Klarifikasi BEM FT UHO terkait Video Viral Aksi Perpeloncoan
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akhirnya angkat bicara terkait beredarnya video viral yang diduga menunjukkan aksi perpeloncoan. Video tersebut merekam aksi seorang senior menampar sejumlah mahasiswa yang duduk berjejer di selasar masjid kampus. Kejadian ini terjadi pada Rabu (8/4/2026) lalu.
Kampus UHO berlokasi di Jalan HEA Mokodompit, Anduonohu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Lokasi ini berjarak sekitar 6-8 kilometer atau membutuhkan waktu 10-15 menit berkendara dari pusat kota di kawasan Tugu Religi Sultra.
Sehari setelah kejadian pertama, muncul video lain yang juga viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak aksi penamparan oleh senior terhadap juniornya di dalam ruang kelas. Mahasiswa lainnya yang hadir terlihat masih memiliki rambut pendek, menunjukkan bahwa mereka adalah mahasiswa baru.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian ini terjadi di ruang perkuliahan vokasi D3 Teknik Mesin UHO Kendari pada awal masa perkuliahan 2025 lalu. Korban dalam video viral tersebut berinisial FA.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FT UHO, Sagala, menyatakan bahwa pihaknya telah membuat video klarifikasi untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai peristiwa dalam video viral yang beredar. DPM FT UHO akan melakukan audit terhadap dugaan tindakan perundungan yang dilakukan oleh oknum mahasiswa Fakultas Teknik UHO.
Selain itu, pihak kampus juga akan melakukan evaluasi kembali terkait proses kaderisasi di lingkup Fakultas Teknik UHO. “Masalah ini akan kami usahakan diselesaikan secara kelembagaan, birokrasi, maupun secara kekeluargaan,” ujar Sagala.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyelesaian ini tidak berarti masalah perundungan selesai. Insiden tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai-nilai solidaritas yang seharusnya dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, DPM FT UHO akan mendorong proses lanjutan seperti mediasi terbuka dan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk tetap kritis, namun tidak menggiring opini tanpa memahami fakta secara utuh. Ini bukan sekadar klarifikasi, tapi komitmen bahwa ruang kampus harus aman bagi semua,” tambahnya.
Sebelumnya, pengurus BEM, DPM, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) se-Fakultas Teknik UHO menyampaikan klarifikasi bersama atas beredarnya video viral tersebut. Ketua BEM FT UHO, Afni, sebagai perwakilan mahasiswa, membenarkan adanya dugaan kekerasan senior terhadap junior di dalam ruang kelas pada tahun 2025 lalu.
“Dengan ini kami membuat video klarifikasi bahwa berita yang beredar belakangan ini terjadi perpeloncoan oleh oknum senior di lingkup Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dan Jurusan Teknik Mesin adalah benar adanya terjadi di tahun 2025,” ujar Afni.
Diapun menyebut kejadian dalam video viral tersebut sudah terselesaikan, baik secara kelembagaan, birokrasi, maupun pihak korban. Hal senada disampaikan oleh FA, sosok korban, dalam video yang viral saat diberikan kesempatan berbicara oleh perwakilan mahasiswa.
“Saya atas nama (FA) atas nama korban kekerasan di dalam ruangan ingin meluruskan bahwa kekerasan itu sudah diselesaikan secara lembaga, birokrasi, dan kekeluargaan,” jelasnya.
Afni melanjutkan bahwa bagi saksi korban lain yang merasa mendapatkan kekerasan verbal, pihak kelembagaan FT UHO masih mencoba melakukan komunikasi. “Dari segi saksi yang merasa mengalami kekerasan verbal baik secara gangguan mental dan juga keluar dari Universitas Halu Oleo, kami dari kelembagaan fakultas teknik masih mencoba melakukan komunikasi dan mediasi kepada saksi korban tersebut.”
Diapun menegaskan bahwa oknum senior terduga pelakunya juga sudah mendapatkan sanksi pascakejadian itu. “Dan ini kami terangkan bahwa oknum senior yang melakukannya dan sudah diberi sanksi pada saat kejadian itu terjadi,” jelasnya.
Ia berharap dengan penjelasan dan penyelesaian kasus ini, informasi terkait dugaan aksi perpeloncoan senior terhadap juniornya itu tidak terus menerus beredar luas lagi.
Sementara, terkait beredarnya video viral dugaan aksi penamparan senior dan junior yang terjadi di pelataran masjid kampus, beberapa bulan lalu, dia menyebut juga sudah terselesaikan. “Video yang terjadi pada setahun silam maupun beberapa bulan sebelumnya itu adalah video yang telah terselesaikan. Baik secara kelembagaan yang dibantu pihak birokrasi maupun secara kekeluargaan,” kata Afni.
Diapun berjanji pihak BEM, DPM, HMJ akan terus melakukan evaluasi pascainsiden tersebut secara kelembagaan. “Kami dari kelembagaan Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo akan selalu mengevaluasi kembali dari tataran struktural kami dan juga kaderisasi kami,” jelasnya menutup video klarifikasi tersebut.
Sementara, Afni yang kembali dikonfirmasi sekaitan video klarifikasi lembaga kemahasiswaan itu, Sabtu (11/04/2026) masih enggan berkomentar banyak. “Ada beberapa penyelesaian yang dilakukan di dalam internal kami,” katanya melalui pesan WhatsApp Messenger. “Tapi Insya Allah pasti selesai dari ini saya akan menginformasikan kepada pihak Tribunnews,” jelasnya menambahkan.











