"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pemerintah Jamin Ketersediaan Bahan Pokok Selama Ramadan dan Idulfitri

Ketersediaan Pangan Pokok Strategis di Indonesia Masih Aman

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan jaminan bahwa ketersediaan pangan pokok strategis secara nasional masih aman hingga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Untuk memastikan ketercukupan stok, pemerintah juga menjalankan berbagai program intervensi pangan.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan bahwa sesuai arahan Kepala Bapanas, Bapanas terus memastikan ketersediaan bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 6 Januari 2026, komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, dan daging sapi/kerbau masih mencukupi untuk tiga bulan ke depan. Ini karena Ramadan dan Idulfitri yang diperkirakan akan dimulai pada tengah Februari sampai Maret.

Beras

Untuk beras, total ketersediaan secara nasional Januari sampai Maret dapat mencapai 22,2 juta ton. Ini berasal dari stok awal tahun di 12,4 juta ton ditambah produksi dalam tiga bulan yang dapat mencapai 9,8 juta ton. Sementara, total kebutuhan konsumsi beras di 7,7 juta ton sehingga masih ada surplus di akhir Maret sebanyak 14,5 juta ton.

Daging Ayam Ras

Total ketersediaan daging ayam ras selama 3 bulan dapat mencapai 1,6 juta ton dari stok awal tahun di 252,3 ribu ton ditambah produksi Januari-Maret 1,4 juta ton. Surplus dapat tercipta karena kebutuhan konsumsi daging ayam ras di angka 1,01 juta ton.

Telur Ayam Ras

Ketersediaan telur ayam ras sampai Maret diproyeksikan 1,9 juta ton. Ini dari stok awal tahun di 92,8 ribu ton ditambah produksi 1,8 juta ton. Sementara konsumsi nasional Januari-Maret 1,67 juta ton. Jadi masih akan ada surplus di akhir Maret 305,8 ribu ton.

Gula Konsumsi

Gula konsumsi pun idem. Ketersediaan sampai Maret dapat mencapai 1,46 juta ton yang berasal dari stok awal tahun di 1,44 juta ton ditambah produksi sampai Maret 26,7 ribu ton. Ini masih dapat memenuhi konsumsi nasional Januari-Maret 712,5 ribu ton. Surplus di akhir maret diperkirakan di 751,5 ribu ton.

Daging Sapi/Kerbau

Komoditas daging sapi/kerbau juga dipastikan masih cukup aman sampai Maret. Total ketersediaannya Januari sampai Maret dapat mencapai 185,4 ribu ton berasal dari stok awal tahun 41,6 ribu ton ditambah produksi dan hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan di angka 125,2 ribu ton serta impor daging beku 18,5 ribu ton. Sementara angka konsumsi nasional berada di 179 ribu ton.

Program Intervensi Pangan

Selain itu, Bapanas bersama stakeholder pangan juga akan menggencarkan berbagai program intervensi pangan yang dapat menyentuh langsung ke masyarakat. Misalnya pasar murah seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran SPHP beras.

Program GPM sendiri sampai minggu ketiga Januari 2026 telah direalisasikan sebanyak 264 kali di 106 kabupaten/kota. Capaian di awal tahun ini meningkat 52,6 persen dibandingkan Januari tahun lalu yang terlaksana 173 kali. Bapanas akan terus melesatkan kuantitas GPM sampai Idulfitri mendatang.

Untuk pelaksanaan program SPHP beras di Januari 2026 masih terus dijalankan Perum Bulog sebagai perpanjangan program SPHP beras tahun 2025. Realisasi penjualan selama Januari 2026 ini telah mencapai sekitar 63 ribu ton.

Pengawasan Harga Pangan

Pemerintah pun berkomitmen menjaga harga pangan pokok strategis selama HBKN Ramadan dan Idulfitri. Salah satunya dengan peningkatan pengawasan melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026. Pengawasan akan dilakukan mulai dari hulu seperti produsen dan distributor, hingga hilir seperti toko besar, pedagang eceran, dan ritel modern.

Distribusi Pangan dan Cuaca

Dalam konferensi pers Rakor hari ini, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan pemerintah bersama segenap stakeholder akan melakukan akselerasi distribusi pangan sebagai antisipasi cuaca. Ini penting sebelum musim penghujan semakin meningkat.

[NAMA PEMERINTAH] menegaskan tidak boleh ada pelaku usaha yang mematok harga yang tidak wajar. Semua harus sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) tingkat produsen serta Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *