"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Pintu Air Gunung Mindi Dibongkar, Biang Kerok Banjir Cikalang Diungkap

Pembongkaran Pintu Air Gunung Mindi untuk Mengatasi Banjir di Kota Tasikmalaya

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya melakukan pembongkaran terhadap pintu air Gunung Mindi yang berlokasi di wilayah Tawang, Kota Tasikmalaya. Pembongkaran ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mengubah pengaturan aliran air Cikalang yang sebelumnya sempat meluap dan menyebabkan banjir di beberapa rumah warga.

Pembongkaran dilakukan bekerja sama dengan Bidang SDA dan Bidang Jalan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya. Kepala Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menjelaskan bahwa hari ini pihaknya mulai membongkar pasangan tembok kusen pintu penguras serta dinding tembok pelimpah. Tujuan utamanya adalah untuk memindahkan posisi pintu penguras ke sisi kiri jalan agar tetap bisa mengaliri saluran ke kolam dan sawah warga di Cibeureum.

“Karena ada hambatan laju aliran. Jadi kita pindahkan dan fungsinya tetap, hanya beda posisi saja, dan pembongkaran ini dilakukan secara bertahap,” ujar Hendra.

Menurutnya, alasan pembongkaran adalah untuk memperbesar dan mempercepat aliran air ke Sungai Cikalang. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengurangi debit ke saluran irigasi tersier Gunung Mindi agar tidak terjadi kelebihan air.

Sebelumnya, pintu air Gunung Mindi menjadi penyebab utama meluapnya Sungai Cikalang hingga merendam puluhan rumah warga di Kampung Cikalang Pesantren, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Dinas PUTR Kota Tasikmalaya menemukan bahwa titik paling hilir ternyata memiliki pintu air yang tidak bisa dibuka alias tidak berfungsi dan putarannya hilang.

Hendra menegaskan bahwa kejadian banjir bukan disebabkan oleh tumpukan sampah, melainkan karena tertahannya debit air yang tinggi di pintu air Gunung Mindi. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan ke lokasi pintu air bersama BWWS serta PSDA Provinsi Jabar.

“Besok kami akan cek ke lapangan dengan konsultan. Karena curah hujan tidak bisa diprediksi sampai kapan dan ini paling hilir, otomatis arus dari Leuwimunding tertahan. Kalau ini sudah lepas semua bisa ngalir,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan pembongkaran pintu air tersebut yang memang sudah tidak berfungsi. “Kita rencanakan (pintu air yang tidak bisa dibuka) akan dibongkar supaya air lari dan tidak tertahan,” jelasnya.

Dampak Banjir di Wilayah Tawang

Sebelumnya, diberitakan bahwa puluhan rumah terendam banjir yang terjadi di dua RT tepatnya Kampung Cikalang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (2/4/2026). Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cikalang yang besar hingga merendam rumah warga di RT 01/06 dan RT 05/06 Kampung Cikalang, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Ketinggian air bervariasi dari setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa. Warga terdampak langsung mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Petugas gabungan dari unsur BPBD, Tagana hingga Damkar Kota Tasikmalaya melakukan penyedotan menggunakan mesin air di beberapa rumah warga yang masih ada genangan air.

Ketua RT 01/06, Zaenal Kamal, mengungkapkan bahwa jumlah rumah yang terdampak dari dua RT cukup banyak, namun saat ini debit air mulai berangsur menurun. “Mungkin hampir 70 rumah, untuk RT 05 hampir semua terdampak, tapi di RT 01 saya perkirakan 20 rumah terendam,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum banjir, hujan cukup lama sekitar 2 jam hingga air meluap dan merendam rumah warga di dua RT. “Ini kan air lintasan dari kota juga, makanya banyak yang terendam banjir,” jelasnya.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *