Kemenangan Telak Bali United atas Malut United
Bali United berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 4-1 dalam laga pekan ke-28 BRI Liga 1 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu 19 April 2026 malam. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Serdadu Tridatu di peringkat sembilan klasemen sementara, tetapi juga menunjukkan dominasi taktik yang diterapkan oleh skuad asuhan Johnny Jansen.
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, menyampaikan kepuasannya terhadap performa pemainnya yang tampil agresif sejak menit awal pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa para pemain mampu menunjukkan kualitas terbaik mereka di hadapan publik sendiri.
“Saya sangat senang dengan hasil ini. Saya rasa kami bermain melawan tim yang bagus dan kami bisa menunjukkan ini kepada suporter,” ujar Jansen setelah laga. “Fans kami harus bahagia. Kami sebagai staf sangat senang, dan saya sangat bangga kepada para pemain karena hari ini kami bermain sangat baik,” tambahnya.
Meski kemenangan diraih dengan skor mencolok, Jansen mengungkapkan bahwa skor 4-1 tersebut sejatinya bisa lebih besar lagi. Ia menyoroti kondisi lini pertahanan Malut United yang mulai goyah di penghujung laga.
“Kami menciptakan banyak peluang, dan hanya saja di akhir pertandingan, kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol karena pertahanan mereka sangat terbuka di menit-menit terakhir,” jelasnya. “Namun secara keseluruhan, ini adalah kemenangan besar dan semua orang bisa bangga pada Bali United hari ini,” imbuhnya.
Di balik pesta gol tersebut, Jansen menjelaskan adanya evaluasi taktik yang krusial saat jeda babak pertama. Ia sempat menyoroti kelemahan tim yang terlalu mudah kehilangan bola, yang justru menjadi bumerang melalui serangan balik lawan.
“Di ruang ganti, saya melontarkan pertanyaan kepada pemain kapan lawan mendapat peluang besar? Kapan mereka sulit dijaga? Saya selalu katakan, itu terjadi saat kita sendiri yang memegang bola,” ujarnya. “Kita memotong bola, lalu memainkannya ke depan dan hilang begitu saja. Itulah momen mereka melakukan serangan balik,” sambung dia. “Masalahnya, jika kita kehilangan bola terlalu mudah, bek kita tidak sanggup lagi berlari menutupi ruang yang semakin melebar di lapangan,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.
Memasuki babak kedua, Jansen memberikan instruksi spesifik untuk meredam agresivitas pemain Malut United, David da Silva, yang kerap memenangkan duel bola atas. Ia meminta pemain seperti Tim Receveur dan Kadek Agung untuk lebih berani berduel guna memutus aliran bola panjang lawan.
Selain itu, Boris Kopitovic diminta lebih aktif menjaga penguasaan bola agar tekanan tetap berada di area lawan dan menciptakan peluang. “Hal lainnya adalah Boris harus berada di sisi bola saat kami bermain. Pertahankan bola lebih lama, karena dengan begitu Anda bisa menciptakan peluang. Kami juga menekankan pentingnya rest defense (pertahanan saat menyerang),” jabarnya. “Saya katakan kepada Joao Ferrari untuk selalu berkomunikasi dengan barisan belakang dan bersiap saat kita kehilangan bola. Itu sangat krusial dalam cara kami bermain,” tegas Jansen.
Gol Keempat Joao Ferrari dan Prioritas Tim
Sementara itu, bek asing Joao Ferrari yang turut mencatatkan namanya di papan skor lewat gol keempatnya musim ini, menyatakan bahwa kepentingan tim jauh di atas catatan pribadinya. Baginya, kemenangan ini adalah harga mati untuk terus merangkak naik di tabel klasemen.
“Ya, saya senang bisa mencetak gol, tapi saya jauh lebih bahagia dengan kemenangan hari ini. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit,” kata dia. “Jika kami ingin naik di klasemen, kami wajib memenangkan laga ini. Seperti yang dikatakan pelatih, kami mengontrol pertandingan hari ini dan layak mendapatkan tiga poin,” pungkas Joao Ferrari.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











