Derbi Jawa Tengah Berakhir Imbang, Kericuhan Antar-Suporter Memicu Kekacauan
Pertandingan derbi Jawa Tengah antara Persijap Jepara dan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini Stadium, Kamis (5/3/2026) malam, berlangsung dengan tensi tinggi. Meski laga berakhir imbang 0-0, kericuhan antar-suporter membuat suasana di stadion dan sekitarnya menjadi tidak kondusif.
Persis Solo Dominan, Namun Gagal Cetak Gol
Sejak awal pertandingan, Persis Solo tampil dominan dalam menguasai jalannya laga. Beberapa peluang berhasil diciptakan oleh tim tamu, namun pertahanan Persijap Jepara mampu menahan setiap serangan yang datang. Keuntungan bagi Persis Solo datang pada menit ke-78 setelah pemain Persijap, Rubio, mendapat kartu merah. Kondisi tersebut membuat tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain di sisa waktu pertandingan. Meski unggul jumlah pemain, Persis Solo tetap tidak mampu memaksimalkan peluang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-0 tetap bertahan dan kedua tim harus puas berbagi satu poin.
Ketegangan Suporter Sejak Babak Pertama
Ketegangan di tribun sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama. Suporter di tribun barat terdengar melontarkan nyanyian serta kalimat bernada provokatif selama pertandingan berlangsung. Situasi semakin memanas ketika pagar pembatas yang memisahkan tribun suporter Solo dan tribun VIP nyaris roboh. Ketegangan sempat terjadi menjelang akhir babak pertama, tetapi petugas keamanan berhasil meredam situasi sehingga pertandingan dapat dilanjutkan. Memasuki babak kedua, kondisi sempat terlihat aman. Namun suasana kembali memanas ketika suara provokasi kembali terdengar sekitar menit ke-70.
Saling Lempar Benda Picu Bentrokan
Ketegangan akhirnya memuncak ketika pertandingan memasuki menit ke-80. Di sudut tribun barat sisi selatan, suporter mulai terlibat aksi saling lempar benda. Botol minuman hingga petasan dilaporkan melayang di area tribun dan beberapa kali terdengar letusan. Kericuhan sempat mereda ketika pertandingan berakhir, namun kembali memanas saat suporter tuan rumah hendak menyanyikan lagu kebanggaan Laskar Kalinyamat. Keributan kemudian berlanjut hingga ke pintu keluar stadion sisi barat. Suporter tuan rumah dilaporkan mencegat pendukung Persis Solo sehingga bentrok tidak terhindarkan. Aksi saling lempar batu, kayu, dan botol minuman berlangsung sekitar 30 menit dan menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan.
Pemain dan Official Persis Solo Tertahan Lima Jam
Kericuhan tersebut juga berdampak pada tim Persis Solo. Para pemain dan official tim tamu terpaksa bertahan di dalam stadion selama beberapa jam karena kondisi di luar stadion belum aman. Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, membenarkan bahwa tim diminta tetap berada di stadion sampai situasi kondusif. Ia mengatakan pihak manajemen menerima laporan bahwa tim tidak bisa meninggalkan stadion karena kondisi keamanan belum memungkinkan. “Betul betul, manajemen dapat laporan kalau tim kemarin tertahan di stadion karena situasi tidak kondusif di sekitaran stadion kemudian tim diminta untuk stay di dalam stadion sampai kondisi kondusif,” ujar Ginda saat dihubungi, Jumat (6/3/2026). Menurutnya, kondisi baru benar-benar aman beberapa jam kemudian. “Kondisi kondusif baru terjadi jam 03.30 kurang lebih dan para pemain baru bisa kembali ke hotel,” tambahnya. Meski tertahan cukup lama di stadion, ia memastikan seluruh pemain dan official dalam kondisi aman. “Kalau dari tim aman sih,” kata dia.
Manajemen Persis Tunggu Keputusan Operator Liga
Setelah situasi dinyatakan aman, rombongan Persis Solo akhirnya meninggalkan stadion dan kembali ke hotel sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Solo pada pagi hari. Manajemen Persis Solo juga berencana menggelar pertemuan untuk membahas berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut. “Kita nunggu operator ya hari ini kita juga ngumpul di kantor terkait pertandingan semalam baik secara tim maupun secara penonton yang cukup banyak insiden yang terjadi di situ ya mungkin kita akan bertanya juga dan juga menunggu keputusan dari I league seperti apa,” pungkas Ginda.
Persaingan Degradasi Semakin Ketat
Selain meninggalkan kericuhan, hasil imbang ini juga berdampak pada persaingan papan bawah klasemen. Persis Solo kini mengoleksi 17 poin, terpaut tiga poin dari Persijap Jepara yang berada tepat di atas zona degradasi. Situasi tersebut membuat persaingan untuk keluar dari ancaman degradasi di Super League semakin memanas pada sisa pertandingan musim ini.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











