Layanan Khusus untuk Atlet Asing di Indonesia
BANDUNG – Kemajuan olahraga Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh dukungan sistem di belakangnya. Menyadari hal itu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyiapkan layanan khusus untuk mempermudah proses administrasi atlet asing yang datang ke Indonesia.
Melalui pembentukan tim khusus, Ditjen Imigrasi ingin memastikan para atlet dan pelaku olahraga internasional mendapat pengalaman yang cepat, ramah, dan profesional sejak pertama kali tiba di pintu masuk Indonesia.
Kompetisi olahraga di Indonesia banyak mengandalkan pemain asing. Mulai dari BRI Super League, Indonesian Basketball League (IBL) hingga Proliga memakai lebih dari satu pemain asing di setiap timnya.
- Dalam BRI Super League musim ini, klub diperbolehkan mengontrak 11 pemain asing dengan tujuh orang dimainkan bersamaan dan sembilan dibawa ke pertandingan.
- IBL pada musim 2026 menerapkan kebijakan baru di mana setiap klub boleh mengontrak tiga pemain asing dan memainkannya secara bersamaan di lapangan.
- Untuk Proliga, ada dua pemain asing yang bisa dipakai klub-klub.
Banjirnya pemain asing di dunia olahraga Indonesia sudah diantisipasi oleh Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Hendarsam Marantoko. Saat menyaksikan IBL All-Star 2026 di Bandung Arena, ia mengungkapkan bahwa Imigrasi Indonesia mendukung sepenuhnya kemajuan olahraga Tanah Air.
Pemain asing yang bermain di kompetisi profesional olahraga Indonesia akan mendapat kemudahan dalam proses pengurusan administrasi.
“Salah satu fungsi imigrasi adalah sebagai fasilitator, dan itu juga berlaku di bidang olahraga. Ketika saya baru menjabat, saya memiliki gagasan bahwa sektor olahraga harus diberikan kemudahan dalam proses administrasi,” ujar Hendarsam.
Untuk memudahkan pelayanan kepada atlet asing yang bertanding atau bermain di Indonesia, Hendarsam bakal membuat terobosan baru. Akan hadir tim khusus yang mempermudah proses administrasi. Tak hanya olahraga, ada dua bidang lain yang juga mendapat perhatian yakni seni-budaya dan sains.
“Kami tidak ingin ketika atlet atau orang asing datang ke Indonesia, mereka mendapatkan kesan yang kurang baik. Sebagai penjaga pintu negara, kita harus menunjukkan wajah yang ramah, tapi tetap berwibawa,” sambung Hendarsam.
Kemudahan yang akan diberikan Ditjen Imigrasi untuk atlet yang bermain di Indonesia lewat tim khusus ini antara lain mereka tidak lagi perlu antre saat tiba di bandara. Kemudian ada proses pengurusan administrasi yang dipermudah melalui aplikasi.
“Bagi seorang atlet, antrean panjang bisa mengganggu suasana hati (mood), dan itu tentu berdampak pada performa mereka. Padahal, mereka juga bisa menjadi duta bagi Indonesia. Jika mereka mendapatkan kesan yang baik sejak di pintu masuk negara, maka mereka akan menyampaikan bahwa imigrasi Indonesia itu mudah, ramah pengguna (user-friendly), tapi tetap memiliki fungsi pengawasan,” kata dia.
Meski ada kemudahan bagi olahragawan, memastikan pengawasan Ditjen Imigrasi tidak akan kendor terhadap atlet asing yang bekerja di Indonesia.
“Perlu diingat, ada dua pendekatan yang kami lakukan. Untuk atlet yang datang hanya untuk satu event (single entry), fungsi pengawasan tidak terlalu ketat. Namun, bagi mereka yang bekerja di Indonesia, pengawasan tetap dilakukan,” ucap Hendarsam.
Tim khusus yang akan dibentuk untuk olahraga ini juga akan menangani event-event dunia yang digelar di Indonesia. Indonesia saat ini banyak dipercaya menggelar turnamen olahraga kelas dunia. Seperti MotoGP Mandalika yang akan memasuki tahun kelima dan yang akan segera digelar pada 18 April mendatang, Clash of Legends di mana Ronaldo Luis Nazario Lima dan Alessandro Del Piero bakalan main di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
“Kami tidak ingin citra Indonesia kurang baik di mata internasional. Selain itu, kehadiran event olahraga internasional juga berdampak pada pergerakan ekonomi. Di sini, imigrasi juga berperan sebagai fasilitator ekonomi. Ketika atlet datang, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar dia.
Gebrakan Dirjen Imigrasi ini disambut hangat oleh Sekjen DPP Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi. Dengan kemudahan ini, Perbasi sangat terbantu. Terlebih, bakal banyak event bola basket internasional dilangsungkan di Indonesia.
Indonesia sudah mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah empat event basket internasional yakni FIBA U16 Women’s Asia Cup 2027 dan FIBA U17 Women’s World Cup 2028, serta FIBA U18 Asia Cup 2028 dan FIBA U19 World Cup 2029.
“Kita lihat sendiri, luar biasa sekali dukungan dari Pak Dirjen Imigrasi terhadap basket. Selama ini belum pernah ada dukungan sebesar ini, bahkan sampai beliau datang langsung untuk menonton. Jadi, tidak ada keraguan dari kami terhadap dukungan dari Pak Dirjen, dari kementerian, maupun dari teman-teman yang lain. Hal ini tentu mempermudah kami dalam melaksanakan event-event olahraga, khususnya di bidang basket,” kata Nirmala.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











