"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"
Daerah  

Dapoer Lophita Bagikan Roti Gratis di Pasar Wadai Datah Manuah

Suasana Pasar Wadai Ramadan di Kota Palangka Raya

Pada sore hari, Minggu (22/2/2026), suasana Pasar Wadai Ramadan di kawasan Pasar Datah Manuah, Kota Palangka Raya, semakin ramai. Pengunjung terlihat berlalu lalang di sekitar deretan lapak kuliner, sementara stan-stan yang disediakan tampak dipadati oleh warga yang mencari takjil.

Di tengah keramaian tersebut, sebuah meja kecil di depan stan Dapoer Lophita menarik perhatian pengunjung. Di atas meja tersebut tersusun rapi roti-roti dalam kemasan bening dengan sebuah kertas bertuliskan ajakan berbagi. Tulisan sederhana itu membuat sejumlah pengunjung melambatkan langkah, membaca, lalu mendekat.

Tulisan tersebut berisi:

“ROTI GRATIS!!!!

UCAPKAN KE MIC PESANMU UNTUK KELUARGA DI RUMAH!!

PESAN HANGAT DARI ANAK RANTAU YANG JAUH DARI KELUARGA DI RAMADHAN INI.”

Di sekitar stan, roti-roti yang baru dikeluarkan mulai menarik perhatian warga. Sementara tim Dapoer Lophita yang lain tampak berkeliling area Pasar Wadai, menyapa pengunjung satu per satu dan mengajak mereka menyampaikan pesan hangat untuk keluarga di rumah melalui mikrofon yang disediakan.

Beberapa pengunjung tampak tersenyum saat menyampaikan pesan singkat, sementara lainnya terlihat terdiam sejenak, seolah menahan rindu, sebelum akhirnya berbagi cerita tentang Ramadan dan jarak dengan keluarga, khususnya bagi anak-anak rantau yang jauh dari kampung halaman.

Konsep Berbagi yang Terinspirasi dari Anak Rantau

Di balik kegiatan sederhana tersebut, tersimpan konsep berbagi yang memang sengaja dihadirkan oleh pelaku usaha di Pasar Wadai Ramadan. Star Leader Dapoer Lophita Palangka Raya, Anzelika Aprilia, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi roti gratis merupakan bagian dari program Ramadan yang rutin dilakukan.

“Di Dapoer Lophita sendiri kami fokus menjual pizza dan cake, terutama cake dekorasi,” ujarnya kepada .con sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menjelaskan bahwa harga produk yang dijual di Pasar Wadai Ramadan Datah Manuah cukup beragam, menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.

“Kalau di stand, harga mulai dari Rp25.000 sampai Rp130.000,” katanya.

Menurut Anzelika, antusiasme masyarakat selama berjualan di Pasar Wadai Ramadan terbilang tinggi, terutama saat hari libur.

“Kalau weekend (akhir pekan, red) itu ramai banget, Kak. Kami buka dari jam tiga sore sampai sekitar jam sembilan malam,” ujarnya.

Program Berbagi yang Berorientasi pada Kepedulian

Terkait kegiatan berbagi roti gratis, Anzelika menuturkan bahwa program tersebut memang digagas sebagai bentuk kepedulian, khususnya bagi anak-anak rantau yang menjalani Ramadan jauh dari keluarga.

“Ini event dari Dapoer Lophita sendiri. Tujuannya lebih ke berbagi. Kami adakan seminggu sekali. Selain bagi-bagi roti, kami juga ada berbagi takjil di area toko, terus ada ‘curhat Ramadan’ dan kuis,” jelasnya.

Program berbagi tersebut juga dikemas dengan konsep tematik yang berganti setiap pekan. Pada momentum Ramadan kali ini, Dapoer Lophita mengangkat tema tentang anak rantau yang jauh dari keluarga, sebagai ruang bagi pengunjung untuk menyalurkan rindu dan pesan hangat kepada orang-orang terdekat.

“Untuk yang hari ini, temanya tentang anak rantau yang jauh dari rumah. Pesannya bebas, bisa untuk orang tua, keluarga, atau orang terdekat,” kata Anzelika.

Aktivitas Interaktif dan Kreatif

Tak hanya itu, Dapoer Lophita juga memadukan kegiatan berbagi dengan konten kreatif. Mereka kerap menggelar siaran langsung dan aktivitas interaktif di stan, yang dijadwalkan pada hari-hari tertentu.

Di tengah hiruk pikuk Pasar Wadai Ramadan, kegiatan berbagi roti gratis itu membuat sebagian pengunjung berhenti sejenak. Beberapa di antaranya membaca tulisan yang dipasang di depan stan sebelum kembali melanjutkan langkah.

Sementara itu, secara umum suasana Pasar Wadai Ramadan Datah Manuah pada sore hari terpantau ramai dan tertib. Deretan kursi dan meja yang disediakan panitia dimanfaatkan pengunjung untuk menunggu waktu berbuka, sementara lampu-lampu hias yang terpasang di area pasar mulai menyala menjelang senja.

Pasar Wadai Ramadan di Pasar Datah Manuah menjadi salah satu titik baru yang diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi kuliner, tetapi juga ruang kebersamaan dan berbagi cerita selama bulan suci Ramadan.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *