Program Mobile Training Unit (MTU) untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMK dan SMA Double Track
Dinas Pendidikan Jawa Timur kembali menggelar program Mobile Training Unit (MTU) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi vokasi siswa SMK dan SMA Double Track. Program ini dilaksanakan di wilayah Malang dan Batu, dengan fokus pada pelatihan yang berbasis praktik nyata.
Lokasi dan Peserta Pelatihan
Pelaksanaan MTU tahun ini difokuskan di Kota Malang dan Kota Batu, dengan total peserta sebanyak 150 siswa. Pelatihan berlangsung selama enam hari, yaitu dari tanggal 2 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini diadakan di lima sekolah, antara lain SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.
Lima kompetensi keahlian yang diajarkan dalam program ini meliputi:
- Teknik Sepeda Motor (TSM)
- Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU)
- Videografi
- Fotografi
- Programmable Logic Controller (PLC)
Setiap kompetensi diikuti oleh sekitar 30 siswa, sehingga total peserta mencapai 150 orang. Dalam satu kegiatan, satu kompetensi dapat diikuti oleh siswa dari hingga empat sekolah.
Tujuan dan Strategi Pelaksanaan
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa pemusatan pelaksanaan MTU di satu wilayah bertujuan agar dampaknya lebih terasa bagi sekolah maupun masyarakat. Ia menyatakan bahwa sebelumnya, pelaksanaan MTU dilakukan di beberapa daerah dengan jumlah MTU yang sama, tetapi kini fokusnya hanya pada satu wilayah dengan beberapa sekolah.
“Fokus di satu wilayah agar hasilnya lebih maksimal. Kehadiran UPT PTKK jadi lebih terasa dengan variasi kompetensi yang diberikan,” ujar Aries.
Selain menyasar SMK, program ini juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik standar. Menurutnya, beberapa sekolah masih kurang dalam hal laboratorium maupun peralatan praktik seperti otomotif, tata boga, dan video-fotografi.
Evaluasi dan Proses Pelatihan
Aries menekankan bahwa pretest dan post test menjadi instrumen evaluasi untuk melihat perkembangan siswa selama enam hari pelatihan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelatihan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan.
“Jadi ada data evaluasi. Ada pendahuluan sebelum dilakukan pelatihan dan sesudah dilakukan pelatihan,” tegasnya.
Ia juga berharap kompetensi tata boga dapat segera digulirkan dalam program MTU, mengingat tingginya kebutuhan pasar kuliner. Menurutnya, siswa akan lebih antusias jika mendapatkan interaksi langsung dalam pelatihan praktik tata boga.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari pengabdian di bulan Ramadan, melalui transfer ilmu yang diharapkan memberi manfaat jangka panjang.
Peran UPT PTKK dan Instruktur
Kepala UPT PTKK, Endang Wanarsih, menjelaskan bahwa MTU merupakan layanan pelatihan keliling yang membawa peralatan praktik langsung ke sekolah. Dengan demikian, siswa dapat merasakan pengalaman belajar berbasis praktik nyata.
“Kegiatan ini meningkatkan akses pembelajaran keterampilan bagi siswa. Dengan sarana yang dibawa MTU, siswa bisa belajar langsung menggunakan peralatan sesuai standar industri,” ujarnya.
Narasumber dalam pelatihan ini berasal dari guru sekolah serta praktisi atau instruktur profesional. Pemilihan lokasi di wilayah Malang dan Batu dipilih karena memiliki fasilitas pendukung yang relatif lengkap, sehingga pelaksanaan pelatihan lebih optimal.
Materi dan Jadwal Pelatihan
Instruktur praktisi Teknik Sepeda Motor (TSM), Widianto, menjelaskan bahwa materi yang diberikan masih pada level dasar, meliputi pengenalan mesin, sistem kelistrikan, rangka, serta penggunaan alat ukur yang lazim digunakan di bengkel.
“Targetnya siswa mampu melakukan servis ringan. Materinya selaras dengan yang ada di sekolah, tapi kita perdalam lagi sesuai standar terkini,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung selama enam hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan kombinasi teori dan praktik. Peralatan yang digunakan merupakan kolaborasi antara fasilitas sekolah dan unit MTU.











