"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Mbok Mlayu 2026: 1.000 Perempuan Jogja Berlari, Jalan, dan Bersepeda

Mbok Mlayu 2026: Gerakan Olahraga dan Budaya untuk Pemberdayaan Perempuan Yogyakarta

Mbok Mlayu 2026 kembali hadir sebagai ajang yang tidak hanya menawarkan aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi wadah penting dalam memperkuat identitas budaya perempuan di Yogyakarta. Dengan tema “Sesarengan Mlaku Sesarengan Maju”, kegiatan ini mengajak para perempuan untuk bergerak bersama demi kemajuan kolektif.

Dalam penyelenggaraannya, Mbok Mlayu tidak hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga menjadi ruang aman bagi perempuan untuk tumbuh, berkembang, serta terhubung satu sama lain. Tahun ini, acara tersebut hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan dua tahun sebelumnya, dengan partisipasi dari ribuan peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Kolaborasi yang Kuat

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara TP PKK DIY, Puro Pakualaman, dan Kayana Creative. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang inklusif bagi perempuan untuk aktif berolahraga sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi ciri khas Yogyakarta.

Menurut Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, Mbok Mlayu telah menjadi ruang krusial dalam memperkuat kesehatan dan identitas budaya perempuan. Ia menyatakan bahwa kesuksesan penyelenggaraan dua tahun sebelumnya menjadi inspirasi utama dalam mengemas acara tahun ketiga ini dengan gelaran yang lebih meriah dan beragam.

Kategori Baru: Bersepeda

Salah satu kejutan besar dalam penyelenggaraan Mbok Mlayu 2026 adalah hadirnya kategori baru, yaitu bersepeda. Kategori ini melengkapi kategori jalan santai dan lari yang sudah ada sebelumnya. Keputusan ini diambil setelah melihat antusiasme komunitas pesepeda perempuan di Yogyakarta yang terus berkembang.

Ketua JWC dan Missbromp, Upik Soffie, menyampaikan bahwa kategori sepeda memberikan ruang baru bagi perempuan untuk aktif berolahraga sekaligus membangun jejaring komunitas yang solid. Ia menilai semangat pesepeda perempuan sangat besar, sehingga kategori ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak peserta.

Selain itu, dalam kategori bersepeda juga hadir ajang funrace Queen of Mountain, yang dirancang agar inklusif dan kompetitif dalam porsi yang seimbang.

Dimensi yang Lebih Holistik

Project Director Mbok Mlayu, Dian Isnawati, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh bersama tanpa menghilangkan sisi kompetisinya. Menurutnya, Mbok Mlayu bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah yang dapat memperkuat tradisi dan semangat kompetisi secara harmonis.

Lebih dari sekadar ajang olahraga, Mbok Mlayu 2026 bertransformasi menjadi festival pemberdayaan perempuan yang holistik. Dalam acara ini, lebih dari 20 pelaku usaha mikro milik perempuan turut serta dalam festival UMKM.

Agenda Pendukung yang Beragam

Berbagai kegiatan pendukung telah disiapkan untuk memanjakan peserta, mulai dari Sunset Yoga, Zumba, kelas tari Jawa, hingga walking tour. Selain itu, tersedia pula agenda health talk dan beauty class yang dirancang khusus untuk mendukung peningkatan kapasitas diri perempuan.

Hal ini menjadikan Mbok Mlayu tidak hanya sebagai ajang adu fisik, namun juga menjadi sarana edukasi dan hiburan yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha perempuan di Yogyakarta.

Rangkaian Acara yang Intensif

Rangkaian acara akan dimulai secara intensif sejak Sabtu (18/4) yang diawali dengan pengambilan racepack, berbagai workshop komunitas, serta relaksasi melalui Sunset Yoga yang diiringi oleh festival UMKM.

Puncak acara akan berlangsung pada Minggu (19/4) pagi dengan dimulainya event sepeda, dilanjutkan dengan lari kategori 10K dan 5K, serta jalan santai sejauh 2K. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan selebrasi finisher yang meriah, penampilan musik yang menghibur, serta kelanjutan festival UMKM yang tetap berlangsung untuk menyemarakkan suasana di Pura Pakualaman.


Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *