"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Pemicu Kematian Mendadak Ratusan Ikan di Keramba Warga Badaun Daha Barat HSS Kalsel

Kematian Mendadak Ribuan Ikan di Keramba Warga Badaun Daha Barat

Di Desa Badaun, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalsel, terjadi kejadian yang mengejutkan. Ikan keramba milik warga setempat, khususnya Awi, tiba-tiba mati mendadak. Kejadian ini berawal dari satu buah keramba yang terletak di Sungai Nagara. Kejadian tersebut dilaporkan kepada Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Distan PP) HSS pada Rabu (8/4/2026) sore.

Esok harinya, pihak dinas langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Sebagai informasi, ikan yang mati adalah ikan Toman dengan usia sekitar 6–7 bulan dan berat antara 8 ons hingga 1 kg. Kejadian ini diketahui oleh pemiliknya, Awi, pada pagi hari setelah ikan mati pada malam hari Senin (7/4/2026).

Kepala Bidang Perikanan, Fatmadiansyah, menjelaskan bahwa awalnya Awi membeli sebanyak 1.500 ekor ikan, namun hanya tersisa lima ekor yang masih hidup. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa hanya satu keramba saja yang terkena dampak, sementara keramba lain di sekitar sungai tidak ada laporan ikan mati.

Menurut analisis yang dilakukan, ikan yang mati memiliki ukuran lebih besar dibandingkan ikan di keramba lainnya. Biasanya, ikan berukuran lebih besar lebih kuat menghadapi perubahan suhu air, oksigen terlarut (DO), dan cuaca. Namun, hasil pengujian DO di lokasi tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Dugaan sementara menyebutkan adanya perubahan kualitas air sebagai penyebab kematian ikan tersebut. Meski begitu, penyebab pastinya masih dalam proses investigasi. Salah satu dugaan adalah adanya limpasan dari sedotan lahan sawit yang bertemu di aliran Sungai Nagara.

Pihak Distan PP HSS akan melakukan pengecekan lebih lanjut di dua aliran sungai kecil dan keramba tersebut untuk membandingkan hasil DO dan PH. Sampai saat ini, kualitas air di kedua aliran tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Pasca kejadian, Awi mengaku merugi karena ikan yang mati telah dijual. Untuk mencegah hal serupa terulang, penting bagi petani ikan untuk memperhatikan beberapa aspek dalam budidaya ikan di keramba.

Persiapan Memelihara Ikan di Keramba

  • Memilih lokasi yang tenang dan aman dari arus deras atau gelombang.
  • Memilih benih unggul dan berkualitas.
  • Mengatur manajemen pakan secara rutin, minimal 3-5 kali sehari.
  • Membersihkan jaring keramba secara berkala dari lumut dan kotoran.
  • Menjaga kepadatan tebar agar tidak terlalu padat, sehingga mencegah stres dan penyakit pada ikan.

Tips Budidaya Ikan di Keramba

  • Pemilihan Lokasi: Pilih perairan seperti sungai, danau, atau waduk dengan arus tenang hingga sedang agar keramba tidak hanyut. Pastikan lokasi jauh dari limbah industri atau rumah tangga.
  • Pemeliharaan Keramba: Periksa jaring secara rutin untuk memastikan tidak ada robekan yang membuat ikan lepas. Bersihkan jaring dari penumpukan kotoran agar sirkulasi air tetap lancar.
  • Manajemen Benih: Gunakan benih unggul dan lakukan pemilahan ukuran (grading) agar pertumbuhan seragam. Padat tebar benih disesuaikan dengan ukuran keramba.
  • Pemberian Pakan: Berikan pakan pelet dengan protein tinggi (minimal 37 persen) 2-3 kali sehari secara teratur. Porsi pakan disesuaikan dengan biomassa ikan (awal 7%, menurun seiring pertumbuhan ikan).
  • Pencegahan Penyakit: Tambahkan suplemen pakan atau vitamin untuk meningkatkan imunitas ikan.
  • Penanganan Cuaca: Saat musim hujan atau cuaca ekstrem, kurangi pemberian pakan karena nafsu makan ikan menurun.

Daftar Ikan Bisa Dipelihara di Keramba

Hampir semua jenis ikan air tawar dan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi dapat dipelihara di keramba, baik keramba jaring apung (KJA) maupun karamba tancap. Berikut adalah daftar ikan yang umum dan potensial dipelihara:

  1. Ikan Air Tawar (Waduk, Danau, Sungai):
  2. Ikan Nila (Tilapia): Populer, adaptif, dan pertumbuhannya cepat.
  3. Ikan Mas: Komoditas utama, dagingnya tidak bau tanah.
  4. Ikan Lele: Potensial di KJA.
  5. Ikan Patin: Cocok untuk karamba di sungai atau waduk.
  6. Ikan Bawal Air Tawar: Mudah dibudidayakan.

  7. Ikan Laut (Pesisir, Teluk, Laut Dalam):

  8. Ikan Kerapu: Macan, sunu, dan tikus memiliki nilai jual tinggi.
  9. Ikan Kakap: Putih dan merah primadona budidaya KJA.
  10. Ikan Kuwe (Trevally): Lincah dan berpotensi untuk pembesaran.
  11. Ikan Baronang: Sering dibudidayakan di perairan laut.
  12. Ikan Katamba (Lencam): Jenis ikan laut yang dapat dipelihara.

Faktor Penting Budidaya Karamba

  • Lokasi: Tempatkan di badan air yang tenang namun memiliki arus, seperti danau atau teluk, dengan kedalaman yang cukup.
  • Pakan: Pemberian pakan intensif 3-5 kali sehari diperlukan untuk hasil optimal.
  • Ukuran Bibit: Benih yang ditebar sebaiknya berukuran 75-100 gram per ekor agar lebih tahan banting.
  • Pengamanan: Harus aman dari hama seperti biawak, kura-kura, dan burung.

Budidaya keramba jaring apung (KJA) sering kali menghasilkan panen yang lebih cepat dibandingkan kolam biasa karena sirkulasi air yang lebih baik.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *