Iran Mengerahkan Pasukan untuk Menangkap Pilot Jet Tempur AS yang Jatuh
Pihak berwenang Iran telah mengambil langkah-langkah ekstra untuk menemukan pilot jet tempur Amerika Serikat (AS) yang ditembak jatuh di wilayah barat dayu negara tersebut. Dalam laporan terbaru, mereka bahkan menawarkan hadiah kepada warga yang berhasil menemukan awak pesawat yang selamat. Media pemerintah Iran merilis foto-foto yang diklaim sebagai puing-puing dari jet tersebut, termasuk apa yang tampak seperti kursi lontar dengan parasut yang masih terpasang. Laporan menyebutkan bahwa pesawat itu merupakan jet tempur F-15 dan kemungkinan diawaki oleh dua pilot.
“Wahai masyarakat yang terhormat di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, jika Anda berhasil menangkap pilot atau para pilot musuh dalam keadaan hidup dan menyerahkan mereka kepada pihak kepolisian serta militer, Anda akan menerima hadiah dan bonus yang berharga,” kata reporter di stasiun televisi lokal di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad. Gubernur setempat juga menyatakan bahwa siapa pun yang berhasil menangkap atau membunuh awak pesawat itu akan mendapatkan penghargaan khusus.
AS Meluncurkan Operasi Pencarian Terhadap Awak yang Selamat
Menurut laporan The New York Times, pejabat AS dan Israel telah mengonfirmasi klaim Iran yang menyatakan telah menembak jatuh jet tempur AS. Sejumlah media lainnya menyebutkan bahwa Washington telah meluncurkan operasi penyelamatan untuk mencari korban selamat. Menurut kantor berita Iran Mizan, AS mengerahkan pesawat C-130 dan empat helikopter Black Hawk untuk mencari pilot tersebut.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, mengejek klaim berulang Presiden AS, Donald Trump, tentang kemenangan Washington dalam perang tersebut. “Setelah mengalahkan Iran 37 kali berturut-turut, perang tanpa strategi yang ‘brilian’ ini kini telah turun level dari ‘pergantian rezim’ menjadi ‘Hei! Ada yang bisa menemukan pilot kami? Tolong?’,” tulis Ghalibaf di media sosial.
Pilot Dilengkapi Alat untuk Bertahan Hidup Usai Melakukan Pelontaran
Menurut seorang pilot tempur Barat, hal pertama yang harus dilakukan pilot jika terpaksa melontarkan diri di wilayah musuh adalah bersembunyi dan berusaha memberi sinyal posisi kepada rekan-rekan. Ia menjelaskan bahwa para pilot mengenakan rompi tempur yang dilengkapi radio dan suar GPS berkode untuk mengirimkan posisi mereka serta berkomunikasi dengan tim pencari menggunakan sistem kata sandi. Rompi itu juga dilengkapi air minum, batang vitamin, kotak P3K, dan pistol.
Adapun para pilot dilatih untuk bertahan hidup di alam liar sambil menghindari kejaran pasukan musuh usai melakukan pelontaran diri, dilansir dari The New Arab.

Riwayat Penembakan Jet Tempur AS di Wilayah Iran
Ini merupakan pertama kalinya jet tempur AS dilaporkan ditembak jatuh di wilayah Iran sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap republik Islam tersebut pada 28 Februari 2026. Sebelumnya, AS telah kehilangan tiga jet tempur F-15 dalam apa yang disebutnya sebagai insiden tembak-menembak di Kuwait. Bulan lalu, sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer AS juga jatuh di Irak dan menewaskan keenam awaknya.
Iran sendiri mengklaim telah menembak jatuh puluhan drone milik AS di wilayahnya selama perang. Di sisi lain, Trump dan para pejabat utamanya berulang kali menyatakan bahwa AS telah menghancurkan seluruh sistem pertahanan udara Iran.
“Iran selama beberapa hari terakhir, sejak 19 Maret, mengatakan bahwa mereka telah memperkenalkan sistem baru yang mereka kembangkan setelah perang 12 hari,” kata jurnalis Al Jazeera, Ali Hashem.

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."











