"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Sopir Truk Protes Pungli Rp 50 Ribu dari Emak-emak, Kelurahan Beri Pernyataan

Video Sopir Truk Viral Akibat Pungli Emak-emak di Gang Lurah

Sebuah video yang menampilkan aksi pungutan liar (pungli) oleh sejumlah emak-emak terhadap sopir truk viral di media sosial. Aksi tersebut terjadi di Gang Lurah, samping Kantor Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi. Video ini diunggah oleh akun Instagram @radar_bekasi pada Selasa (24/2/2026), dan menunjukkan sejumlah sopir truk yang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Dalam narasi unggahan tersebut disebutkan bahwa praktik pungli diduga telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Hal ini terjadi setelah akses utama menuju TPA Sumur Batu mengalami longsoran sehingga tidak dapat dilalui kendaraan berat. Sebagai solusi sementara, jalur lingkungan di Gang Lurah digunakan sebagai lintasan alternatif untuk mengurai kemacetan akibat antrean panjang truk sampah.

Penjelasan dari Kelurahan Sumur Batu

Sekretaris Kelurahan Sumur Batu, Budi Sulistyo, mengonfirmasi bahwa jalan lingkungan tersebut sempat digunakan berdasarkan kesepakatan dengan warga sebagai langkah darurat mengatasi kemacetan. Dalam kesepakatan itu, terdapat beberapa ketentuan seperti pengaturan jumlah muatan dan jarak antartruk agar tidak beriringan, pembatasan kecepatan kendaraan, serta kewajiban menjaga kebersihan jalan.

Truk juga diwajibkan menutup muatan sampah dengan terpal dan tidak melebihi kapasitas. Budi menyatakan bahwa warga merasa terdampak karena jalan tersebut biasanya hanya digunakan untuk aktivitas masyarakat, tiba-tiba dilalui truk-truk besar bermuatan sampah. Ia mengatakan bahwa awalnya sopir truk diminta membayar Rp30.000 hingga Rp50.000 per kendaraan, namun belakangan tarif berubah menjadi Rp5.000 setiap kali melintas.

Budi mengakui adanya pembicaraan mengenai kompensasi bagi warga terdampak, tetapi ia tidak mengetahui secara rinci mekanisme maupun besaran kompensasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kelurahan telah membuat nota dinas kepada kecamatan untuk diteruskan kepada dinas terkait yang memiliki kewenangan menyelesaikan persoalan tersebut.

Tanggapan dari Polisi

Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, menyatakan bahwa emak-emak yang melakukan pungli terhadap sopir truk pengangkut sampah tidak menarik uang sebesar Rp 50.000. Menurut Sukadi, warga hanya meminta uang seikhlasnya kepada sopir truk sebagai bentuk kompensasi atas dampak bau yang ditimbulkan oleh truk sampah yang melintas.

Ia menjelaskan bahwa jalan lingkungan tersebut sebelumnya dimanfaatkan warga untuk berjualan makanan dan takjil. Namun, sejak truk sampah kerap melintas dengan bau menyengat, aktivitas berdagang terhenti. “Karena dilintasi oleh truk yang baunya luar biasa, akhirnya tidak ada lagi yang jualan. Ibu-ibu itulah yang minta kenclengan (uang) di jalan,” ujar Sukadi.

Sukadi menegaskan bahwa tindakan meminta uang di jalan tetap tidak dibenarkan secara aturan. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa tindakan ibu-ibu minta uang di jalan sebagai kompensasi karena bau itu juga tidak boleh, tidak dibenarkan. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah memanggil pihak-pihak yang disebut dalam polemik tersebut untuk dimintai klarifikasi.

Solusi Darurat dan Masalah Jalan Lingkungan

Menurut Sukadi, polemik ini bermula dari tertutupnya akses utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu akibat longsoran tanah dan sampah. Akibatnya, truk pengangkut sampah tidak dapat melintasi jalur tersebut. Sebagai solusi darurat, kendaraan dialihkan ke jalan lingkungan di Gang Lurah. Padahal, sesuai aturan, jalan tersebut tidak diperuntukkan bagi kendaraan bertonase berat.

Sukadi menjelaskan bahwa sebelum pengalihan jalur dilakukan, telah ada musyawarah antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan warga setempat. Awalnya, izin penggunaan jalan hanya diberikan selama satu minggu, namun kemudian diperpanjang. “Awalnya satu minggu diizinkan. Akhirnya nambah lagi satu minggu, dan akhirnya sampai sekarang,” tutur dia.


Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *