"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

Gempa Guncang Meulaboh, Aceh Barat, Kedalaman 19 KM di Lautan

Gempa Mengguncang Meulaboh, Aceh

Pada hari Kamis, 12 Februari 2026, wilayah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh diguncang gempa bumi. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di laut dengan pusat gempa berada di sekitar kawasan tersebut.

Gempa bumi yang mengguncang Meulaboh ini tercatat memiliki kekuatan M 4.7 pada pukul 20:14 WIB. Lokasi gempa berada di koordinat 4.29 LU, 95.83 BT atau sekitar 37 km Barat Laut Meulaboh, Aceh. Kedalaman gempa mencapai 19 km.

Beberapa warga di sekitar wilayah Nagan Raya dan Aceh Jaya juga merasakan guncangan dari gempa tersebut. Guncangan dirasakan dalam skala III MMI, yang berarti getaran terasa nyata dalam rumah. Beberapa orang merasakan guncangan seperti truk yang berjalan. Di luar rumah, beberapa orang juga bisa merasakannya. Gerabah pecah, jendela dan pintu bergoyang hingga berderik, serta dinding terdengar berbunyi.

Sementara itu, warga di Aceh Barat Daya merasakan guncangan lebih ringan, yaitu skala II MMI. Getaran ini terasa oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.

Meski belum ada laporan kerusakan signifikan, masyarakat di sekitar lokasi gempa diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih bisa terjadi.

Skala MMI dan Dampaknya

BMKG menjelaskan bahwa skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan untuk mengukur intensitas gempa yang dirasakan oleh manusia dan dampaknya terhadap lingkungan. Berikut penjelasan skala MMI:

  • I MMI

    Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

  • II MMI

    Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

  • III MMI

    Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

  • V MMI

    Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

  • VI MMI

    Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

  • VII MMI

    Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

  • VIII MMI

    Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

  • IX MMI

    Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipi dalam rumah putus.

  • X MMI

    Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

  • XI MMI

    Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

  • XII MMI

    Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

Tips Saat Terjadi Gempa Bumi

Untuk meminimalkan risiko selama dan setelah gempa bumi, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:

Sebelum Gempa

  • Mengenali apa yang disebut gempa bumi;
  • Pastikan struktur dan letak rumah Anda aman dari bahaya gempa bumi seperti longsoran atau liquefaction;
  • Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan agar lebih tahan gempa;
  • Kenali lingkungan tempat bekerja, termasuk posisi pintu, lift, dan tangga darurat;
  • Belajar melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran;
  • Catat nomor telepon penting untuk situasi darurat;
  • Atur perabotan agar tidak mudah jatuh atau bergeser;
  • Simpan bahan mudah terbakar di tempat yang aman;
  • Selalu mematikan air, gas, dan listrik jika tidak digunakan;
  • Atur benda berat di bagian bawah dan cek kestabilan benda yang tergantung;
  • Siapkan kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen, dan air.

Saat Gempa

  • Jika di dalam bangunan, lindungi kepala dan badan dengan bersembunyi di bawah meja;
  • Cari tempat aman dari reruntuhan;
  • Jika di luar bangunan, hindari gedung, tiang listrik, dan pohon;
  • Jika mengendarai mobil, keluar dan menjauh dari kendaraan;
  • Jika di pantai, jauhi area pantai untuk menghindari tsunami;
  • Jika di daerah pegunungan, hindari daerah longsoran.

Setelah Gempa

  • Keluar dari bangunan dengan tertib, gunakan tangga biasa;
  • Periksa apakah ada yang terluka dan lakukan P3K;
  • Telepon atau minta pertolongan jika ada luka parah;
  • Periksa lingkungan sekitar untuk kebakaran, kebocoran gas, dan kerusakan listrik;
  • Jangan masuk bangunan yang sudah terkena gempa;
  • Hindari daerah sekitar gempa karena potensi bahaya susulan;
  • Dengarkan informasi dari radio dan jangan percaya isu yang tidak jelas sumbernya;
  • Isi angket yang diberikan instansi terkait untuk mengetahui kerusakan;
  • Tetap tenang dan berdoa untuk keselamatan kita semua.
Eka Syaputra

Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *