"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

RTA dan Baitul Mal Bantu Anak Linge Selama Pengungsian Ramadhan

Bantuan untuk Anak-anak Terdampak Bencana di Linge

Baitul Mal Aceh Tengah bekerja sama dengan Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Cabang Aceh Tengah dan Provinsi Aceh mengambil kesempatan penuh berkah bulan Ramadhan 1447 Hijriah untuk memberikan pendampingan intensif kepada anak-anak terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Linge. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan, mulai dari Senin (23/2/2026) hingga Sabtu (29/2/2026), dengan fokus pada pengajian, TPA, serta penguatan mental dan spiritual.

Kehadiran tim RTA bukan hanya sekadar kunjungan singkat, tetapi merupakan upaya nyata untuk membantu masyarakat yang sedang berjuang melalui kondisi sulit akibat bencana alam. Dalam kegiatan ini, sebanyak 30 anggota RTA diterjunkan langsung ke Kumukiman Wihni Dusun Jamat, termasuk kampung Delung Sekinel, Kute Reje, dan Jamat, serta melibatkan anak-anak dari Kampung Bayur.

Aktivitas Selama Ramadan

Sejak hari pertama, tim RTA langsung mengajar pelajaran agama di sekolah-sekolah dan menggelar TPA di Mushalla darurat. Pada awalnya, salat lima waktu dan tarawih dilaksanakan di bawah tenda. Namun, setelah memasuki malam kedelapan Ramadhan, Mushalla darurat yang dibangun swadaya masyarakat akhirnya rampung dan mulai digunakan.

Ketua RTA Aceh Tengah, Tengku Ridwan Bintang SH, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dipusatkan di Mushalla Darurat Delung Sekinel dan di titik pengungsian yang dihuni warga Kute Reje dan Jamat. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah tiga desa tersebut, tetapi karena jarak yang dekat, anak-anak dari Kampung Bayur juga turut serta.

“Kami satukan di satu tempat agar kebersamaan dan semangatnya terasa,” ujarnya.

Selain pengajian, tim RTA juga mengadakan perlombaan untuk anak-anak guna membangkitkan kembali keceriaan mereka setelah melewati masa-masa sulit akibat bencana.

Kondisi Lapangan yang Memprihatinkan

Ridwan menyebutkan bahwa kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. “Rumah-rumah yang ditinggalkan belum ada listrik, masih pakai genset. Air bersih sangat susah. Sawah mereka banyak yang hilang. Ada yang kehilangan sampai 27 ekor kambing. Jembatan putus. Mayoritas sumber penghidupan masyarakat hilang,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat fasilitasi dari Baitul Mal Aceh Tengah. “Kami hadir langsung di tengah masyarakat korban bencana difasilitasi langsung oleh Baitul Mal Aceh Tengah untuk menguatkan semangat anak-anak di Linge,” katanya.

Menurut Ridwan, kondisi masyarakat di lokasi bencana masih memprihatinkan. Banyak rumah yang ditinggalkan belum dialiri listrik dan masih menggunakan genset. Akses air bersih juga terbatas, sementara sebagian warga masih tinggal di tenda darurat.

Perasaan Anak-Anak dan Harapan Masa Depan

Saat tim pamit kembali, sejumlah anak terlihat sedih dan bahkan menitipkan surat untuk Baitul Mal sebagai bentuk terima kasih atas kegiatan yang telah dilaksanakan selama sepekan. Ridwan berharap masyarakat terdampak tetap sabar menghadapi musibah dan yakin ada hikmah di balik cobaan tersebut.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus hadir memberikan dukungan hingga warga benar-benar bangkit secara ekonomi dan sosial. “Kita yang di luar jangan pernah berhenti membantu. Jangan sampai masyarakat di sana kehilangan arah. Kita harus memastikan mereka benar-benar bangkit,” pungkasnya.

Perluasan Program

Program ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Linge. Usai merampungkan kegiatan selama sepekan, tim RTA Aceh Tengah kembali melanjutkan agenda dakwah Ramadan ke Kampung Kala Segi, Kecamatan Bintang. Kegiatan tersebut tetap difokuskan pada pembinaan keagamaan dan penguatan mental spiritual masyarakat, khususnya anak-anak, sebagai bagian dari komitmen untuk terus hadir dan memberi manfaat di berbagai wilayah.




Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *