"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Pelatihan Pelatih dan Wasit PBVSI Sumut di Sipirok Fokus pada Wilayah III dan IV

Pelatihan Pelatih dan Wasit Bola Voli di Sumatera Utara

Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Sumatera Utara (Sumut) akan menggelar pelatihan pelatih dan wasit tingkat daerah di Sipirok pada 7-11 Mei 2026. Kegiatan ini akan diselenggarakan bersamaan dengan pelaksanaan Kejuaraan Bola Voli Raja Inal Cup III Tahun 2026.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya PBVSI Sumut untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor perwasitan dan kepelatihan. Hal ini dilakukan karena kualitas tersebut dinilai masih belum merata di berbagai wilayah.

Kabid Perwasitan Pengprov PBVSI Sumut, Bambang Sarianto, menyampaikan bahwa pihaknya berharap peserta pelatihan dapat berasal dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara. Namun, prioritas utama tetap diberikan kepada daerah-daerah di wilayah IV yang saat ini masih kekurangan wasit dan pelatih.

“Kita berharap pesertanya ini bisa hadir dari seluruh Sumatera Utara, tapi memang kita utamakan yang dari wilayah 4 seperti dari Sidempuan, Madina, Tapsel sebagai tuan rumah, Labuhan Batu, Labura, Labusel dan Tanjung Balai,” ujar Bambang.

Ia menegaskan, tuan rumah Tapanuli Selatan (Tapsel) diharapkan dapat memaksimalkan kesempatan tersebut karena kebutuhan wasit di daerah itu masih cukup tinggi.

“Tapi yang paling utama kalau bisa tuan rumah Tapsel bisa ikut serta dalam pelatihan ini karena mereka memang masih kekurangan wasit,” tambahnya.

Momentum Strategis untuk Pembelajaran Praktis

Pelaksanaan pelatihan yang dirangkai dengan Raja Inal Cup III dinilai menjadi momentum strategis. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori di kelas, tetapi juga bisa langsung menyaksikan dan mempelajari penerapan aturan dalam pertandingan resmi.

“Latihan ini akan kita gelar sekaligus dengan Raja Inal Cup. Jadi mereka nanti bisa sekaligus menyaksikan pertandingan secara langsung, minimal mereka bisa melihat aturan-aturan di permainan bola voli itu sendiri,” jelas Bambang.

Dengan konsep tersebut, katanya, peserta diharapkan lebih mudah memahami regulasi permainan, mekanisme kepemimpinan pertandingan, hingga pengambilan keputusan di lapangan.

Biaya Pendaftaran dan Kuota Peserta

Untuk biaya pendaftaran, panitia menetapkan sebesar Rp1.750.000 per peserta. Biaya tersebut sudah mencakup penginapan, konsumsi, baju peserta, alat tulis kantor (ATK), serta sertifikat.

“Kalau pendaftaran itu harganya Rp1.750.000, sudah include di dalam itu penginapan, makan, baju peserta, kemudian ATK dan juga ada sertifikat. Jadi nanti mereka sudah bisa menjadi wasit bola voli indoor tingkat provinsi Sumatera Utara,” paparnya.

Dijelaskannya, Pengprov PBVSI Sumut membuka kuota seluas-luasnya tanpa pembatasan jumlah peserta. Namun, tetap ada skala prioritas bagi wilayah yang dinilai masih minim tenaga wasit dan pelatih.

“Untuk kuota kita buka sebanyak-banyaknya, tidak tertutup. Jadi kita buka untuk sebanyak-banyaknya siapa yang mau ikut silakan, tapi yang kita utamakan itu dari wilayah 4 yang masih kurang wasit dan pelatih,” katanya.

Harapan untuk Regenerasi Wasit Muda

Bambang juga berharap dari pelatihan di Sipirok ini akan lahir wasit-wasit muda potensial, terutama dari wilayah III dan IV. Ia menyebut, daerah sekitar Danau Toba yang jaraknya tidak terlalu jauh juga diharapkan dapat mengirimkan perwakilan.

“Harapan kita dengan terlaksananya nanti kursus di Sipirok ini untuk daerah wilayah 4 agar muncul wasit yang baru-baru dan yang muda-muda. Berharap juga nanti ada dari beberapa daerah wilayah 3 seputaran Danau Toba yang lokasinya tidak terlalu jauh bisa ikut serta sehingga bisa muncul wasit-wasit potensial,” ungkapnya.

Ia bahkan mendorong agar peserta yang ikut berusia di bawah 25 hingga 30 tahun guna mendukung regenerasi jangka panjang.

“Nah makanya kami berharap kalau bisa yang ikut ini yang berusia di bawah 25 atau 30 tahun, tapi kalau tidak ada ya apa mau kita buat,” ujarnya.

Kondisi Wilayah dan Target Pembinaan

Menurutnya, saat ini pembinaan di wilayah I, II, dan V relatif sudah merata karena jumlah pelatih dan wasit cukup banyak. Sementara wilayah III dan IV masih membutuhkan perhatian lebih agar pemerataan pembinaan benar-benar terwujud.

“Sehingga merata pembinaan. Kalau di wilayah satu sudah banyak, wilayah dua begitu juga sudah banyak pelatih dan wasit, dan wilayah lima juga sudah banyak. Tinggal wilayah tiga dan empat. Jadi kalau bisa lebih merata lagi lah, mudah-mudahan nanti ada yang bisa kita orbitkan sampai ke nasional,” pungkasnya.


Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *