"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Drama VAR Menghentikan Persiba, Leonard Tupamahu Sebut Kemenangan Persipura Mencurigakan

Kemenangan Dramatis Persipura atas Persiba

Pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Persiba Balikpapan dalam pekan ke-23 Pegadaian Championship musim 2025/2026 berlangsung sangat ketat dan penuh drama. Di Stadion Batakan, Kalimantan Timur, Sabtu (4/4/2026) malam, Persipura berhasil mencuri kemenangan tipis dengan skor 1-0 berkat gol dramatis Boaz Solossa di masa injury time.

Gol yang tercipta pada menit ke-90+4 ini sempat memicu kontroversi karena awalnya dianggap offside oleh hakim garis. Namun, setelah wasit melakukan komunikasi dengan Video Assistant Referee (VAR), keputusan akhirnya disahkan dan gol tersebut dianggap sah. Keputusan ini membuat para pemain dan pendukung Persiba merasa kecewa, namun Persipura berhasil memanfaatkan peluang penting di menit akhir untuk membawa pulang tiga poin.

Permainan yang Ketat dan Keras

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil sangat agresif dan saling menekan. Persipura yang berjuluk Mutiara Hitam tampil percaya diri dengan pola serangan cepat melalui Williams Lugo di sisi kanan dan Jeam Kelly Sroyer yang aktif menusuk ke area pertahanan lawan. Sementara itu, Boaz Solossa tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan Persiba meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

Persiba, yang bermain di hadapan pendukung sendiri, berusaha mengimbangi permainan Mutiara Hitam melalui serangan balik cepat dan permainan agresif di lini tengah. Peluang pertama Persiba hadir pada menit ke-12 melalui Beni Oktovianto, yang melepaskan tendangan voli setelah menerima umpan silang dari sisi kanan. Sayangnya, bola masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Persipura, Adzib Al Hakim Arsyad.

Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol

Hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih gagal mencetak gol. Barisan pertahanan Persiba dan Persipura sama-sama tampil disiplin, sehingga skor 0-0 bertahan sampai turun minum. Meski begitu, Persipura terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola.

Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Persiba yang membutuhkan poin untuk menjauh dari ancaman zona degradasi mulai bermain lebih terbuka. Sejumlah peluang emas berhasil mereka ciptakan, salah satunya saat tendangan keras pemain Persiba membentur mistar gawang Persipura. Peluang lain juga tercipta dari situasi bola mati, tetapi lagi-lagi gagal dimaksimalkan menjadi gol.

Gol Dramatis di Masa Injury Time

Persipura yang sempat tertekan justru tampil lebih tenang di menit-menit akhir. Pengalaman para pemain senior menjadi pembeda ketika pertandingan memasuki masa injury time. Pada menit ke-90+4, Boaz Solossa berhasil mencetak gol kemenangan yang membuat seluruh pemain Persipura bersorak. Gol tersebut sekaligus memastikan Persipura membawa pulang tiga poin penting dari kandang Persiba.

Kemenangan ini membuat Persipura tetap menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen Grup 2. Persipura kini terus menempel ketat PSS Sleman yang berada di posisi teratas. Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persiba semakin tertekan di papan bawah klasemen. Mereka harus segera bangkit dalam empat laga tersisa jika tidak ingin terjebak di zona play-off degradasi.

Respons Pelatih dan Masalah Fisik

Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, mengaku kecewa karena timnya gagal memanfaatkan laga kandang untuk meraih poin. Menurut Leonard, anak asuhnya sebenarnya tampil cukup baik dan mampu menciptakan banyak peluang. Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi penyebab utama kekalahan Persiba.

Leonard juga menyoroti keputusan wasit terkait penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pada proses gol Boaz Solossa. Ia menilai keputusan tersebut cukup membingungkan, meski ia tetap tidak ingin menjadikannya sebagai alasan utama kekalahan Persiba.

Selain masalah penyelesaian akhir, Leonard mengakui kondisi fisik pemain Persiba juga menjadi kendala. Ia menyebut banyak pemain mengalami kram akibat persiapan yang kurang ideal. Meski begitu, Leonard tetap berusaha menjaga semangat pemain dan optimistis bahwa Persiba masih memiliki peluang untuk bangkit di sisa kompetisi.

Harapan untuk Masa Depan

Leonard juga menyambut positif kehadiran CEO dan sponsor baru di Stadion Batakan. Menurutnya, hal tersebut menjadi pertanda bahwa manajemen masih serius mendukung Persiba untuk keluar dari situasi sulit. Ia berharap masalah yang ada segera selesai dan ini menjadi momentum bangkit bagi pemain di empat laga sisa. Tidak ada kata lain, kata Leonard, mereka harus ambil poin penuh di sisa kompetisi.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *