"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

OJK Tegal dan TP PKK Kota Tegal Latih Ibu-Ibu Jadi Agen Literasi Keuangan Syariah Melalui Talkshow Si Cantiks

Kolaborasi OJK dan PKK Kota Tegal untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Tegal menggelar sebuah talkshow bertajuk Si Cantiks (Sahabat Ibu Cakep Literasi Keuangan Syariah) dengan tema “Ngobrol Keuangan Syariah dan Peran Ibu Melindungi Keluarga”. Acara ini diadakan di Gedung Adipura, Kompleks Balaikota Tegal, pada Selasa 3 Maret 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, Ketua TP PKK Kota Tegal Ny. Gadis Sephi Febriana, Kepala OJK Tegal Kurnia Tri Puspita, serta sejumlah narasumber dari lembaga jasa keuangan syariah di kota tersebut.

Kurnia Tri Puspita, Kepala OJK Tegal, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen OJK dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di daerah. Menurutnya, peran ibu-ibu sangat strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.

“Peran ibu dalam keluarga ibarat Menteri Keuangan. Ibu tidak hanya mengelola pendapatan dari suami, tetapi juga mengatur pengeluaran, merencanakan kebutuhan, hingga memastikan keberlangsungan keuangan keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, OJK ingin mendorong lahirnya ibu-ibu yang cerdas finansial berbasis prinsip syariah. Artinya, mereka tidak hanya memahami konsep dan praktik keuangan syariah, tetapi juga mengetahui produk serta layanan lembaga jasa keuangan yang legal dan diawasi OJK.

Dalam paparannya, Kurnia menjelaskan bahwa sistem keuangan syariah memiliki perbedaan mendasar dengan sistem konvensional, terutama pada aspek akad dan mekanisme pengelolaan dana. Keuangan syariah mengedepankan prinsip bagi hasil, keadilan, transparansi, serta menghindari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan spekulasi.

“Prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan harta bertujuan menghadirkan keberkahan. Selain itu, investasi diarahkan pada sektor riil dan usaha yang halal,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ibu juga berperan sebagai pendidik literasi keuangan bagi anak-anaknya. Kebiasaan menabung, hidup hemat, serta kemampuan membedakan layanan keuangan legal dan ilegal perlu ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga.

“Ibu menjadi pengelola keuangan rumah tangga, perencana keuangan keluarga, pengambil keputusan investasi, sekaligus penggerak ekonomi mikro keluarga,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Tegal Ny. Gadis Sephi Febriana memimpin deklarasi Sahabat Si Cantiks. Dalam deklarasi itu, TP PKK Kota Tegal menyatakan komitmen untuk mengelola keuangan keluarga secara bijak dan sesuai prinsip syariah, menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang berizin serta diawasi otoritas berwenang, melindungi keluarga dari penipuan dan praktik keuangan ilegal, serta aktif menyebarkan literasi keuangan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menegaskan bahwa literasi keuangan keluarga merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Pemasukan besar tidak otomatis menjamin kesejahteraan jika tidak dikelola dengan baik. Tanpa perencanaan yang matang, pengeluaran bisa tidak terkontrol dan berpotensi menimbulkan konflik dalam keluarga,” ungkapnya.

Melalui program Si Cantiks, ia berharap ibu-ibu PKK mampu menjadi agen literasi keuangan syariah di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga dasawisma. Tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik investasi bodong maupun pinjaman online ilegal.

“Semoga dari kegiatan ini lahir kader-kader perempuan yang menjadi duta literasi keuangan syariah di lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari sejumlah lembaga jasa keuangan syariah di Kota Tegal yang memberikan pemaparan mengenai produk, layanan, serta tips pengelolaan keuangan keluarga berbasis prinsip syariah.

Melalui kolaborasi ini, OJK Tegal dan TP PKK Kota Tegal berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan syariah semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan melindungi masyarakat dari risiko keuangan di era digital.




Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *