Persebaya Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Green Force, kembali menjadi pusat perhatian menjelang pertandingan melawan Persib Bandung di pekan ke-24 Super League 2025/2026. Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (02/03/2026), menjadi ujian berat bagi konsistensi tim di kandang sendiri.
Sejauh ini, performa Persebaya di GBT tergolong stabil meskipun belum sepenuhnya dominan. Dari 12 laga yang digelar di stadion tersebut, mereka berhasil meraih enam kemenangan, tiga hasil imbang, dan tiga kekalahan. Rata-rata poin yang diraih per pertandingan adalah 1,75, menunjukkan bahwa tim mampu menjaga ritme permainan, tetapi masih ada ruang untuk peningkatan khususnya saat menghadapi tim-tim kuat.
Dalam hal produktivitas, Persebaya telah mencetak 21 gol di depan pendukungnya sendiri. Di sisi lain, mereka juga kebobolan 14 gol, yang menjadi catatan evaluasi bagi lini pertahanan. Statistik ini menunjukkan bahwa GBT memang bukan tempat yang mudah bagi lawan, namun juga belum sepenuhnya aman dari ancaman. Konsistensi selama 90 menit menjadi tantangan utama yang harus diatasi.
Momentum positif datang setelah Persebaya berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0 di GBT pada Rabu (25/02/2026) malam. Kemenangan ini sangat penting karena datang di saat tim membutuhkan dorongan moral. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyebut hasil ini sangat penting dalam membangun kembali rasa percaya diri pemain.
“Kami sangat membutuhkan kemenangan. Dengan menang, pemain merasa senang dan mendapatkan kepercayaan diri,” ujar Tavares usai laga. Menurutnya, kepercayaan diri adalah fondasi utama sebelum menghadapi pertandingan besar. Ia merasakan perbedaan besar saat menangani tim yang sedang dalam tren positif.
“Sebagai pelatih, melatih tim yang menang sangat berbeda dengan melatih tim yang kalah dan tidak punya kepercayaan diri,” tambahnya.
Kini fokus Tavares tertuju pada bagaimana menjaga kestabilan emosi dan konsentrasi tim. Menghadapi Persib Bandung, ia tak ingin pemainnya terbawa euforia kemenangan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa lawan yang akan datang memiliki kualitas skuad yang sangat baik. Kesiapan mental menjadi aspek yang ia tekankan dalam sesi latihan jelang pertandingan.
“Saya berharap dengan kemenangan ini, pemain lebih percaya diri. Karena laga berikutnya melawan Persib yang punya skuad bagus,” jelasnya.
Persiapan yang dilakukan bukan hanya soal taktik dan strategi permainan. Tavares juga memberi perhatian khusus pada detail kecil seperti disiplin posisi, transisi bertahan, dan efektivitas memanfaatkan peluang. Ia ingin anak asuhnya tampil sabar namun tetap agresif ketika kesempatan datang. Konsistensi dalam menjalankan instruksi menjadi kunci agar rekor kandang tetap terjaga.
Duel kontra Persib diprediksi berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Dalam situasi seperti itu, ketenangan dan komunikasi antarpemain akan sangat menentukan. Persebaya Surabaya tentu berharap dukungan penuh suporter kembali menjadi energi tambahan di GBT. Atmosfer stadion kerap memberi dorongan psikologis yang membuat pemain tampil lebih percaya diri.
Namun Tavares menekankan hasil akhir tetap ditentukan oleh kerja keras di lapangan. Ia tak ingin timnya hanya mengandalkan semangat, tetapi juga kecerdasan membaca permainan. Laga ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh perkembangan mental bertanding skuad Persebaya Surabaya. Jika mampu melewati ujian ini, kepercayaan diri tim bisa meningkat signifikan untuk sisa musim.
Rekor kandang bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan konsistensi dan karakter tim. Di hadapan Persib Bandung, Green Force akan membuktikan apakah GBT masih menjadi benteng yang sulit ditembus.











