Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan di Terminal Arjosari Malang
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Arjosari Malang terus meningkatkan kesiapan menjelang masa angkutan Lebaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check secara rutin terhadap seluruh armada bus yang beroperasi. Pemeriksaan ini dilakukan pada Selasa (3/3/2026) pagi.
Kepala UPT Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, menegaskan bahwa pengecekan ini bukanlah hal baru, melainkan prosedur wajib harian bagi setiap kendaraan yang akan keluar dari terminal. “Kegiatan pengecekan kendaraan ini sudah kami lakukan setiap hari sebagai kegiatan rutin dan wajib terhadap semua kendaraan yang akan keluar dari Terminal Arjosari. Jadi ini bukan hal yang baru atau hanya dilaksanakan di musim-musim tertentu saja,” ujar Mega.
Dari pantauan, setidaknya terdapat 35 bus, baik Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), telah diperiksa. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran signifikan. Seluruh bus yang diperiksa dinyatakan laik jalan, baik dari sisi kelengkapan administrasi maupun teknis. Usai pengecekan, petugas akan memasangkan stiker ‘Inspeksi Keselamatan’.
Tidak hanya bus, kondisi para sopir juga dipastikan dalam keadaan prima dan tidak di bawah pengaruh obat-obatan terlarang. Pihak terminal telah berkoordinasi dengan Perusahaan Otobus (PO) untuk memastikan armada mereka dalam kondisi terbaik. Mega memberikan peringatan keras bahwa kendaraan yang ditemukan tidak laik jalan saat masa Angkutan Lebaran (Angleb) akan langsung ditindak tegas.
Persiapan Armada dan Pengamanan
Terminal Arjosari memprediksi akan ada dua gelombang puncak arus mudik, yakni pada tanggal 17 dan 20 Maret 2026. Meskipun jadwal libur tahun ini tidak berbarengan, estimasi jumlah pemudik diperkirakan mencapai 5.000 hingga 7.000 orang. “Kami sudah berkoordinasi, kami memprediksi puncak arus mudik, terjadi pada tanggal 17 dan 20 Maret 2026 mendatang,” tutur Mega.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak terminal menyiapkan 300 hingga 400 armada setiap harinya. Selain itu, personel keamanan juga akan disiagakan di titik-titik rawan seperti pintu masuk, area penurunan penumpang, serta pusat informasi untuk menjamin kenyamanan pemudik.
Pengalaman Sopir Bus
Sementara itu salah satu sopir bus jurusan Malang-Ciputat, Budi Satria, mengungkapkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan petugas meliputi berbagai aspek teknis dan keselamatan. “Iya tadi dicek kelengkapan administrasi dan peralatan pendukung. Tadi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) juga di cek,” terang pria 45 tahun itu.
Dirinya bilang bahwa mendapat teguran karena kelengkapan kotak P3K, dan beberapa obat yang telah kedaluwarsa. “Iya tadi ditegur untuk mengganti kotak P3K, dan ada beberapa obat yang telah kedaluwarsa harus diganti,” katanya.
Budi Satria memprediksi lonjakan penumpang mulai terjadi pada H-15 hingga H-10 Lebaran. “Kalau sekarang kan masih sepi, biasanya pada H-15 hingga H-10 Lebaran akan ramai,” jelas Budi.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











