"Informasi Segar, Maros Lebih Dekat!"

5 Putusan Terbaru Komite Disiplin PSSI 2026: Persis Solo, Borneo FC, dan Persebaya Denda

Penjelasan tentang Komite Disiplin PSSI

Komite Disiplin PSSI, atau yang dikenal sebagai Komdis PSSI, adalah badan resmi di bawah naungan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Tugas utamanya adalah menegakkan aturan dan kode disiplin dalam sepak bola nasional. Komdis PSSI bertanggung jawab untuk menangani pelanggaran, menjatuhkan sanksi, serta memastikan keadilan dalam berbagai kompetisi sepak bola.

Putusan dari Komdis PSSI terbaru dirilis pada Rabu (11/2/2026) dan mencakup berbagai pelanggaran yang terjadi antara tanggal 21 hingga 28 Januari 2026. Sanksi yang diberikan bervariasi, mulai dari larangan bermain hingga denda finansial. Berikut adalah beberapa hasil sidang Komdis PSSI yang paling signifikan.

Pelanggaran yang Mengakibatkan Denda Besar

Beberapa klub mendapatkan denda besar akibat pelanggaran yang mereka lakukan. Salah satunya adalah Persis Solo dan Borneo FC yang masing-masing dikenai denda sebesar Rp 100 juta. Alasannya adalah keterlambatan memasuki lapangan pada babak kedua pertandingan, sehingga membuat pertandingan mundur selama 105 detik.

Klub Borneo FC Samarinda juga mengalami hal serupa, karena terlambat memasuki lapangan saat melawan Persis Solo. Hal ini menyebabkan penundaan waktu pertandingan, yang menjadi alasan utama denda yang diberikan oleh Komdis PSSI.

Di sisi lain, Persebaya Surabaya dijatuhi denda sebesar Rp 25 juta. Penyebabnya adalah hadirnya suporter Persebaya sebagai pendukung tamu dalam pertandingan PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya pada 25 Januari 2026.

Daftar Lengkap Hasil Sidang Komdis PSSI

Sidang 21 Januari 2026

  • Sriwijaya FC: Denda Rp 12,5 juta karena pelatih tidak menghadiri konferensi pers.
  • PSIS Semarang: Denda Rp 25 juta karena lima pemain mendapat kartu kuning.
  • PSIS Semarang: Denda Rp 25 juta karena personel tidak memakai ID Card.
  • Deltras FC: Denda Rp 12,5 juta karena suporter tamu hadir.
  • PSS Sleman: Denda Rp 15 juta karena pelemparan air minum.
  • Persela Lamongan: Denda Rp 12,5 juta karena suporter tamu hadir.
  • Persiku Kudus: Denda Rp 25 juta karena tidak menyediakan transportasi.
  • Shokhrukhbek Kholmatov: Denda Rp 5 juta dan larangan bermain tiga pertandingan.
  • Persiraja Banda Aceh: Denda Rp 25 juta karena personel tidak memakai ID Card.

Sidang 22 Januari 2026

  • Adre Arido Geovani: Denda Rp 2,5 juta dan larangan bermain satu pertandingan.
  • Juan Antony Simopiaref: Denda Rp 2,5 juta dan larangan bermain satu pertandingan.
  • ABD Syukur SKD: Denda Rp 12,5 juta dan larangan mendampingi tim empat pertandingan.
  • Persebata Lembata: Denda Rp 7,5 juta karena pelemparan air minum.

Sidang 23 Januari 2026

  • Aris Gunawan: Denda Rp 12,5 juta dan larangan mendampingi tim empat pertandingan.
  • Darwis: Denda Rp 12,5 juta dan larangan mendampingi tim empat pertandingan.
  • Perseden Denpasar: Denda Rp 12,5 juta karena mengejar perangkat pertandingan.

Sidang 27 Januari 2026

  • Sibli: Denda Rp 10 juta dan larangan bermain satu pertandingan.
  • Muhammad Luthfi Al Hannan: Denda Rp 10 juta dan larangan bermain dua pertandingan.
  • Muhammad Fadlan Trisan: Denda Rp 10 juta dan larangan bermain dua pertandingan.
  • Farel Ramaditya Dwi Putra: Denda Rp 10 juta dan larangan bermain dua pertandingan.
  • Persis Solo: Denda Rp 100 juta karena terlambat masuk lapangan.
  • Borneo FC Samarinda: Denda Rp 100 juta karena terlambat masuk lapangan.
  • Bhayangkara Presisi Lampung FC: Denda Rp 60 juta karena lima pemain dan satu ofisial mendapat kartu kuning.
  • Persebaya Surabaya: Denda Rp 25 juta karena suporter tamu hadir.
  • PSBS Biak: Denda Rp 50 juta karena terlambat mengumpulkan E-startlist.
  • Panitia Dewa United Banten FC: Denda Rp 40 juta karena tidak menyediakan lemari pendingin.
  • Iyan Pratama: Denda Rp 2,5 juta dan larangan bermain empat pertandingan.
  • Egi Regiansyah: Denda Rp 2,5 juta dan larangan bermain satu pertandingan.

Sidang 28 Januari 2026

  • Achmad Zein Nuralif: Denda Rp 12,5 juta dan larangan mendampingi tim selama enam bulan.
  • M. Rezaldi Hehanussa: Denda Rp 10 juta dan larangan bermain dua pertandingan.
  • Rosalvo Candido Rosa Junior: Denda Rp 5 juta dan larangan bermain dua pertandingan.
  • Persela Lamongan: Denda Rp 25 juta karena lima pemain mendapat kartu kuning.
  • Persiba Balikpapan: Denda Rp 35 juta karena enam pemain dan satu ofisial mendapat kartu kuning.
  • Panitia Persipura Jayapura: Hanya diberi teguran keras.
  • Garudayaksa FC: Denda Rp 25 juta karena lima pemain mendapat kartu kuning.
  • PSPS Pekanbaru: Denda Rp 15 juta karena nyanyian tidak pantas dan pelemparan.
  • PSPS Pekanbaru: Denda Rp 15 juta karena pelemparan air minum.
  • Sriwijaya FC: Denda Rp 15 juta dan larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton selama dua pertandingan.

Kesimpulan

Putusan Komdis PSSI mencerminkan upaya untuk menjaga disiplin dan keadilan dalam sepak bola nasional. Sanksi yang diberikan beragam, baik dalam bentuk denda maupun larangan bermain, tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan. Pelanggaran seperti keterlambatan, pelemparan, dan hadirnya suporter tamu menjadi fokus utama dalam sidang-sidang ini. Dengan adanya sanksi tersebut, diharapkan semua pihak dapat lebih mematuhi aturan agar pertandingan berjalan lancar dan fair.

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *