Persiapan Angkutan Lebaran di Kepulauan Riau
Pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi arus mudik Idul Fitri tahun ini, khususnya di lintasan penyeberangan di Kepulauan Riau (Kepri). Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menyiapkan skema kapal cadangan guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan.
Kasi Sarana Angkutan Jalan, Sungai, Danau dan Penyeberangan, Frans Deddy menyampaikan bahwa persiapan angkutan Lebaran telah dimulai jauh-jauh hari sebelum Ramadan. Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai instansi terkait, termasuk operator kapal, pemerintah daerah, dan lembaga keselamatan transportasi, agar pelayanan penyeberangan dapat berjalan optimal.
“Sejak sebulan sebelum puasa, kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari rapat koordinasi hingga pengecekan armada atau ramp check kapal,” ujarnya di pelabuhan ASDP Punggur, Sabtu (14/3/2026).
Armada Utama dan Kapal Cadangan
Untuk melayani penumpang selama musim mudik, pemerintah menyiapkan sekitar 14 kapal roro yang siap beroperasi di wilayah Kepri. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 18 kapal yang tersedia, namun empat kapal belum dapat dioperasikan karena alasan teknis maupun internal operator.
Selain armada utama, pemerintah juga menyiapkan kapal cadangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada lintasan tertentu. Salah satu kapal yang disiapkan sebagai perbantuan adalah KMP Senangin, yang dapat dialihkan untuk melayani lintasan dengan permintaan tinggi seperti ke Karimun atau Dabo.
“Kapal ini kita siapkan sebagai kapal cadangan. Jika ada lintasan yang padat, kapal tersebut bisa langsung diperbantukan,” kata Frans.
Kapal Tambahan dari Sulawesi
Selain itu, pemerintah sedang menunggu kedatangan kapal tambahan dari wilayah Sulawesi yang direncanakan membantu operasional di Kepri. Namun, kapal tersebut masih dalam proses perizinan dan diperkirakan baru bisa mulai beroperasi sekitar H-1 Lebaran.
Di Pelabuhan Telaga Punggur, pemerintah menilai kondisi armada relatif aman karena tersedia lima kapal yang melayani lintasan menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Dari jumlah tersebut, empat kapal sudah beroperasi dan satu kapal masih dalam proses administrasi.
“Kami tidak terlalu khawatir untuk lintasan Punggur–Uban karena ada lima kapal dan satu bisa menjadi cadangan jika diperlukan,” ujarnya.
Pengawasan dan Fasilitas
BPTD dengan kewenangannya telah menyampaikan dan menyiapkan kesiapan kapal. Kapal Sembilang mulai tanggal 10 Maret 2026 sudah masuk ke lintasan setelah Dock. BPTD juga melakukan pengawasan agar operator dapat melengkapi fasilitas demi kenyamanan pengguna jasa.
Pada lintasan Punggur – Kuala Tungkal ada perbantuan kapal Senangin hanya bisa 2 kali seminggu dalam arus Lebaran tahun 2026. Untuk mendorong kelancaran, BPTD telah bersurat ke operator dan membuka seluas-luasnya kapal yang dapat menjadi kapal perbantuan untuk lintasan Punggur – Tungkal dan Punggur – Uban. Ini telah dilakukan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2026.
Sampai saat ini, ada kapal perbantuan masih dalam proses perijinan di Pusat sebagai operator. BPTD telah memfasilitasi dengan surat permohonan dan rekomendasi ke PT Jembatan Nusantara (JN). “Semoga kapal dari PT JN KMP Satria Pratama dapat bergabung pada dekat-dekat kemungkinan tanggal 19 atau 20 ini sudah beroperasi,” katanya.
Prediksi Peningkatan Penumpang
Pemerintah memperkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Berdasarkan analisis internal, kenaikan volume diperkirakan berkisar 5 persen dan bisa meningkat hingga sekitar 12 persen pada puncak arus mudik.
Karena itu, skema kapal cadangan dinilai penting untuk menjaga kelancaran penyeberangan. “Kami berharap dengan adanya kapal cadangan dan rekayasa operasional, pelayanan angkutan Lebaran di Kepulauan Riau bisa berjalan aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











