Kebakaran di Kabupaten Lingga, Sarana Pemadam Kebakaran Tidak Maksimal
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga kembali berjibaku melawan kobaran api. Kali ini, api melahap sekitar enam hektare lahan perkebunan di Jalan Gunung Muncung, Kelurahan Dabo Lama, Kecamatan Singkep, pada Sabtu (28/2/2026). Meski upaya pemadaman dilakukan secara intensif, kondisi sarana yang tersedia menimbulkan tantangan besar bagi petugas.
Armada Pemadam yang Sudah Tua dan Rusak
Salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran adalah armada pemadam yang sudah tua dan dalam kondisi rusak. Armada tersebut tidak lagi mampu menyemprotkan air secara optimal, sehingga efektivitas pemadaman terganggu. Petugas hanya bisa mengandalkan mesin robin, yang memiliki tekanan air yang melemah saat digunakan di area perbukitan lokasi kebakaran.
Danton Damkar Lingga unit Dabo, Ikmal Hakim, mengakui bahwa armada yang digunakan sudah berusia 20 tahun. Ia menjelaskan bahwa mobil tersebut seringkali mengalami kerusakan, sehingga penggunaannya tidak bisa diandalkan. “Di lokasi mobil mengalami rusak karena tidak bisa menyemprotkan air, sehingga kami harus menggunakan mesin robin,” ujar Ikmal.
Keterbatasan Sumber Daya
Kondisi ini memperparah kesulitan petugas dalam melakukan pemadaman. Di tengah besarnya kobaran api, personel hanya bisa berupaya dengan alat yang ada. Meskipun suara sirene masih terdengar kuat, armada tua itu hanya sebagai objek yang bisa dikendarai, bukan alat bantu yang efektif.
Pemadaman api juga terhambat akibat minimnya peralatan serta kendaraan operasional yang rusak. Akibatnya, api sulit dikendalikan dan proses pemadaman berlangsung lebih lama dari yang diharapkan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 16.10 WIB setelah dilakukan penanganan intensif selama beberapa jam.
Kerugian Material dan Penyebab Kebakaran
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Namun, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia yang melakukan pembakaran lahan. Hal ini diperparah oleh kondisi cuaca panas dan angin kencang, yang membuat api cepat menyebar di area perkebunan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim panas melanda wilayah Kabupaten Lingga.
Kondisi Armada di Daik
Sebelumnya, pada Januari 2026 lalu, Kasatpol PP dan Damkar Lingga, Dody Suhendra, mengungkapkan bahwa armada di Daik, Kecamatan Lingga, sudah berusia 17-18 tahun. Sementara armada di Dabo, Kecamatan Singkep, berusia 20 tahun. Dody menjelaskan bahwa dengan keterbatasan anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan perawatan regular, seperti penggantian atau perbaikan suku cadang ringan.
“Kalau yang bersifat rusak sedang sampai berat, terus terang kami tak mampu, mengingat anggaran yang terbatas. Sementara pelayanan Damkar maupun penyelamatan dituntut harus optimal,” ujar Dody.
Upaya Perbaikan dan Pengadaan Unit Baru
Tahun ini, pihaknya mengajukan anggaran perbaikan total atau overhaul untuk armada Damkar unit Daik. “Karena dipastikan tidak dapat dioperasikan, disebabkan sasisnya sudah keropos dan patah, serta sangat beresiko bagi petugas maupun penerima layanan. Alhamdulillah sudah dalam proses perbaikan di Bengkel Tanjungpinang,” tutur Dody.
Mengenai pengadaan unit baru, Dody menyebutkan bahwa sudah beberapa kali diusulkan ke Pemda. “Namun, kami memaklumi kekuatan anggaran untuk masa ini sangat tidak memungkinkan. Kami sudah usulkan tahun lalu ke skema Dana CSR melalui Bupati. Walaupun sudah disetujui oleh beliau, namun setahun terakhir ini belum juga nampak realisasinya,” jelas dia.
Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."











