"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Hukum  

File-file Gelap Epstein: Dari Tuduhan Kanibal hingga 900 Kali Sebutan Indonesia

Ringkasan Berita

Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis tambahan 3 juta halaman dokumen “Epstein Files” pada 30 Januari 2026, sebagai pemenuhan Undang-Undang Transparansi. Dokumen terbaru yang menyebutkan adanya perilaku menyimpang di pesta kapal pesiar memicu viralnya kembali video lama model Meksiko, Gabriela Rico Jimenez (2009), yang pernah secara histeris menuduh elite global terlibat kanibalisme. Kata kunci “Indonesia” muncul sebanyak 902 kali dalam dokumen tersebut.

Dunia Internasional Diguncang dengan Rilis Terbaru

Dunia internasional kembali diguncang dengan rilis terbaru Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait lebih dari 3 juta halaman berkas kasus Jeffrey Epstein. Rilis dokumen ini memicu kembali teori konspirasi lama terkait kesaksian model asal Meksiko, Gabriela Rico Jimenez, soal praktik kanibalisme elite global. Di sisi lain, berkas tersebut juga memicu kegaduhan di Tanah Air karena kata “Indonesia” disebut sebanyak 902 kali, termasuk mencatut nama sejumlah tokoh nasional.

Jeffery Epstein dan Kasusnya

Jeffrey Epstein adalah pengusaha kaya raya asal Amerika Serikat, sekaligus terpidana kasus pelecehan seksual anak yang didakwa pertama kali pada tahun 2006, dan meninggal dunia pada 10 Agustus 2019. Epstein tewas saat berada dalam tahanan akibat gantung diri ketika usianya 66 tahun. Nama Epstein begitu besar, sebab kasusnya menjadi pusat dari salah satu skandal kejahatan seksual terbesar di dunia. Epstein identik dengan jaringan perdagangan seks yang melibatkan anak-anak di bawah umur serta lingkaran pertemanan dengan tokoh-tokoh paling berpengaruh di dunia.

Tuduhan Kanibalisme

Gabriela Rico Jimenez, seorang wanita asal Meksiko yang menuduh elite global terlibat dalam praktik kanibalisme, kini kembali menjadi sorotan. Namanya kembali mencuat setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis sejumlah berkas baru terkait mendiang Jeffrey Epstein pada Jumat (30/1/2026). Mengutip Hindustan Times, salah satu dokumen yang dipublikasikan DOJ tersebut menceritakan tentang sebuah pesta di atas kapal pesiar, yang di dalamnya terdapat tuduhan mengenai orang-orang yang memakan kotoran dari usus. Dokumen itu juga melayangkan tuduhan terhadap sosok yang disebut sebagai “George Bush 1”. Pengungkapan tersebut lantas membuat video lama Gabriela Rico Jimenez kembali viral di media sosial.

Video Lalu Viral

“Dalam video tersebut, Gabriela Rico Jimenez, seorang model Meksiko berusia 21 tahun, terlihat berada di luar Fiesta Inn di Monterrey, Meksiko, pada 3 Agustus 2009,” tulis seseorang yang membagikan video tersebut. “Gabriela menghadiri pesta pribadi di hotel tersebut, sebuah acara model elit yang mempertemukan para pengusaha terkemuka, politisi, serta individu yang namanya muncul dalam berkas Jeffrey Epstein” lanjutnya. “Wanita muda itu mulai berteriak histeris bahwa mereka memakan anak-anak. Ia kemudian diamankan oleh polisi dan menghilang tanpa jejak” imbuhnya. “Kemarin, bukti yang mendukung klaimnya dirilis dalam kumpulan berkas baru dari Departemen Kehakiman AS, yang disebut membuktikan bahwa Bush melakukan hal tersebut, dan bahkan lebih buruk lagi,” jelas narasi tersebut.

Penyebutan Indonesia dalam Dokumen Epstein

Berdasarkan katalog resmi dokumen Epstein yang dipublikasikan pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat, kata kunci “Indonesia” tercatat muncul dalam sedikitnya 902 berkas. Temuan ini segera memantik rasa ingin tahu publik Tanah Air, sekaligus memunculkan beragam spekulasi di ruang media sosial. Dokumen-dokumen tersebut merupakan bagian dari arsip perkara Epstein sosok yang selama bertahun-tahun diketahui memiliki relasi luas dengan tokoh-tokoh berpengaruh dari berbagai negara, lintas sektor, dan lintas kepentingan.

Daftar Tokoh Indonesia dalam Dokumen Epstein

Dalam daftar yang dirilis, tercantum sejumlah nama figur publik dari beragam latar belakang. Di antaranya termasuk pejabat serta pengusaha asal Indonesia. Namun penting digarisbawahi, kemunculan nama-nama tersebut dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan adanya keterlibatan langsung dengan Epstein maupun dugaan tindak pidana apa pun. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti yang mengonfirmasi adanya hubungan personal, relasi bisnis, atau aktivitas ilegal antara Epstein dan pihak-pihak dari Indonesia yang namanya tercatat dalam berkas tersebut.

Rekam Jejak Kasus Jeffrey Epstein

Mengutip NDTV, Jeffrey Epstein, seorang pengusaha kaya raya asal Amerika Serikat, pertama kali didakwa atas pelanggaran seksual pada tahun 2006. Kasus ini bermula setelah orang tua seorang gadis berusia 14 tahun melaporkan kepada polisi bahwa Epstein telah melecehkan putri mereka di rumahnya di Florida. Namun, Epstein berhasil menghindari dakwaan federal yang dapat membuatnya menghadapi hukuman penjara seumur hidup berkat kesepakatan pembelaan dengan jaksa penuntut umum. Ia akhirnya hanya dipenjara selama 13 bulan.

Perilisan Berkas Epstein

Istilah Epstein Files atau Berkas Epstein merujuk pada kumpulan lebih dari 6 juta halaman dokumen, gambar, dan video yang merinci aktivitas kriminal Jeffrey Epstein serta lingkaran sosialnya yang terdiri dari tokoh-tokoh publik, termasuk politisi dan selebritas. Selama kampanye presidennya pada tahun 2024, Donald Trump sempat membual akan merilis Berkas Epstein, namun ia kemudian menyatakan bahwa berkas tersebut merupakan rekayasa anggota Partai Demokrat.

Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein

Pada 18 November 2025, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein dengan suara 427–1. Senat Amerika Serikat menyetujuinya secara bulat, dan Trump menandatangani RUU tersebut pada hari berikutnya. Departemen Kehakiman AS kemudian merilis sebagian kecil Berkas Epstein sesuai tenggat waktu undang-undang pada 19 Desember 2025. Terbaru, pada 30 Januari 2026, tambahan 3 juta halaman dirilis, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar.

Akses Berkas Epstein

Meskipun Departemen Kehakiman mengakui total 6 juta halaman mungkin memenuhi syarat sebagai berkas yang harus dirilis berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, mereka menyatakan rilis pada 30 Januari merupakan yang terakhir dan kewajiban hukum mereka telah dipenuhi. Semua file tersebut kini bisa diakses secara publik di situs https://www.justice.gov/epstein.




Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *