"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Pemkot Surabaya Siapkan Strategi Antisipasi Kebakaran Rusun: Kendalikan Api dalam 3 Menit Pertama

Pemkot Surabaya Perkuat Sistem Mitigasi Kebakaran di Rusun

Pemerikaan dan pencegahan kebakaran menjadi fokus utama Pemerka Surabaya setelah terjadi insiden kebakaran di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sombo. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut memicu langkah-langkah antisipatif yang lebih intensif.

Pemkot Surabaya mengambil strategi empat lapis mitigasi berbasis teknologi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Langkah ini melibatkan pengelola, penghuni, serta sistem teknologi modern dalam penanganan kebakaran.

Strategi Empat Lapis Mitigasi

Strategi pertama adalah perlindungan di dalam unit hunian, khususnya area dapur yang merupakan titik rawan. Setiap penghuni wajib menyediakan alat pemadam otomatis di sekitar kompor serta perangkat thermatic di plafon yang aktif saat suhu tinggi terdeteksi. Alat-alat ini dirancang untuk langsung memadamkan api di sumbernya sebelum membesar.

Lapis kedua fokus pada area unit dan koridor. APAR portable 3 kilogram akan tersedia di dalam unit, sedangkan APAR 6 kilogram ditempatkan di koridor setiap 20–25 meter agar mudah dijangkau saat darurat. Penataan jarak ini dilakukan karena evaluasi menunjukkan bahwa APAR yang terlalu jauh membuat respons awal kurang efektif.

Lapis ketiga melibatkan paguyuban penghuni dalam menjaga keamanan. Mereka akan bertanggung jawab atas penggunaan APAR dan pengawasan area koridor. Selain itu, pelatihan mitigasi bencana secara rutin akan dilakukan kepada semua penghuni.

Lapis keempat mencakup sistem skala besar di area umum. Fasilitas seperti tabung pemadam berkapasitas 6 kilogram akan ditanggung oleh pengelola, sementara sebagian lainnya menjadi tanggung jawab paguyuban melalui iuran warga. Pemkot juga memastikan sistem kontrol keselamatan gedung dan monitoring berjalan optimal.

Pengelolaan Golden Time

Golden time atau 1–3 menit awal kebakaran menjadi kunci utama dalam penanganan kebakaran di rusun. Dalam waktu singkat ini, api harus sudah dipadamkan. Untuk itu, pelatihan mitigasi bencana akan dilakukan secara rutin kepada semua penghuni agar mereka memahami prosedur penyelamatan diri dan penggunaan alat pemadam.

Inspeksi Rutin Tiap Enam Bulan

Selain penyediaan alat, Pemkot juga akan mewajibkan inspeksi rutin setiap enam bulan untuk memastikan kondisi dan tekanan APAR tetap layak pakai. Simulasi evakuasi serta edukasi kebencanaan juga direncanakan minimal satu kali dalam setahun agar penghuni memahami prosedur penyelamatan diri dan penggunaan alat pemadam.

Keterlibatan Penghuni

Iman Kristian, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran di rusun tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Keterlibatan aktif penghuni menjadi faktor penentu keberhasilan sistem ini. Setiap penghuni juga wajib memiliki alat personal yang dapat bekerja otomatis untuk memadamkan sumber api.

Kebakaran Rusunawa Sombo

Kebakaran melanda Rusunawa Sombo, Jalan Sombo, Surabaya, Rabu sore (25/2/2026) akibat dugaan korsleting listrik. Peristiwa tersebut membakar empat kamar di lantai tiga dan mengakibatkan satu orang penghuni mengalami syok. Pemkot mengerahkan 11 unit pemadam kebakaran dan enam unit rescue untuk menangani insiden tersebut. Penghuni yang mengalami syok langsung mendapatkan penanganan tim medis dengan pemberian oksigen di lokasi kejadian.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *