Persoalan Hukum dan Emosional antara Denada dan Ressa
Kisruh antara penyanyi Denada dan anak sulungnya, Ressa Rizky Rossano, masih menjadi perhatian publik. Perbedaan pendapat terjadi dalam ranah hukum, khususnya dalam sidang perdata. Kedua belah pihak sempat beradu argumen di ruang publik. Namun, situasi yang sebelumnya panas mulai mereda setelah Denada membuat pengakuan tentang jati diri Ressa.
Denada mengakui bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Meski begitu, perselisihan antara keduanya belum sepenuhnya terselesaikan. Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, menegaskan bahwa gugatan terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, masih berjalan. Ia menjelaskan bahwa pengakuan di media sosial tidak menggugurkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang sudah terdaftar.
“Kalau soal gugatan 7 miliar itu kan begini. Kita kan berbicara tentang sudah tahu taat hukum lah ya. Kalau kita berbicara tentang konsep Onrechtmatige daad (Perbuatan Melawan Hukum) itu kan harus ada unsur kerugian. Di mana gugatan ini kan sudah diajukan,” ujar Ronald di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan bahwa besaran tuntutan Rp7 miliar merupakan formulasi prosedur hukum yang telah ditetapkan. “Dengan adanya pengakuan, salah satu petitum yang saya ajukan. Di mana petitum yang lain itu ya, termasuk adanya permintaan maaf kepada ibu saya yang saya kejar, termasuk 7 miliar itu,” tambahnya.
Proses hukum akan terus bergulir selama belum ada putusan tetap atau upaya perdamaian yang konkret secara langsung. “Gugatan ini meskipun tidak ada pengakuan, enggak bisa kita rubah seenaknya. Ini formulasi yang sudah dijadikan sebagai prosedur tetap di pengadilan ya, yang tinggal menunggu sampai persidangan dan sampai ada putusan pengadilan,” tegas Ronald.
Syarat untuk Menghentikan Perkara
Pihak Ressa menyayangkan sikap Denada yang hanya memberikan pengakuan melalui layar ponsel tanpa inisiasi untuk bertemu secara fisik atau menjalin komunikasi batin sebagai ibu dan anak. Ronald menilai tidak ada itikad kuat dari Denada untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan di luar pengadilan.
“Kalau memang Denada mau menghentikan perkara ini ya, ya sudah datang ke sini, ngobrol dengan enak, ya to? Melakukan pengakuan, minta maaf, selesai. Ini kan enggak,” tegas Ronald.
Lebih lanjut, ia menyebut video pengakuan tersebut tidak diikuti dengan permohonan maaf kepada pihak keluarga angkat di Banyuwangi (Mama Ratih) yang selama 24 tahun membesarkan Ressa. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa gugatan terus dilanjutkan.
Ressa Menunggu Komunikasi Langsung
Senada dengan kuasa hukumnya, Ressa Rosano menyatakan bahwa video pengakuan ibunya tersebut belum sepenuhnya menyentuh hatinya. Bagi Ressa, sebuah pengakuan seharusnya dibuktikan dengan pertemuan tatap muka.
“Ya intinya belum aja kena ke hati, Kak. Bertemu. (Ingin) bertemu,” kata Ressa singkat.
Hingga saat ini, Ressa mengaku belum ada komunikasi langsung dari pihak Denada kepadanya setelah video tersebut viral. Ia kini memilih menunggu di Jakarta sembari berharap sang ibu memiliki keberanian untuk menemuinya secara langsung dan berbicara dari hati ke hati, ketimbang hanya melalui konferensi pers atau media sosial.
Ressa Memohon Netizen Tak Boikot Denada
Kemunculan Ressa Rizky Rosano di depan publik sempat membuat geger. Pengakuannya sebagai anak kandung dari Denada, membuat Ressa mendapatkan sorotan habis-habisan. Dampaknya, Ressa yang tadinya sama sekali tak bersinggungan dengan panggung hiburan, mendapatkan tawaran kanan dan kiri. Tawaran yang terbaru adalah Ressa menjadi model catwalk bersama ibu asuhnya, Ratih, untuk memperagakan busana milik Shella Saukia.
Ressa juga mendapatkan tawaran untuk menjadi bintang tamu podcast, variety show di TV sampai bintang TikTok live. Berbanding terbalik dengan karir Ressa yang mulai menanjak, Denada malah mendapatkan ancaman boikot dari netizen. Seruan boikot terhadap Denada itu nyaring di media sosial. Terlebih, saat Denada belum mengeluarkan pernyataan apapun soal Ressa. Merasa dirinya dibela habis-habisan oleh netizen, Ressa langsung menangis.
Ressa meminta agar ancaman boikot terhadap ibunya itu tak benar-benar terjadi. Bahkan, saat menjadi bintang tamu dalam siaran langsung Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Ressa sampai memohon dan berlinang air mata.
“Gak mau ka, jangan, kasihan. Kakak-kakak netizen, Ressa minta tolong janganlah sampai diboikot itu karena Ressa gak mau sampai seperti ini, kasihan juga, mau bagaimanapun itu ibu Ressa,” kata Ressa.
Ucapan Ressa itu langsung mengundang decak kagum sekaligus haru dari para host dan pengacara Ressa. Bahkan, Dewi Perssik yang duduk di samping Ressa pun tak sanggup menahan tangisnya.
Menurut Ressa, aksi cancel culture itu tak perlu dilakukan, karena bisa berpengaruh kepada karir ibunya. Bagi Ressa, meski selama 24 tahun ia ditelantarkan ibu kandungnya, ia merasa Denada tak memiliki salah apapun terhadapnya.
“Di mata Ressa gak ada salahnya, kakak netizen janganlah diboikot begitu. Kalau gak, Ressa saja gak apa-apa (yang diboikot) jangan ibu, di mata Ressa ibu gak pernah salah, cuma Ressa kecewa aja itu aja,” kata pria asal Banyuwangi itu.
“Saya lebih baik gak terkenal tapi ada ibu, saya bisa cari uang sendiri kapanpun, bagaimanapun, kapanpun, kalau ada kerjaan saya bisa cari sendiri,” kata Ressa.











