"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Kunci jawaban Indonesia kelas 12 halaman 137, video korban perundungan

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 Halaman 137 Ayo Berlatih, Video Kisah Korban Perundungan

Kunci jawaban seringkali menjadi alat bantu bagi siswa dalam membandingkan hasil pekerjaan mereka dengan jawaban yang benar. Dalam konteks pembelajaran, kunci jawaban juga bisa berfungsi sebagai referensi untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang diberikan oleh guru atau dalam belajar mandiri. Artikel ini menyajikan kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 12 untuk soal-soal pada halaman 137 Bab 4 tentang menyampaikan opini mengenai perundungan.

Pada halaman tersebut, siswa diminta menjawab beberapa pertanyaan setelah menonton video yang menceritakan pengalaman seorang korban perundungan. Berikut adalah kunci jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang ada di dalamnya.

Pertanyaan 1: Fakta yang Disampaikan Yarakka Bayles

Yarakka Bayles, ayah dari Quaden Bayles, menyampaikan beberapa fakta dalam unggahan videonya. Beberapa fakta tersebut antara lain:

  • Anaknya sering mengungkapkan keinginannya untuk bunuh diri.
  • Anaknya sering mendapatkan perundungan (bullying) dari teman-temannya di sekolah.
  • Yarakka Bayles juga menyampaikan bahwa video yang menampilkan anaknya sedang dibully oleh netizen secara verbal.

Banyak orang memberikan asumsi keliru melalui komentar di video tersebut. Misalnya, ada yang mengatakan, “Jelek sekali anak itu,” disusul oleh komentar-komentar seperti, “Lihat si cebol itu.” Bahkan ada yang mengatakan, “Itu yang terjadi jika Anda mengonsumsi obat-obatan saat hamil.”

Komentar-komentar tersebut tidak layak karena termasuk dalam perundungan siber (cyberbullying) secara verbal. Sebagai orang tua, Yarakka Bayles tidak menerima perlakuan buruk terhadap anaknya yang mengalami dwarfisme. Ia justru membuat dan membagikan video tersebut sebagai wujud rasa bangganya atas pencapaian sang anak setelah diterapi di rumah sakit di Brisbane, Australia.

Yarakka Bayles juga menyampaikan pendapat/opini tentang perundungan. Menurutnya, apa yang menimpa anaknya sungguh berlebihan. Ia mengunggah video di laman pribadinya dan tidak berharap akan diperlakukan sedemikian rupa. Lebih lanjut, Yarakka mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang ingin mendengar hal buruk tentang anak mereka atau ketika mereka mengalami perundungan.” Untuk itu, ia mengimbau kepada para orang tua agar bisa mendidik anak-anaknya agar tidak melakukan perundungan.

Pertanyaan 2: Informasi Tentang Perundungan Siber

Perundungan siber atau cyberbullying adalah bentuk intimidasi yang dilakukan melalui media digital, seperti media sosial, email, atau pesan teks. Salah satu contoh kasus perundungan siber di Indonesia adalah yang dialami oleh anak artis dan presenter Ussy Sulistyowati. Beberapa waktu lalu, ibu dari empat anak ini sempat mengunggah foto bersama keluarganya di akun Instagram miliknya. Usai diunggah, foto tersebut justru mendapatkan komentar-komentar tidak sopan dari warganet yang ditujukan pada anak perempuan Ussy.

Warganet mengomentari cara berbusana anak Ussy yang dinilai tidak sesuai usia. Tidak sekali ini saja, anak tertua Ussy yang berinisial A ini juga sering terkena body shaming, hingga menyebabkan ia sempat tidak mau makan demi mendapatkan tubuh langsing.

Efek yang paling nyata dan awal dari perundungan siber adalah masalah psikis dan kesehatan. Riset yang dilakukan oleh Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development menunjukkan bahwa, anak yang dirundung melalui media elektronik memiliki risiko lebih tinggi untuk depresi daripada anak yang dirundung secara langsung. Penindasan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan emosional, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini dapat menyebabkan cedera fisik, masalah sosial, masalah emosional, dan bahkan kematian. Mereka yang diintimidasi juga lebih rentan dengan masalah kesehatan mental, sakit kepala, dan adaptasi dengan sekolah. Perundungan juga dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang dalam hal menghargai diri sendiri.

Pertanyaan 3: Informasi Tentang Dwarfisme

Dwarfisme adalah kondisi perawakan pendek yang terjadi akibat faktor genetik atau medis. Secara umum, dwarfisme didefinisikan sebagai tinggi orang dewasa yang sama dengan atau kurang dari 147 sentimeter (4 kaki 10 inci). Rata-rata tinggi orang dewasa pada mereka yang mengalami dwarfisme adalah 122 sentimeter (4 kaki).

Kondisi yang menyebabkan dwarfisme dibagi menjadi dua kategori besar:

  • Dwarfisme disproporsional, yaitu bila ukuran tubuh tidak proporsional –ada beberapa bagian tubuh tampak kecil dan beberapa bagian lainnya tampak sedang atau lebih dari ukuran rata-rata. Kondisi ini menghambat perkembangan tulang.
  • Dwarfisme proporsional, yaitu tubuh dikatakan kecil secara proporsional apabila seluruh bagian tubuh berukuran kecil dengan derajat yang sama dan tampak seperti tubuh proporsional dengan ukuran kecil.

Penyebab dwarfisme antara lain:

  • Akondroplasia – kondisi yang menyebabkan perawakan pendek secara disproporsional.
  • Sindrom Turner – hanya memengaruhi wanita, terjadi apabila salah satu kromosom seks (kromosom X) hilang atau hilang sebagian.
  • Defisiensi hormon pertumbuhan – penyebab dari defisiensi hormon pertumbuhan terkadang dapat dikaitkan dengan mutasi genetik atau cedera.

Gejala dwarfisme meliputi:

  • Badan berukuran rata-rata
  • Lengan dan tungkai yang pendek
  • Jari-jari yang pendek
  • Pergerakan yang terbatas pada sendi siku
  • Kepala yang besar secara disproporsional
  • Perkembangan bentuk kaki yang abnormal
  • Perkembangan punggung bawah yang miring

Penanganan dwarfisme biasanya mencakup terapi hormonal atau prosedur pembedahan untuk mengoreksi masalah yang disebabkan oleh komplikasi yang timbul.

Pertanyaan 4: Cerita Pendek Berbasis Kehidupan Nyata

Siswa diminta untuk mencari cerita pendek yang berbasis cerita keseharian atau kehidupan nyata, lalu menemukan cerita fakta dan fiksi di dalamnya. Contoh cerpen yang bisa dipilih adalah kumpulan cerpen tentang anak berjudul Mata Jiwa karya Zhakyah Yunarwati. Dalam cerpen ini, siswa dapat menemukan elemen fakta dan fiksi yang saling berkaitan.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *