Pemkot Samarinda Mengadakan Kapal SAR dengan Spesifikasi Khusus
Pemerantah Kota (Pemkot) Samarinda baru saja mengadakan sebuah kapal khusus untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Sungai Mahakam. Kapal tersebut memiliki nilai pengadaan mencapai Rp 1,69 miliar, yang diperoleh melalui sistem e-katalog. Proses pengadaan ini melibatkan produsen spesialis asal Sidoarjo, Jawa Timur, sehingga memastikan transparansi sekaligus kualitas sesuai standar.
Kapal yang digunakan oleh tim SAR Pemkot Samarinda ini merupakan jenis Rigid Hull Aluminium Boat (RHAB). Bahan utama dari kapal ini adalah aluminium, yang dipilih karena ketangguhannya terhadap benturan dan kemampuannya dalam beroperasi di kondisi perairan yang berisiko tinggi. Selain itu, bahan ini juga memberikan keamanan tambahan saat bermanuver di arus deras maupun lalu lintas perairan yang padat.
Spesifikasi Teknis Kapal SAR
Berdasarkan data teknis, kapal ini memiliki panjang 7 meter, lebar 2,2 meter, dan tinggi lambung 0,7 meter. Kapal juga memiliki draft sebesar 0,35 meter, sehingga mampu tetap stabil baik di perairan dangkal maupun dalam. Untuk menunjang kinerja di lapangan, kapal dilengkapi dua mesin outboard masing-masing berkekuatan 85 HP. Dengan kombinasi tersebut, kapal dapat melaju hingga kecepatan 28–30 knot, yang sangat penting agar tim BPBD bisa menjangkau lokasi darurat dalam waktu singkat.
Dari segi kapasitas, kapal ini dirancang hanya untuk menampung maksimal tujuh orang. Pembatasan ini bertujuan agar tersedia ruang cukup bagi tim penyelamat sekaligus penempatan peralatan evakuasi medis.
Fungsi dan Penggunaan Kapal SAR
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, kapal ini bukanlah speedboat penumpang biasa. Sejak awal, kapal ini dirancang khusus untuk kebutuhan penyelamatan dan dilengkapi alat navigasi khusus operasi rescue. Operasional kapal akan difokuskan pada dua fungsi utama, yaitu operasi SAR khusus untuk pencarian dan pertolongan korban kecelakaan air di Sungai Mahakam.
Selain itu, kapal juga akan dimanfaatkan untuk patroli keamanan dalam berbagai kegiatan masyarakat berskala besar. Contohnya, seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, hingga pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Teras Samarinda.
Keuntungan dan Harapan
Warso menjelaskan bahwa pemilihan spesifikasi kapal dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik Sungai Mahakam yang memiliki arus deras serta lalu lintas perairan yang cukup padat. Dengan adanya kapal ini, diharapkan menjadi tulang punggung operasi penyelamatan di Samarinda, terutama di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan.
Kapal ini diharapkan bisa bekerja secara optimal dalam misi penyelamatan korban. Dengan kecepatan yang tinggi dan stabilitas yang baik, kapal ini diharapkan mampu memberikan respons cepat dalam situasi darurat. Selain itu, desain kapal yang khusus untuk kebutuhan SAR juga akan memudahkan proses evakuasi dan penyelamatan.
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











