bali.
, DENPASAR – Bursa transfer putaran kedua Super League 2025-2026 resmi ditutup pada Jumat (6/2) lalu. Dari 18 tim yang terlibat dalam kompetisi ini, semua telah merekrut pemain baru untuk memperkuat tim mereka di putaran kedua, kecuali PSBS Biak yang masih dilarang oleh FIFA.
PSM Makassar, yang sebelumnya dilarang oleh FIFA, ikut memanaskan bursa transfer pada detik-detik terakhir setelah sanksi yang diberikan oleh otoritas sepak bola dunia dicabut. PSM Makassar berhasil mendatangkan tiga pemain asing dan dua pemain lokal.
Berdasarkan regulasi yang dirilis I.League, setiap klub diperbolehkan merekrut hingga 11 pemain asing. Namun, hanya delapan pemain asing yang masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) dan bermain dalam satu pertandingan.
Selain itu, ada kabar menarik mengenai nilai pasar kontestan Super League. Beberapa klub dilaporkan mengalami kenaikan harga pasar versi laman Transfermarkt, sementara beberapa lainnya mengalami penurunan. Transfermarkt adalah situs web berbasis data sepak bola yang menyediakan informasi lengkap tentang pemain, harga pasar pemain dan klub, serta kompetisi dari berbagai negara.
Total jumlah pemain yang berlaga di Super League 2025-2025 saat ini mencapai 570 orang, meningkat dari sebelumnya yang berjumlah 560 pemain. Dari jumlah tersebut, 200 di antaranya adalah pemain asing, naik dari jumlah sebelumnya yang berjumlah 191 orang. Kenaikan jumlah pemain asing ini juga turut meningkatkan nilai pasar Super League.
Berdasarkan data terbaru setelah penutupan bursa transfer, nilai pasar Super League saat ini mencapai Rp 1.538,62 miliar, naik dari sebelumnya yang berkisar Rp 1.250,41 miliar. Berikut adalah peringkat nilai pasar 18 klub Super League musim 2025-2026 versi Transfermarkt setelah bursa transfer ditutup:
-
Persib Bandung
Memiliki 33 pemain, dengan 12 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 144,44 miliar, naik dari sebelumnya Rp 138,36 miliar. -
Persija Jakarta
Memiliki 30 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 125,58 miliar, naik dari sebelumnya Rp 117,33 miliar. -
Dewa United
Naik ke peringkat ketiga, menggeser Bali United ke posisi empat. Dewa United memiliki 29 pemain, dengan 12 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 110,14 miliar, naik dari sebelumnya Rp 99,94 miliar. -
Bali United
Memiliki 30 pemain, dengan 10 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 100,73 miliar, naik signifikan dari Rp 78,13 miliar. Bali United mengalami kenaikan sangat besar setelah merekrut dua pemain asing bernilai total Rp 10,43 miliar, yaitu Teppei Yachida dan Diego Campos. -
PSM Makassar
Setelah FIFA mencabut larangan, PSM Makassar berhasil merekrut tiga pemain asing dan dua pemain lokal. Sekarang PSM memiliki 33 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 98,21 miliar, naik dari sebelumnya Rp 90,38 miliar. -
Borneo FC
Turun ke posisi keenam karena hanya mendatangkan pemain dengan harga pasar lebih murah. Borneo FC memiliki 32 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 91,43 miliar, turun dari sebelumnya Rp 91,86 miliar. -
Bhayangkara Presisi Lampung FC
Market Bhayangkara FC melonjak drastis setelah mendatangkan banyak pemain baru. Mereka memiliki 34 pemain, dengan 14 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 90,12 miliar, naik dari sebelumnya Rp 80,56 miliar. -
PSIM Yogyakarta
Memiliki 26 pemain, dengan 10 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 87,34 miliar, turun dari sebelumnya Rp 89,95 miliar. -
Persik Kediri
Memiliki 32 pemain, dengan 10 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 87,08 miliar, naik signifikan dari sebelumnya Rp 72,74 miliar. -
Persebaya Surabaya
Memiliki 29 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 78,22 miliar, naik tipis dari sebelumnya Rp 76,48 miliar, tetapi masih turun dari harga sebelumnya Rp 81,26 miliar. -
Malut United
Memiliki 28 pemain, dengan sembilan di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 73,79 miliar, turun dari sebelumnya Rp 75,61 miliar. -
Arema FC
Memiliki 37 pemain, dengan 12 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 73,79 miliar, naik dari sebelumnya Rp 70,74 miliar. -
Persis Solo
Memiliki 34 pemain, dengan 12 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 71,87 miliar, naik dari sebelumnya Rp 68,83 miliar. -
Persita Tangerang
Memiliki 32 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 71,70 miliar, naik dari sebelumnya Rp 69,96 miliar. -
Semen Padang
Memiliki 35 pemain, dengan 13 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 67,53 miliar, turun tipis dari sebelumnya Rp 68,40 miliar. -
Persijap Jepara
Memiliki 33 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 63,88 miliar, naik signifikan dari sebelumnya Rp 49,97 miliar. -
Madura United
Memiliki 34 pemain, dengan 11 di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 61,62 miliar, naik signifikan dari sebelumnya Rp 56,84 miliar. -
PSBS Biak
Memiliki 33 pemain, dengan sembilan di antaranya pemain asing. Nilai pasar mencapai Rp 40,41 miliar, turun dari sebelumnya Rp 41,72 miliar.
Berdasarkan data tersebut, Persib, Persija, Dewa United, PSM Makassar hingga Bali United mengalami kenaikan harga pasar yang cukup fantastis, sementara Persebaya, PSIM dan Semen Padang turun drastis.











