Liburan Idulfitri Berikan Berkah bagi Pelaku Usaha Kecil di Situ Kulong Minyak
Di tengah libur Idulfitri 1447 Hijriah, kawasan Situ Kulong Minyak di Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Tidak hanya sebagai tempat berlibur, kawasan ini juga memberikan peluang bisnis bagi para pelaku usaha kecil. Salah satunya adalah Bujang (23), yang menjalankan usaha penyewaan kendaraan listrik mini atau odong-odong.
Usaha Penyewaan Kendaraan Listrik Mini
Bujang mengelola usaha penyewaan kendaraan listrik bersama kakaknya. Ia menyediakan dua jenis kendaraan, yaitu sepeda listrik (selis) sebanyak empat unit dan mobil-mobilan aki sebanyak lima unit. Untuk menarik minat pengunjung, ia menetapkan tarif sewa yang sama untuk semua unit, yaitu Rp20 ribu selama 10 menit penggunaan.
“Harga sewa rata-rata 20 ribu, dari selis, mobil itu sama semua harganya. Untuk selis bisa dinaiki orang tua, tapi kalau mobil memang tidak bisa,” ujar Bujang, Selasa (24/3/2026).
Ia mulai bersiap di lokasi sejak pukul 15.00 WIB agar kendaraannya siap digunakan oleh penyewa. Meskipun bekerja sama dengan kakaknya, Bujang juga memiliki andil dalam menambah unit kendaraan secara mandiri.
Modal yang Tidak Sedikit
Bujang mengungkapkan bahwa modal yang dikeluarkan untuk pengadaan kendaraan listrik ini cukup besar. Satu unit selis saja diperkirakan menelan biaya sekitar Rp3 juta agar bisa siap dioperasikan di lapangan.
Momen libur lebaran Idulfitri 1447 H ini menjadi periode yang sangat spesial bagi usaha Bujang. Ia baru mulai membuka jasa penyewaan ini setelah lebaran tahun lalu usai. Ia merasa lonjakan pengunjung selama dua hari terakhir merupakan kejutan besar bagi pendapatannya.
“Perbandingannya jauh sekali dengan hari biasa, ini ibarat kita dapat jackpot lah pas lebaran. Kalau hari biasa paling banyak sehari sepuluh orang, tapi kalau sekarang bisa berpuluh-puluh orang,” ucapnya.
Tantangan dan Kelelahan
Meskipun mendapatkan keuntungan yang besar, Bujang mengaku cukup merasa kelelahan karena harus terus memantau pergerakan unitnya. Kondisi ini diperparah dengan tantangan daya tahan baterai kendaraan yang terbatas saat digunakan secara terus-menerus.
Adapun daya tahan baterai kendaraan sewaan Bujang sangat bergantung pada cara pemakaian penyewa. Jika digunakan dengan kecepatan penuh, frekuensi pemakaian unit bisa berkurang setengahnya dari kapasitas normal penggunaan biasa.
“Kalau pakai kecepatan deras (tinggi), baterai lebih cepat habis dan kita tidak bisa mengejar waktu untuk mengecas lagi. Tergantung orang memakainya bagaimana, tapi yang jelas pemakaiannya cukup padat selama liburan ini,” ungkap Bujang.
Perbedaan Pendapatan Harian
Meski tidak menghitung secara pasti total penghasilan harian karena dikelola bersama sang kakak, Bujang merasakan perbedaan yang sangat kontras. Pada hari biasa, terkadang ia hanya melayani tiga hingga empat orang penyewa saja dalam sehari.
Tak jarang Bujang mendapati kondisi usaha yang sepi tanpa satu pun penyewa saat bukan di musim libur panjang. Meski begitu, pengalaman di momen Iduladha tahun lalu menjadi tolok ukur baginya mengenai potensi keramaian pengunjung.
Potensi Besar di Kawasan Wisata
Bujang menceritakan informasi yang ia dengar bahwa penyedia jasa serupa bahkan pernah menembus penghasilan Rp6 juta hingga Rp7 juta dalam sehari. Hal ini membuktikan betapa besarnya daya tarik permainan kendaraan listrik di kawasan Situ Kulong Minyak ini.
Bersamaan dengan matahari yang mulai terbenam, Bujang tetap siaga melayani setiap keluarga yang ingin memberikan hiburan bagi anak-anak mereka. Ia berharap tren positif kunjungan wisata ini terus bertahan agar usaha kecilnya dapat terus berkembang di masa depan.











