"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Konflik Timur Tengah, Warga Medan Panik Antre di SPBU

Warga Kota Medan dan Jember Panik Akibat Kabar Kelangkaan BBM

Kabar kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang muncul akibat konflik di kawasan Timur Tengah, membuat warga Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menjadi panik. Antrean panjang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak Kamis (5/3/2026) sore. Hal ini menunjukkan kekhawatiran masyarakat akan ketersediaan BBM.

Jika biasanya antrean hanya terjadi pada BBM subsidi, kini antrean juga terjadi pada BBM non-subsidi. Warga terpaksa menunggu hingga beberapa jam untuk bisa mendapatkan bahan bakar minyak. Mereka mengaku bahwa kabar kelangkaan BBM beredar setelah konflik di negara kawasan Timur Tengah.

Johni, salah satu warga yang turut mengantre di SPBU, mengatakan bahwa ketakutan masyarakat lebih besar daripada realitasnya. Ia mengatakan bahwa informasi dari media sosial membuat masyarakat merasa khawatir akan kelangkaan BBM. “Saya kira kalau kelangkaan saat ini belum ada,” ujarnya.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Antrean panjang terlihat di SPBU Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates. Antrean sepeda motor dan pengemudi mobil tampak mengular hingga ke area luar SPBU, sehingga menyebabkan kemacetan di jalan raya.

Ashar, salah satu pengemudi mobil, mengatakan antrean ini terjadi karena masyarakat merasa khawatir kehabisan bahan bakar. “Gara-gara perang ini, panik Pak. Iya panik kehabisan bensin antri panjang,” ujarnya.

Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa stok BBM di Indonesia hanya berkisar 25 hari diduga menjadi pemicu fenomena antrean panjang tersebut. Hal ini disebabkan oleh potensi gangguan pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman

PT Pertamina (Persero) memastikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional tidak akan habis dalam 21 hari. Perusahaan terus menjaga pasokan BBM dengan berbagai langkah penguatan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menjelaskan bahwa sesuai aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari. Bahkan, pada produk tertentu cadangannya mencapai 35 hari.

Baron menjelaskan bahwa acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum.

“Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” imbuh dia.

Monitoring pasokan dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi perseroan untuk menjaga level cadangan energi, agar secara konsisten tersedia setiap waktu.

Operasional Kilang dan Distribusi BBM

Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga. Sementara pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang milik perusahaan.

“Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional,” ucapnya.

Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor ketersediaan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina mampu memonitor awak mobil tangki dalam proses distribusi ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan elpiji di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,” pungkas Baron.


Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *