Kinerja Membanggakan PDAM Tirta Abdya dalam Tujuh Bulan
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr. Safaruddin SSos MSP, memberikan apresiasi kepada Plt Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Abdya, SM Riza Ariffiandi, atas prestasi yang diraih dalam tujuh bulan kepemimpinan. Prestasi ini menunjukkan perubahan besar yang terjadi di tubuh PDAM Tirta Abdya.
Salah satu pencapaian terbesar adalah tidak lagi meminta penyertaan modal dari pemerintah daerah. Bahkan, PDAM Tirta Abdya menargetkan untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 500 juta pada tahun 2026. Ini menjadi langkah penting menuju kemandirian keuangan perusahaan.
Capaian Signifikan dalam Pelayanan
Dalam waktu tujuh bulan, PDAM Tirta Abdya berhasil meningkatkan jumlah pelanggan hingga mencapai 6.561 pelanggan, naik dari 3.844 pelanggan sebelumnya. Selain itu, pendapatan per bulan juga mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya hanya Rp 60 juta menjadi Rp 148.502.200 per bulan. Total pendapatan dari Juni hingga Desember 2025 mencapai Rp 891.013.200.
Pihak PDAM juga menerima 509 aduan dari masyarakat melalui nomor hotline terkait permasalahan air bersih. Dari total tersebut, sebanyak 498 aduan telah terselesaikan atau mencapai 98 persen. Efektivitas penagihan rekening air juga meningkat, dengan capaian sebesar 107 persen, termasuk piutang lama yang dapat tertagih sebesar Rp 66.955.150.
Selain itu, jumlah karyawan di PDAM Tirta Abdya ditingkatkan menjadi 35 orang dari sebelumnya hanya 16 orang. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meskipun memiliki banyak pencapaian, PDAM Tirta Abdya masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah maraknya pencurian meteran yang semakin meresahkan. Selain itu, terdapat Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Bagi (JDB) yang sudah lama atau rusak, sehingga mengganggu layanan distribusi air ke rumah pelanggan.
Riza Ariffiandi menyadari bahwa masih ada kekurangan yang harus dibenahi. Ia memohon maaf kepada pelanggan yang belum mendapatkan layanan maksimal. Ia juga berharap dukungan dan peran serta masyarakat dalam mengawasi dan mengkritisi setiap langkah kebijakan dan kinerja perusahaan.
Strategi untuk Masa Depan
Untuk meningkatkan kinerja secara berkelanjutan, Riza mengungkapkan bahwa PDAM Tirta Abdya akan menerapkan sistem manajemen kinerja berbasis KPI (Key Performance Indicator) pada tahun 2026. Sistem ini akan digunakan sebagai alat utama untuk merencanakan, mengukur, menilai, dan meningkatkan kinerja perusahaan, maupun individu secara terukur, objektif, dan berkelanjutan.
Selain itu, PDAM Tirta Abdya juga akan melakukan penambahan cakupan pelayanan pada wilayah yang belum terpasang jaringan pipa distribusi. Optimalisasi produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) seperti pengadaan genset untuk IPA Lembah Sabil, serta peremajaan jaringan pipa distribusi yang sudah lama atau rusak, akan menjadi prioritas.
Dukungan dari Pemerintah dan Masyarakat
Keberhasilan yang diraih oleh PDAM Tirta Abdya tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Abdya Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, serta pihak terkait lainnya. Riza mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, khususnya Bapak Bupati Safaruddin yang telah memberikan dukungan penuh, sehingga pengelolaan PDAM Tirta Abdya bisa berjalan maksimal.











