBM yang memiliki cadangan mencukupi untuk kebutuhan harian nelayan lokal.

Tips bagi Nelayan Menghadapi Fluktuasi Stok

Guna mengantisipasi ketidakpastian distribusi di masa depan, para nelayan disarankan untuk tetap memiliki kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (Kusuka) yang valid sebagai syarat utama pembelian BBM subsidi. Selain itu, nelayan diimbau untuk:

  • Selalu memantau pengumuman resmi dari pengurus HNSI atau pengelola SPBUN setempat.
  • Melaporkan segera kepada pihak berwajib jika menemukan praktik penimbunan solar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
  • Mengoptimalkan penggunaan BBM dengan merawat mesin perahu secara berkala agar konsumsi bahan bakar lebih efisien.


Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *