"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Profil Yoyok R Sudibyo: Nilai 50 untuk Kinerja Menpar Widiyanti Putri

Profil Yoyok Riyo Sudibyo, Anggota Komisi VII DPR RI

Yoyok Riyo Sudibyo, anggota Komisi VII DPR RI, menjadi sorotan setelah memberikan penilaian 50 dari 100 terhadap kinerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Penilaian ini dilakukan dalam rapat kerja di Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026). Menurut Yoyok, kebijakan pariwisata yang ada saat ini belum berfungsi optimal sebagai mesin ekonomi nasional.

Ia menegaskan bahwa sektor pariwisata seharusnya menjadi penyumbang devisa negara dan penyerapan tenaga kerja yang besar. Namun, kebijakan yang diambil oleh Menteri Pariwisata dinilai masih memiliki banyak celah dan bolong. Ia berharap pada tahun 2026, kebijakan yang diambil dapat menjadi mesin ekonomi yang efektif.

Yoyok menilai bahwa kebijakan pariwisata sebaiknya difokuskan untuk menggerakkan roda ekonomi secara langsung di lapisan masyarakat paling bawah. Penggunaan anggaran Kementerian Pariwisata harus benar-benar dirasakan oleh para pelaku sektor wisata, mulai dari pengelola destinasi hingga warga desa. Anggaran harus dimanfaatkan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata, bukan sekadar untuk kegiatan internal kementerian atau seminar-seminar besar.

“Penyerapan anggaran yang akan datang ini harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, Bu. Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian Ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya, misalkan ada seminar sana-seminar sini, ke sana-ke sini, ke sana-ke sini,” ujar Yoyok dalam rapat.

Ia juga mengingatkan supaya Kementerian Pariwisata tidak bergeser peran hanya sebagai penggelar acara tingkat nasional semata. Masih banyak destinasi wisata milik pemerintah daerah dan desa wisata yang tidak berkembang, meskipun pembangunannya dibiayai oleh anggaran negara.

“Ibu tahu enggak data pemda yang punya obyek wisata yang pada bangkrut? Duit negara lho itu. Ibu tahu enggak desa wisata yang dibuat oleh dana desa yang habis? Duit negara lho itu,” kata Yoyok.

Latar Belakang Yoyok Riyo Sudibyo

Yoyok Riyo Sudibyo lahir di Batang, Jawa Tengah pada 23 April 1972. Ia memiliki istri yang bernama Budi Prasetiyawati Widawati. Sebelum memasuki dunia politik, Yoyok terlebih dahulu berkarier sebagai anggota militer. Ia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) pada 1994.

Dalam karier militernya, ia pernah mengemban berbagai penugasan, di antaranya Danton Mer Rai Q Yon Arhanudse-6 (1994), Danton Turbak Rai Q Yon Arhanudse-6 (1997), Pasi Operasi Rai Q Yon Arhanudse-6 (1998), Komandan Baterai Q Yon Arhanudse-6 (2000), Pasi Intel Yon Arhanudse-6 (2001), Perwira Operasi Detasemen Intel Kodam Jaya Jakarta (2001), Komandan Koramil 03 Tanjung Priok Jakarta Utara (2002), serta Komandan Satgas Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Jayawijaya, Papua (2004).

Saat menjabat sebagai Danramil 03 Tanjung Priok, Yoyok menjadi Danramil termuda di Indonesia. Pada 2006, Yoyok memutuskan untuk pensiun dini dan memilih fokus untuk membesarkan usaha garmen yang sudah dirintisnya. Kala itu, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Smile Papua dan PT Papua Maju Sejahtera selama enam tahun.

Selama menjadi pengusaha, usaha garmen yang ditekuninya maju pesat hingga memiliki 60 toko di Papua dan Batang. Pada 2012, Yoyok mulai masuk dunia politik dengan maju sebagai calon Bupati Batang dari jalur independen yang didukung masyarakat, petani, dan aktivis LSM.

Menjelang pendaftaran ke KPUD, sejumlah partai politik kemudian menyatakan dukungan sehingga pasangan Yoyok–Soetadi resmi diusung Golkar, PAN, PPP, Demokrat, serta beberapa partai nonparlemen. Yoyok dan Soetadi berhasil terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Batang dengan perolehan 113.027 suara. Mereka dilantik pada 13 Februari 2012.

Pada Pemilu 2024, ayah dua anak itu berhasil melenggang ke Senayan melalui Partai Nasdem. Di sisi lain, Yoyok dikenal aktif dalam berorganisasi. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Pertahanan Dan Kemananan untuk periode 2024-2029.

Harta Kekayaan Yoyok Riyo Sudibyo

Yoyok Riyo Sudibyo tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp22.715.007.324 atau Rp22,7 miliar. Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 7 Agustus 2024.

Hartanya terdiri dari tanah dan bangunan sebesar Rp19.240.000.000 atau Rp19,2 miliar. Sumber harta terbanyak kedua milik Yoyok Sudibyo berasal dari harta lainnya senilai Rp3.375.150.121 atau Rp3,3 miliar. Meski begitu, ia memiliki utang senilai Rp2.326.903.245 atau Rp2,3 miliar.

Berikut rincian lengkap harta kekayaan Yoyok Riyo Sudibyo:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 19.240.000.000

1. Tanah Seluas 5.375 m2 di KAB / KOTA BATANG, HASIL SENDIRI Rp. 140.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 79 m2/175 m2 di KAB / KOTA JAYAPURA, HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000

3. Tanah Seluas 2.900 m2 di KAB / KOTA BATANG, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000

4. Tanah dan Bangunan Seluas 79 m2/175 m2 di KAB / KOTA JAYAPURA, HASIL SENDIRI Rp. 1.600.000.000

5. Tanah Seluas 680 m2 di KAB / KOTA BATANG, HASIL SENDIRI Rp. 2.500.000.000

6. Tanah Seluas 3.115 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 1.200.000.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 1.216 m2/533 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

8. Tanah dan Bangunan Seluas 264 m2/576 m2 di KAB / KOTA KOTA SALATIGA , HASIL SENDIRI Rp. 4.000.000.000

9. Tanah Seluas 1.162 m2 di KAB / KOTA KOTA SEMARANG , HASIL SENDIRI Rp. 2.000.000.000

10. Tanah dan Bangunan Seluas 180 m2/149 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 1.800.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.179.650.000

1. LAINNYA, CERVELO S5 ULTEGRA Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

2. MOTOR, YAMAHA AEROC BBP A/T Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 19.650.000

3. LAINNYA, CERVELO S5 ULTEGRA Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 30.000.000

4. MOBIL, TOYOTA ALPHARD 2.5 G A/T Tahun 2022, HASIL SENDIRI Rp. 1.100.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 355.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. —-

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 892.110.448

F. HARTA LAINNYA Rp. 3.375.150.121

Sub Total Rp. 25.041.910.569

III. HUTANG Rp. 2.326.903.245

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 22.715.007.324

Penilaian Kinerja Menteri Pariwisata

Yoyok Riyo Sudibyo memberikan penilaian 50 dari 100 terhadap kinerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Menurutnya, kebijakan pariwisata yang ada saat ini belum berfungsi optimal sebagai mesin ekonomi nasional. Ia menilai bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Menteri Pariwisata tahun kemarin masih memiliki banyak celah dan bolong.

Ia berharap pada tahun 2026, kebijakan yang diambil oleh Menteri Pariwisata dapat menjadi mesin ekonomi yang efektif. Yoyok menegaskan bahwa penggunaan anggaran Kementerian Pariwisata harus benar-benar dirasakan oleh para pelaku sektor wisata, mulai dari pengelola destinasi hingga warga desa. Anggaran harus dimanfaatkan untuk mendukung pelaku usaha kecil dan menengah di sektor pariwisata, bukan sekadar untuk kegiatan internal kementerian atau seminar-seminar besar.



















Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *