"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

WFH Tak Ganggu Layanan, Imigrasi Gorontalo Jamin Pelayanan Warga

Kantor Imigrasi Gorontalo Tetap Beroperasi Secara Tatap Muka

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo tetap beroperasi secara tatap muka (WFO) meskipun ada instruksi work from home (WFH) dari pemerintah pusat. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan lancar.

Suasana ruang pelayanan terlihat tenang, tertib, dan tidak terjadi penumpukan antrean, baik di loket paspor maupun layanan warga negara asing. Dari pagi hingga siang hari, aktivitas pelayanan berjalan normal seperti biasanya. Ruangan yang cukup luas terlihat nyaman dengan kursi tunggu yang sebagian besar masih kosong. Hanya beberapa warga yang duduk sambil memegang map berisi dokumen, sesekali menoleh ke layar antrean digital yang menampilkan nomor panggilan.

Di depan ruangan, petugas tampak sigap melayani masyarakat. Suara panggilan antrean terdengar pelan namun jelas, memecah suasana yang relatif tenang. Tidak terlihat antrean mengular, proses pelayanan berlangsung cepat dengan alur yang rapi. Di bagian lain, papan bertuliskan “Layanan WNA (Foreign Service)” terlihat aktif melayani beberapa warga negara asing yang datang dengan berkas lengkap.

Sementara itu, di loket paspor, warga lokal silih berganti maju saat nomor antreannya dipanggil. Beberapa pemohon juga mengurus dokumen untuk keperluan ibadah haji. Kepala Kantor Imigrasi Gorontalo, Josua Pahala Martua, menegaskan bahwa pelayanan tetap berjalan seperti biasa meski ada instruksi WFH.

“Memang ada surat edaran dari Direktorat Jenderal Imigrasi dan juga dari kantor wilayah, tetapi untuk pelayanan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo tetap ada. Kami tetap bekerja dari kantor,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa instruksi WFH tidak memengaruhi layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Pelayanan di kantor kami tetap berjalan seperti biasa. Dari Senin sampai dengan Jumat kami melayani masyarakat dan tidak ada pengaruh terhadap pelayanan yang sudah ada sebelumnya,” jelasnya.

Di meja informasi, beberapa warga tampak bertanya terkait alur pengurusan paspor. Petugas dengan sabar memberikan penjelasan, bahkan membantu memastikan berkas yang dibawa sudah lengkap sebelum pemohon menuju loket. Tidak ada kerumunan atau penumpukan antrean. Setiap pemohon dilayani secara bergantian dengan waktu tunggu yang relatif singkat. Situasi ini membuat suasana pelayanan terasa lebih nyaman dan kondusif.

Josua menegaskan tidak ada pembatasan tambahan dalam pelayanan. “Untuk pelayanan tidak ada pembatasan kuota tambahan. Pelayanan paspor dan izin tinggal berjalan normal sesuai surat edaran dari pusat dan kantor wilayah,” katanya.

Untuk pengurusan paspor, masyarakat tetap diwajibkan mendaftar secara online sebelum datang ke kantor. “Pelayanan paspor sudah online, dengan kuota sekitar 50 pemohon per hari. Jadi masyarakat yang ingin datang bisa mendaftar terlebih dahulu,” jelasnya.

Meski begitu, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah pemohon masih dalam batas terkendali. Hal ini membuat seluruh warga yang datang tetap bisa terlayani dengan baik. “Selama ini masyarakat yang datang semuanya terlayani dengan maksimal dan prima,” tambahnya.

Terkait evaluasi kebijakan ke depan, pihak imigrasi masih menunggu arahan dari pusat. “Untuk evaluasi kebijakan kami masih menunggu surat edaran dan arahan dari pusat maupun kantor wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Gorontalo,” ungkap Josua.

Ia menegaskan bahwa koordinasi terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pantauan hingga siang hari menunjukkan ritme pelayanan tetap stabil. Warga datang silih berganti, tanpa lonjakan signifikan. Petugas tetap berada di tempat masing-masing, memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur.

Menutup keterangannya, Josua memastikan kesiapan pihaknya dalam melayani masyarakat. “Kami Kantor Imigrasi Kelas I TPI Gorontalo siap melayani masyarakat. Bila ada permohonan paspor, silakan datang ke kantor, kami siap melayani,” pungkasnya.

Dengan kondisi pelayanan yang tetap normal di tengah instruksi WFH, masyarakat diharapkan tetap tenang dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan saat mengurus dokumen keimigrasian.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *